Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 20


Mereka terkejut melihat nyonya Devira jatuh pingsan tuan Alfred segera menggendong istrinya Jefford berteriak memanggil dokter, Dokrer dan suster meminta mereka ke ruang perawatan sebelum itu Jefford meminta Doni dan dua anak buahnya menjaga Avi.


Dokter memeriksa keadaan nyonya Devira sedangkan tuan Alfred dan Jefford menunggu di luar dengan gelisah.


" Om, Jef" panggil Jack, bertemu dengan mereka secara tak sengaja setelah melaksanakan tugas.


" gimana? " Jef.


" Semuanya beres Jef. Jef? " Jack. Jefford memberitahunya keadaan nyonya Devira.


" Dok" kata tuan Alfred melihat dokter keluar.


" Pasien mengalami syok dan sekarang dia sudah sadar" kata dokter, mereka merasa lega mendengarnya.


" Kami boleh melihatnya, dok? " Jef. Dokter memperbolehkan dan pamit karena harus memeriksa pasien.


Mereka masuk ke dalam dan melihat nyonya Devira masih menangis.


" Mom" kata tuan Alfred, mendekati istrinya dan memeluknya memberi ketenangan.


" Dad dmn cucu kita, mommy takut mereka di tangan orang jahat" kata nyonya Devira, menangis dalam pelukan suaminya.


" Percayalah mom tuhan pasti melindungi mereka " kata tuan Alfred.


Tiba saja HP Jack berbunyi, Jack meninggalkan ruangan rawat nyonya Devira dan mengangkat panggilan dari anak buahnya yang sebelumnya di suruh oleh Jefford untuk mencari kedua keponankannya.


"Halo" ucap Jack.


 


" Baiklah saya akan beritahu pada tuan muda, kalian kembali "kata Jack, menutup panggilannya.


" Jef" panggil Jack, saat masuk ke dalam.


Mendengar hal itu tuan dan nyonya Hugo senang berbeda dengan Jefford menatap wajah sahabatnya yang tegang.


" Jack, dimana cucu kami sekarang. Dad mom tak sabar untuk memeluk mereka" kata nyonya Devira, senyum dibalas senyum oleh suaminya.


Jack memberikan rekaman CCTV yang berhasil di temukan oleh anak buahnya kebetulan kejadian itu direkam oleh CCTV rumah nyonya Avi, entah suatu rahmat atau kebetulan karena penjahat tersebut tidak menemukannya.


Jefford tak sabar untuk melihatnya dia segera meminta dibawakan laptop dan melihat kejadian tersebut, tuan dan nyonya juga tak sabar untuk melihatnya.


Setelah melihat kejadiannnya nyonya Devira hanya bisa menangis tiap kejadian yang terjadi sampai kematian menantunya, Tuan Alfred dan Jefford sangat marah besar karena mereka mengenal sosok tersebut.


" Steve, aku takkan mengampunimu setelah kau lakukan pada keluarga kakakku jangan harap kau bisa hidup tenang" kata Jefford, menggengam tangannya.


Tuan Alfred juga ada kemarahan di wajahnya dia tak mengira putri kesayangannya akan menerima kejadian ini.


" Jef, kak Avi berhasil membawa mereka keluar" kata Jack, menatap arah laptop. Mendengar hal itu mereka segera melihatnya dan benar Avi membawa kedua anaknya keluar dan tak lama setelah itu penjahat mengejarnya.


" Dad, Avi membawa mereka kemana? " nyonya Devira, merasa lega karena cucunya selamat.


" Jack? " Jefford, menatap ke arah Jack. Jack hanya menggelengkan kepalanya karena kejadiannya tak terekam oleh CCTV.


" Hanya kak Avi yang tahu karena di jalan tak ada CCTV" kata Jefford.


" Kita hanya harap kak Avi cepat sadar dan menceritakannya" kata Jefford. Nyonya Devira menangis histeris karena kabar cucunya belum pasti.


" Jack tanya ke pihak polisi mungkin mereka menemukan sesuatu" kata tuan Alfred, entah kenapa dia merasa kedua cucunya baik saja.


Jack menanggukan kepalanya segera pamit menemui polisi yang kebetulan masih berada di rumah sakit. Nyonya Devira mengajak suami dan putranya ke ruang ICU dimana nyonya Avi dirawat.


Tuan Alfred dan Jefford sudah memintanya untuk istirahat tapi nyonya Devira sangat mengkhawatirkan putrinya beruntung dokter memperbolehkannya karena keadaannya sudah stabil, Akhirnya mereka menuju ruang ICU untuk melihat keadaan nyonya Avi.