Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 47


"Ardhan, tunggu!" teriak Naura dengan langkah cepat mengejar Ardhan yang kini berjalan menuju mobilnya.


Lelaki dingin yang sedang kepanasan itu berbalik sebelum ia sempat menggapai gagang pintu. Ia memperhatikan Naura yang berjalan menghampirinya.


"Kamu kenapa, sih? Memangnya apa hubunganmu dengan si gadis tomboy itu?" tanya Naura dengan wajah kesal menatap Ardhan.


"Dia sepupuku," jawab Ardhan singkat.


Naura memutarkan kedua bola matanya setelah mendengar jawaban dari Ardhan. "Sepupu? Yang benar saja! Jika hubungan kalian cuma sebatas sepupu, kenapa kamu mesti cemburu melihat kemesraan gadis itu bersama kekasihnya?!" kesal Naura.


Ardhan tersenyum sinis. "Cemburu? Siapa yang cemburu?"


"Lah, ini apa namanya kalau bukan cemburu?! Kamu marah melihat kemesraan mereka dan pergi meninggalkan pesta begitu saja," jawab Naura.


Naura yang sudah tidak bisa membendung kekesalannya, pergi meninggalkan Ardhan ditempat itu. Ia memilih menghubungi sopir pribadinya daripada pulang bersama Ardhan.


Ardhan terdiam sambil memperhatikan Naura yang berjalan meninggalkannya. Sebenarnya ia pun tidak mengerti dengan perasaannya terhadap Keyla. Semenjak gadis itu menjauhinya, ia merasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya.


Ardhan sudah terbiasa mendengar ocehan Keyla yang tidak berhenti disampingnya. Senyum dan gelak tawa yang kadang membuat dirinya kesal tapi tak bisa dipungkiri bahwa sekarang ia sangat merindukannya.


"Ya, Tuhan! Sebenarnya apa yang terjadi padaku," gumam Ardhan sambil mengacak rambutnya kasar.


Ardhan meraih gagang pintu mobil dan segera masuk. Ia bahkan lupa bahwa Adriela masih berada didalam gedung. Dengan pikiran kalut, Ardhan melajukan mobil tersebut kembali ke kediamannya.


Sementara itu di pesta.


"Mereka sudah kabur, sekarang kamu sudah aman," ucap Aditya sambil memperhatikan sekelilingnya.


Keyla tersenyum kemudian meraih tangan Aditya dan menggenggamnya. "Kak Aditya, terima kasih banyak atas bantuannya. Keyla sangat senang karena malam ini menjadi malam terburuk dalam sejarah kehidupan Es batu," ucap Keyla.


Aditya terkekeh mendengarnya. "Sama-sama. Lagipula aku senang bisa membantumu, Key."


"Tapi-- sebenarnya kamu sama Ardhan itu pacaran atau apa sih, Key? Atau kalian memang sama-sama belum mengakui perasaan kalian?" lanjut Aditya penasaran.


Keyla menghembuskan napas berat kemudian menatap lelaki itu dengan tatapan sendu. "Keyla sudah sering menyatakan perasaan Keyla ke Ardhan. Kakak mau tau apa jawabnya?"


"Apa?"


"Key, aku tak ada waktu untuk memikirkan masalah cinta. Saat ini aku ingin fokus pada karirku," ucap Key sambil menirukan gaya dan suara Ardhan. "lah, Naura itu apa? heran 'kan?! Apa mungkin itu alasan Ardhan saja? Sebenarnya ia ingin menolak Key, tetapi tidak ingin Key terlalu kecewa," kesal Keyla.


Aditya memijit pelipisnya. Ia agak bingung setelah mendengar penuturan Keyla saat itu.


Keyla terdiam sambil memikirkan kata-kata Aditya barusan dan ia rasa apa yang dikatakan oleh lelaki itu ada benarnya.


"Kak Adit benar juga. Tau ah, Kak. Dia memang aneh dan semoga saja setelah ini dia sadar bahwa selama ini dia sudah mengecewakan hati Keyla," jawab Keyla.


Beberapa jam kemudian.


Aditya dan Keyla bersiap pulang dan ketika mereka ingin melangkah keluar dari ruangan itu tiba-tiba Adriela menghampiri mereka.


"Key, maafkan aku. Sebenarnya aku tidak ingin mengganggu kalian, tapi--" ucapan Adriela terjeda. Ia menatap wajah cantik Keyla dan Aditya secara bergantian.


"Tapi kenapa, Driel?" tanya Keyla kebingungan.


"Aku numpang pulang, boleh? Soalnya aku gak berani pesan taksi online kalo udah jam segini," ucapnya sambil menahan malu.


Keyla dan Aditya pun tersenyum.


"Tentu saja, kenapa tidak. Ya 'kan, Key?" jawab Aditya.


"Ya," sambung Keyla.


Adriela menghela napas lega karena Keyla dan Aditya bersedia membawanya pulang bersama. "Terima kasih, Key, Kak Adit,"


"Sama-sama," jawab Aditya dan Keyla bersamaan.


Mereka pun berjalan bersama menuju tempat parkir, dimana mobil Aditya masih berada disana. Adriela beberapa kali memperhatikan wajah tampan Aditya. Saat lelaki itu membalas tatapan Adriela, gadis itu malah berpura-pura membuang muka dan melihat kearah lain.


"Key, kamu dan Kak Aditya-- ehm-- pacaran, ya?" bisik Adriela yang berjalan disamping Keyla.


"Ehm, sebenarnya--" Keyla menggaruk tengkuknya.


Ia bingung harus menjawab apa. Ia ingin berkata jujur bahwa mereka bukanlah pasangan kekasih, takutnya nanti Adriela malah bocor dan memberitahu Ardhan bahwa mereka hanyalah pasangan pura-pura. Sedangkan Ardhan tahu bahwa mereka adalah pasangan kekasih.


"Ya, baru beberapa hari yang lalu kami jadian. Benarkan, Kak Adit?" ucap Keyla sambil mengedipkan matanya berkali-kali kepada lelaki itu.


Aditya tersenyum, ia mengerti apa yang dimaksud Keyla saat itu. "Ya, itu benar," jawab Aditya.


Adriela tersenyum kecut setelah mendengar jawaban dari pasangan itu.


...***...