Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 54


Brug


Avi memukul meja hingga membuat lainnya terkejut.


" Kau kira dengan kau mengatakan hal itu aku akan takut gitu jangan harap, Zio tunjukan pada mereka " kata Avi, dengan dingin membuat mereka melihatnya ketakutan.


Keempatnya melihat pria muda berdiri dan menunjukan rekaman CCTV kearah keempatnya, Zio adalah seorang IT terbaik dimiliki oleh perusahaan Hugo Group Wilona meminta bantuan Jack untuk menyelidiki CCTV makanya ia mengutus Zio.


Keempat orang yang sebelumnya percaya diri sekarang ketakutan dalam rekaman tersebut terekam sangat jelas pembicaraan mereka di salah satu ruangan.


" Sekarang apa kalian seberani seperti tadi dan satu lagi aku telah menemukan kecurangan kalian dalam lima tahun ini, beraninya kalian melakukan korupsi pada perusahaan suamiku" tekan Avi.


" Wilona panggil mereka" kata Avi, Wilona menanggukan kepalanya ia memanggil polisi yang sebelumnya ada ruangan sebelah.


" Pak inspektur tangkap mereka semuanya dan ini buktinya" kata Avi, menyerahkan semuanya pada polisi.


" Baik nona kami lakukan melakukannya sesuai prosedur dan memberi hukuman yang sesuai, kalian bawa mereka" kata inspektur, pada anak buahnya. Keempatnya tak ada berani menatap ke arah Avi hanya tertunduk malu atau menyesal.


Avi tertunduk lemas ia meminjit keningnya. " Nona" seru Wilona, mengkhawatirkan Avi.


" Aku tak apa Wilona, Zio terima kasih atas bantuanmu kembalilah ke perusahaanmu katakan pada Jeffrod, terima kasih" kata Avi, senyum.


" Baik nona, kalau gitu saya kembali ke kantor" kata Zio, memberi hormat keluar meninggalkan perusahaan Felix Group.


Karyawan yang melihat keempatnya tertangkap hanya diam, mereka yang ada di daftar pemencatan satu persatu meninggalkan perusahaan tanpa keributan. Hanya tinggal beberapa orang di perusahaan dan pihak HRD segera membuka lowongan besar-besaran berbagai posisi.


" Nona sebaiknya anda pulang lihat keadaan anda" kata Wilona.


" Aku tak apa - apa Wil, mari kita harus menyelesaikan ini secepatnya" kata Avi, melihat seketumpuk laporan di meja.


Kret


Mereka terkejut melihat Jeffrod dan Jack berada di depan pintu.


" Kakak, kenapa tak mendengarnya " kata Jeffrod, mendekati dan memperhatikan wajah kakaknya yang pucat.


" Kak ayo ke rumah sakit" ajak Jeffrod.


" Dengan mengacuhkan kesehatanmu, tidak. Kakak ingat masih ada yang harus kakak fikirkan ayo jangan membuatku menarikmu" kata Jeffrod, sengaja menyebut kedua anaknya.


" Kalian bawa laporan itu ke rumah" kata Jeffrod, menarik tangan Avi. Jack dan Wilona bahkan anak buahnya membawa berkas ke kediaman keluarga Hugo.


Rumah sakit


Jeffrod dan Avi sudah sampai di rumah sakit, Jeffrod mendaftarkan kakaknya.


" Suster apakah saya bisa di periksa dokter Queny karena sebelumnya saya pasiennya" kata Avi, senyum.


" Maaf nona, dokter Queny belum datang" kata suster.


" Memangnya dia libur? " Jeffrod, melihat kecewaan di wajah kakaknya.


" Tidak tuan, dokter Queny praktek malam sekitar jam tujuh dia datang" kata Suster.


" Jeffrod, ayo kita tunggu " kata Avi. Jeffrod melihat jam ternyata mereka harus menunggu dua jam lagi.


" Kak, itu masih lama lihat masih ada dua jam dia praktek, kita pakai dokter lain ya" bujuk Jeffrod.


Avi cemberut ia memilih duduk di kursi antrian Jeffrod hanya bisa menghela napasnya.


" Baiklah kita tunggu dia" kata Jeffrod, Avi senyum bahagia.


Avi melihat keadaan sekitarnya banyak pasien dan dokter sedangkan Jeffrod fokus dengan tabletnya.


Kediaman keluarga Hugo.


Wilona dan Jack membawa berkas ke ruang kerja Jeffrod melihat kedua anaknya tak ikut pulang membuat nyonya Devira khawatir.


" Jack, Wilona dimana Avi dan Jeffrod? " ryan Alfred. Tak ingin membuat keduanya semakin khawatir Jack menceritakan semuanya.


" Apa "