Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 55


Orang tua Jeffrod dan Avi tak ingin membuang waktu setelah mendengar perkataanJack mereka segera ke rumah sakit di antar oleh Jack sedangkan Wilona kembali ke apartementnya Jeffrod telah memberikan sekretarisnya apartement selama ia tinggal di Indonesia.


Rumah sakit


Tuan dan Nyonya Hugo sudah sampai di rumah sakit mereka melihat kedua anaknya duduk di kursi antrian asyik dengan kegiatannya masing-masing.


" Dad, kenapa mereka masih disini bukannya harus di periksa? " nyonya Devira.


" Sebaiknya kita tanya pada mereka " kata tuan Alfred, Jack yang ada juga belakang mereka juga merasa heran melihat kakak adik itu.


Jeffrod dan Avi tak menyadari kedatangan orangtua mereka dan Jack, malah asyik sendiri.


" Siapa yang berani. Mommy". Awalnya Jeffrod ingin meneriaki orang yang menjewel telinga ketika itu nyonya Devira Jeffrod senyum.


" Apa kamu ingin marah" kata nyonya Devira, menatap tajam putranya Jeffrod minta maaf.


" sekarang lihat udah tahu kakaknya sakit malah duduk dan asyik main HP bukannya memanggil dokter" Nyonya Devira, merasa geram melihat sikap putranya.


" Mom lepas ini dulu malu dilihat orang" seru Jeffrod, meminta nyonya Devira melepas tangannya dari telinga Jeffrod.


Jeffrod menggosok telinganya yang telah merah nyonya Devira hanya senyum melihat orang sekitarnya melihat ke arah mereka.


" Sekarang jawab pertanyaan mommy" kata nyonya Devira.


Jeffrod masih mengusap telinganya. " Sebaiknya mommy tanya pada kakak saja" kata Jeffrod.


Tuan Alfred sangat mengenal putranya ia takkan seperti ini jika bukan karena satu hal, ia duduk di samping putrinya yang sejak tadi hanya senyum.


" Sayang? " tuan Alfred, nyonya Devir sudah duduk di samping putrinya.


" Mom, dad Avi minta maaf bukannya Avi tak ingin di periksa dokter tapi dokter Queny belum datang" kata Avi.


" Jeffrod? " tuan Alfred.


" Dokter Quen jadwalnya nanti jam tujuh malam dad dan kakak tak ingin dokter yang lain" kata Jeffrod.


Nyonya melihat jamnya sudah jam tujuh malam.


" Apa dia tak datang" kata Avi, ia sangat ingin menemui Queny. Jeffrod meminta Jack bertanya pada suster.


Parkiran rumah sakit.


Sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu rumah sakit turun seorang gadis yang mengenakan pakaian putih.


" Pak tolong ya" kata gadis itu dengan rahma.


" Baik dok, dokter praktek malam?" satpam.


" Ya pak kalau begitu saya pamit " kata gadis, dengan senyum ia masuk ke rumah sakit.


" Saya beruntung bertemu dengan anda dok tanpa anda putri saya takkan selamat" bisik satpam. Ternyata yang bicara dengannya Queny yang baru saja datang.


Ketika ia tiba di pintu dia mendapat panggilan dari rumah. Sedangkan Jack bertanya mengenai dokter Queny.


" Maaf sus, apakah dokter Queny sudah datang kakak saya sudah lama menunggu" kata Jack, suster senyum.


" Ya sayang bunda takkan lupa istirahat, kalian jangan membuat mbak Ila susah" kata Queny senyum mendengar suara kedua anaknya mengatakan ok.


" Dokter" panggil suster, melihat Queny mendekat ke arahnya. Mereka mendengarnya senyum melihat Queny sudah datang. Avi dan nyonya Devira senyum juga tuan Alfred berbeda dengan Jeffrod menatapnya dengan datar.


Queny tersenyu. " Baiklah sayang bunda tutup telepon dulu, Wassalam" kata Queny, menutup panggilannya. Avi dan lainnya terkejut mendengarnya berbeda dengan Jeffrod.


" Ya suster? " Queny.


" Itu ada yang mencari dok, dok mereka sudah lama menunggu" kata Suster.


Queny merasa enak karena mereka sudah menunggunya lama.


" Saya minta maaf tuan, nyonya telah membuat kalian menunggu lama, memangnya apa yang bisa saya bantu? " Queny.


" Tidak apa dok" kata nyonya Devira, Queny mengajak mereka ke ruangannya.