Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Naila Hamil Lagi


"Apa maksudmu, Keanu?" Adnan langsung menyambar ucapan Keanu. Wajahnya kini terlihat sangat serius menatap Keanu.


"Selama ini aku tahu bahwa kamu punya perasaan lebih dari seorang Adik kepada Naila dan aku mencoba mengerti akan hal itu. Namun, semakin kesini aku semakin merasa risih melihat sikapmu terhadap Naila. Sebaiknya lupakan dia , Adnan. Kalian sudah sama-sama berkeluarga dan sekarang fokuslah kepada keluarga mu, pada istrimu. Apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan Arumi jika kamu terus-terusan mengharapkan Naila?" kesal Keanu.


Adnan melengos. Ia tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Keanu kepadanya. Ia bangkit dari tempat duduknya dan bersiap pergi dari tempat itu. Namun, Keanu segera menahannya dan meminta lelaki itu untuk tetap duduk bersamanya.


"Duduklah, Adnan. Disini aku bicara bukan sebagai musuh ataupun lawanmu. Anggap saja aku adalah sahabat mu yang ingin memberikan dukungan kepadamu agar kamu bisa move on dari sesuatu yang tidak mungkin bisa kamu dapatkan."


Keanu meraih tangan Adnan dan mempersilakan lelaki itu untuk duduk bersamanya. Adnan mengembuskan napas berat dan mencoba mengontrol emosinya. Lelaki itu kembali duduk di posisinya semula.


"Aku sudah mencoba berbagai macam cara untuk melupakan Naila, Keanu. Aku bahkan nekat menikahi Arumi dengan tujuan agar aku bisa melupakan Naila. Namun, semuanya sia-sia. Aku tetap tidak bisa menyingkirkan Naila dari hati dan pikiranku!" Adnan mengusap kasar wajahnya.


Keanu memejamkan matanya dengan erat. Jujur, ia kesal mendengar penuturan Adnan yang tidak bisa Move On dari istrinya. Walaupun begitu, Keanu masih bisa mengontrol emosinya.


"Cobalah untuk menerima Arumi. Sama seperti apa yang kamu rasakan sekarang, Arumi pun merasakan hal yang sama, Adnan. Dia mencintai seseorang yang sama sekali tidak menginginkannya dan itu sangat menyakitkan. Benarkan?!" tutur Keanu.


Adnan terdiam sejenak sambil menatap Keanu tajam. "Aku harap kehadiranmu disini tidak ada sangkut pautnya dengan Arumi," ketus Adnan.


Keanu tersenyum sambil menepuk pundak Adnan. "Percayalah, ini semua murni keinginan ku dan tidak ada sangkut pautnya dengan istrimu."


"Maafkan aku, Keanu. Bukannya aku tidak ingin berlama-lama bersamamu disini, tetapi pekerjaanku masih banyak dan aku harus meninggalkan kamu disini sendiri."


Setelah mengucapkan hal itu Adnan pun melenggang pergi meninggalkan Keanu. Akhirnya Keanu pun memilih cabut dari tempat itu.


"Sekarang kita kemana, Tuan?" tanya Sid sembari membukakan pintu mobil untuk Keanu.


"Pulang. Aku ingin mengajak Naila memeriksakan kandungannya. Siapa tahu ia benar-benar hamil, itu artinya kami akan memiliki anggota baru lagi dalam keluarga kecil kami," sahut Keanu sambil tersenyum lebar.


Setibanya di kediamannya, Keanu bergegas mencari keberadaan istrinya. Ternyata Naila tengah bermain bersama Danish dan Danisha diruang utama.


"Daddy!!!" seru Danish dan Danisha sambil berlarian menuju Keanu.


Keanu berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya untuk bersiap menangkap si Kembar yang berlarian kearahnya.


"Oupss!" Keanu memeluk Danish dan Danisha yang langsung menyerang kedua pipinya dengan ciuman bertubi-tubi.


"Daddy kok pulang na tepat?!" tanya si bawel Danisha yang masih cadel ketika bicara.


"Daddy ingin mengajak kalian ke suatu tempat. Gimana, apa kalian mau ikut?" tanya Keanu kepada Danish dan Danisha.


Kedua bocah itupun menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Mau, Dad!" sahut mereka kompak.


"Kalau begitu cepat ganti pakaian kalian dengan pakaian yang bagus."


Danish dan Danisha pun segera berlarian kepada Babysitter agar segera menggantikan pakaian mereka. Sementara itu, Naila masih duduk di sofa sambil  memperhatikan Keanu dengan kemeja warna Pink nya. Lelaki itu menghampirinya sambil tersenyum nakal.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu, Hubby?!" tanya Naila.


"Aku terlihat menggemaskan, Baby! Aku ingin segera melahapmu," sahut Keanu sembari melabuhkan ciuman kecil di bibir istrinya itu.


"Tidak salah lagi, Beb!" Ayo sekarang ganti pakaianmu. Aku ingin membawamu ke suatu tempat," ajak Keanu sembari mengangkat tubuh Naila dan membawanya ke kamar mereka untuk mengganti pakaian.


"Tidak salah lagi, apa Hubby? Aku tidak mengerti?"


"Sudah, sekarang cepat ganti pakaianmu dan aku juga ingin mengganti pakaianku."


Tidak berselang lama merekapun sudah siap. Keanu sempat terkekeh memperhatikan penampilan Naila saat ini. Wanita itu memilih menggunakan dress selutut berwarna Pink, warna yang mendadak viral didalam otak wanita itu.


"Mari, Baby!" Keanu menuntun Naila memasuki mobil sedangkan si Kembar sudah berada didalam mobilnya bersama sang Babysitter.


"Kita mau kemana, sih?" tanya Naila heran.


"Udah, kamu tenang aja." Keanu merengkuh tubuh Naila dan membiarkan istrinya bersandar di dadanya.


Tiga puluh menit berlalu, akhirnya merekapun tiba ditempat yang dituju. Naila menautkan kedua alisnya ketika menyadari bahwa tempat yang dituju oleh Keanu adalah Klinik Dokter Spesialis Kandungan terkenal di Kotanya.


Naila nampak berpikir sejenak hingga akhirnya ia mulai menyadari alasan Keanu mengajaknya ketempat itu.


"Oh, Tuhan!" seru Naila sembari menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangan.


"Jadi aku ..." Naila menghambur ke pelukan Keanu dengan mata berkaca-kaca karena terharu.


"Semoga saja, Baby! Ayo, sebaiknya kita masuk." Keanu menuntun Naila memasuki Klinik itu dan kedatangan mereka disambut hangat oleh sang Dokter.


"Mari Tuan, Nyonya, silakan masuk."


Dokter itu segera melakukan tugasnya. Ia memeriksa kandungan Naila dengan seksama.


"Bagaimana, Dok?!" tanya Keanu yang sejak tadi sudah gelisah menunggu hasil pemeriksaan Dokter itu.


Dokter itu tersenyum. "Selamat ya, Tuan. Nyonya Naila sedang mengandung dan usia kandungannya sudah memasuki minggu ke lima."


Keanu bahagia bukan main setelah mendengar jawaban dari Dokter. Dengan mata berkaca-kaca, Keanu menatap layar monitor yang menunjukkan dimana janin Naila berada.


"Ya ampun, Beb! Kita bakal punya anak lagi!" seru Keanu. Naila pun terharu, ternyata yang membuat moodnya mendadak berubah beberapa hari belakangan adalah karena ia sedang mengandung.


"Jadi itu bayi saya, Dok?" tanya Keanu sembari menunjuk kearah layar monitor.


Dokter itupun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Ya, Tuan Keanu."


Keanu menghampiri kedua anaknya yang memang sengaja ia ajak masuk kedalam ruangan pemeriksaan. "Kamu dengar itu, Sayang? Kalian akan punya Dede!" seru Keanu.


"Yey! Punya dede ..." ucap Danish dan Danisha.


...***...