
Adnan menghampiri pasangan yang tengah menunggunya sambil tersenyum hangat. "Selamat malam, Tuan Keanu, Nyonya Melisa," sapa Adnan sembari meletakkan beberapa menu yang ia bawa keatas meja.
Sambil menata hidangan yang ia bawa, Adnan terus memperhatikan kemesraan pasangan tersebut. Ia sangat marah tetapi ia masih bisa menahan emosinya dan tetap memberikan senyuman hangat kepada mereka.
Adnan ingin sekali menghardik kedua manusia yang tengah berbahagia di hadapannya, terutama Tuan Keanu. Suami kejam yang membiarkan istri pertamanya hidup luntang-lantung dijalan bersama kandungannya.
Tanpa Adnan sadari, iapun tengah diperhatikan oleh Keanu. Keanu sedikit bingung sekaligus cemburu karena Chef tampan itu terus memperhatikan istrinya bahkan tanpa berkedip sama sekali.
"Ada apa, Chef Adnan? Ku perhatikan, sejak tadi kamu terus memperhatikan istriku? Apakah ada yang salah pada penampilannya malam ini? Atau ada sesuatu yang lainnya?" tanya Keanu penuh selidik.
Adnan tersentak kaget mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Tuan Keanu kepadanya.
"Ah, maafkan saya, Tuan Keanu. Jika saya lancang karena sudah berani memperhatikan istri anda. Tapi, bolehkah saya berkata jujur? Istri anda terlihat sangat cantik malam ini," sahut Adnan sembari membungkuk hormat kepada Keanu.
Melisa tersipu malu sedangkan Keanu hanya bisa tersenyum tipis setelah mendengar penuturan Adnan.
"Maafkan saya, Tuan. Saya harus kembali. Selamat menikmati dan semoga Dinner kalian menyenangkan," sambung Adnan.
Keanu dan Melisa pun menganggukkan kepala mereka dan membiarkan Adnan kembali ke ruangannya.
"Tuh kan, Chef muda itu saja kagum melihat kecantikanku. Tapi sayang, suamiku bahkan tidak pernah menyadari kecantikan istrinya ..." ucap Melisa sambil menekuk wajahnya.
Mendengarnya ucapan sang istri, Keanu tersenyum simpul. "Ya, kamu memang sangat cantik malam ini, Melisa." Keanu meraih peralatan makannya dan bersiap untuk mencicipi hidangan yang disajikan oleh Adnan.
"Owh, Terimakasih Sayang! Begitu donk, sekali-sekali puji istri kan tidak dosa," ucap Melisa seraya membelai pipi Keanu.
Sementara itu,
Setibanya di dapur, Adnan segera duduk disebuah kursi yang ada diruangan itu. Wajahnya terlihat kesal. Ia bahkan melepaskan Chef Hat miliknya dengan kasar.
"Chef, anda kenapa?" tanya salah seorang anak buahnya yang sejak tadi memperhatikan tingkah laku Adnan. Terlihat aneh, tidak seperti biasanya.
Adnan menoleh kepada anak buahnya yang berdiri disampingnya. Tiba-tiba saja terlintas ide jahil di kepalanya. Adnan menyeringai sembari menatap anak buahnya.
"Duduklah! aku butuh bantuan mu," ucap Adnan dengan seringai licik.
Anak buahnya nampak ragu karena melihat senyuman aneh sang kepala dapur. Namun karena Adnan adalah atasannya, mau tidak mau, dia harus menuruti semua perintah Adnan.
"Ya, Chef. Apa yang bisa saya bantu untuk anda," sahut lelaki itu mantap, walaupun terlihat jelas ia sangat ragu ketika mengatakan hal itu.
Adnan kembali menyeringai kemudian berbisik kepada lelaki itu. Awalnya, ekspresi lelaki itu biasa-biasa saja. Namun, setelah mendengar permintaan aneh Adnan, ekspresi wajahnya seketika berubah. Wajahnya pucat pasi dan terlihat serba salah.
"Chef, saya tidak berani. Saya pasti akan dimarahi oleh mereka dan saya pun tidak ingin dipecat," ucap lelaki itu.
Setelah berpikir keras, lelaki itupun dengan terpaksa menganggukkan kepalanya. "Baiklah, Chef. Tapi berjanjilah, anda tidak akan memecat saya. Saya sudah nyaman bekerja ditempat ini. Lagipula nasib keluarga kecil saya ada di Restoran ini," sahutnya dengan kepala tertunduk menghadap meja.
Adnan menepuk pundak lelaki itu sambil tersenyum hangat. "Aku berjanji padamu, tidak akan ada yang berani mengeluarkan mu dari tempat ini," sahut Adnan mantap.
Kini saatnya hidangan penutupan meluncur ke ruangan Keanu dan Melisa. Panekuk, Milkshake, es krim dan puding serta berbagai hidangan penutup lainnya sudah tersusun rapi dan siap diantar. Dan yang bertugas mengantarkannya adalah lelaki yang tadi sudah diperintahkan oleh Adnan.
Adnan pun mengikuti langkahnya untuk memastikan bahwa lelaki itu melakukan tugasnya dengan baik. Adnan memperhatikannya dari jauh, sehingga Melisa dan Keanu tidak memyadari keberadaannya.
Lelaki suruhan Adnan menyusun makanan serta minuman tersebut keatas meja. Dan ketika lelaki itu ingin meletakkan Milkshake didepan Melisa, dengan sengaja minuman itu ia tumpahkan ke tubuh wanita tersebut.
Melisa berteriak histeris sambil memaki-maki pelayan tersebut.
"Dasar bodoh! Matamu ditaruh dimana?! Sekarang lihat, Dress mahal ku jadi kotor! Arrghhh, kamu harus ganti rugi!" teriak Melisa, memecahkan kesunyian ruangan itu.
Adnan terkekeh pelan sambil memperhatikan reaksi Melisa dan juga Keanu yang terlihat kesal akibat ulah anak buahnya. Pelayan itu hanya bisa tertunduk lesu sambil menatap lantai. Sedangkan Melisa terus saja memaki lelaki itu dengan kata-kata yang sangat tidak pantas untuk diucapkan oleh wanita berkelas seperti dirinya.
Keanu pun ikut panik sembari mencoba menenangkan Melisa yang seperti orang kerasukan. "Sudahlah, Melisa. Ini masih bisa dibersihkan," ucap Keanu seraya menghampiri sang istri.
Setelah merasa situasi dan kondisi sudah tepat, Adnan menghampiri mereka sambil berpura-pura tidak tahu menahu soal kejadian itu.
"Maaf, ada apa ini?" tanya Adnan seraya berdiri disamping Pelayan yang masih tertunduk sambil terus mengucap kata 'maaf' kepada pasangan itu.
"Kamu lihat, apa yang sudah dilakukan oleh Pelayan mu? Itulah sebabnya aku ingin kamu yang melayani kami! Bukannya orang tidak berguna seperti dia!" hardik Melisa sambil memperlihatkan Dress mahal miliknya yang kotor.
"Maafkan pelayanan kami yang kurang memuaskan, Nyonya Melisa. Dan saya berjanji akan mengganti semua kerugian anda malam ini," sahut Adnan sambil membungkuk hormat, padahal ia begitu senang melihat acara Dinner romantis mereka berantakan.
"Tidak usah! Tapi sebagai gantinya, pecat Pelayan bodoh ini!" hardik Melisa lagi sembari bertolak pinggang sambil menatap kesal kepada Pelayan tersebut.
Pelayan itu mengangkat kepalanya yang tertunduk. Wajahnya pucat pasi menatap Adnan. "Jangan pecat saya, Chef. Saya berjanji akan melakukan tugas saya dengan lebih baik lagi." Lelaki itu memohon sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Maafkan aku, tapi kamu harus segera berhenti bekerja ditempat ini," sahut Adnan.
Akhirnya Melisa tersenyum puas saat mendengar Pelayan itu dipecat sesuai keinginannya. Sedangkan Keanu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat prilaku istrinya.
Melisa bergegas mengajak Keanu pulang. Mood nya sudah hancur berantakan akibat ulah Pelayan itu. Dinner romantis yang begitu ia dambakan kini tinggal harapan. Melisa terus mengumpat kasar seraya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
Setelah Melisa dan Keanu pergi, Adnan tergelak. Ia begitu puas karena sudah berhasil menghancurkan Dinner Romantis pasangan itu. Begitupula Pelayan itu, ia terlihat sangat senang karena ia akan mendapatkan bonus dari Adnan.
"Bonus mu akan aku transfer setelah ini, terimakasih!" ucap Adnan kepada Pelayan tersebut.
...***...