
Perlahan Naila meraih telepon yang ada diatas meja Guru tersebut. Ia bingung harus menghubungi siapa, Tante Mira atau Keanu. Akhirnya setelah mempertimbangkan semuanya, Naila memilih menghubungi nomor ponsel Keanu.
Sementara itu di kantor Keanu.
Ternyata bukan hanya Naila yang merasakan ngantuk yang luar biasanya. Keanu pun merasakannya. Bahkan Keanu lebih parah dari Naila, hampir setiap malam lelaki itu bergadang demi kedua bayi kembarnya.
Sudah beberapa kali Keanu menjatuhkan berkas di tangannya akibat ngantuk yang ia rasakan. Sid bahkan tidak tega melihat keadaan Keanu saat itu.
Dreettt ... dreettt ...
Ponsel Keanu bergetar dari dalam saku celananya. Keanu terkejut dan segera meraih ponsel itu. Ia memperhatikan nomor yang tertera di layar ponselnya. Nomor yang tidak tersimpan di daftar kontaknya.
Dengan ragu-ragu, Keanu menerima panggilan tersebut.
"Ya, selamat siang." Sambil menautkan kedua alisnya, Keanu mencoba mendengarkan dengan baik suara dari seberang telepon.
"Hubby, datanglah ke sekolah Naila sekarang! Naila lagi dalam masalah," bisik Naila agar tidak terdengar oleh Gurunya.
"Naila?!" pekik Keanu. Matanya yang tadinya mengantuk berat, setelah mendengar Naila dalam masalah, tiba-tiba saja menjadi terang benderang.
"Masalah apa? katakan, Naila!" ucap Keanu panik.
"Pokoknya datang aja ke sekolah Naila dan temui Naila di ruang guru." Naila segera menutup teleponnya.
"Naila? Nai! Naila ..."
Keanu bergegas meninggalkan kantornya tanpa mempedulikan berkas-berkasnya yang masih berhamburan diatas meja kerjanya.
"Ada apa, Tuan?" tanya Sid sembari mengikuti langkah kaki Keanu.
"Naila dalam masalah, kita harus segera ke sekolahnya!" sahut Keanu.
Dengan langkah tergesa-gesa, Keanu berjalan menuju tempat parkir. Dimana Sid memarkirkan mobilnya. Keanu bahkan melupakan rasa lelah serta kantuknya ketika mendengar istri kecilnya dalam masalah.
Di Sekolah Naila.
Bu Guru yang terkenal kejam itu terus memelototi Naila. Naila tidak berani macam-macam, hanya bisa menundukkan kepalanya sambil sesekali melirik Gurunya itu.
"Cepatlah, Hubby! Lama-lama disini, Naila bisa pipis dalam celana karena ketakutan!" gumam Naila sambil meremas ujung roknya.
"Kamu bilang apa?" tanya Bu Guru.
Naila menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak, Bu! Naila tidak bilang apa-apa, kok!" sahut Naila.
Tidak berselang lama, akhirnya Keanu tiba di Sekolah Naila. Lelaki itu kembali melangkah dengan cepat menuju ruang guru, dimana Naila dan Gurunya sudah menunggu. Lelaki itu tidak mempedulikan para siswi-siswi yang berteriak histeris, meneriakinya.
Dengan langkah cepat, Keanu menuju ruangan, dimana Naila dan Gurunya sudah menunggu. Naila semringah ketika Keanu tiba di ruangan itu.
"Sebenarnya ada apa ini, Bu?" tanya Keanu.
"Anda siapanya Naila? Om atau ..."
"Saya orang yang bertanggung jawab atas Naila," sela Keanu sambil mengulurkan tangannya kepada Bu Guru.
Bu Guru itu terus memperhatikan Keanu. Memang sembari menyambut uluran tangan lelaki itu.
"Ehm, baiklah kalau begitu. Tuan, hari ini Naila kedapatan tidur di kelas, disaat jam mata pelajaran saya. Dan saya tidak bisa mentolerir murid yang sudah membuat kesalahan kepada saya. Jadi, saya tekankan kepada anda, agar kegiatan Naila diluar sekolah lebih dipantau lagi. Saya tidak ingin hal ini terulang lagi, Tuan," keluh Bu Guru dengan wajah serius menatap Naila.
Naila dan Keanu saling tatap. Mereka bingung harus berkata apa kepada Guru tersebut. Karena yang mengetahui status Naila saat ini hanya Kepala Sekolah.
"Memang ada keperluan apa hingga kamu harus bergadang, Naila? Kamu pasti bergadang, 'kan?" tanya Ibu Guru itu lagi.
Naila menghembuskan napas berat. Ia pasrah, berbohong pun rasanya tidak lucu untuk saat ini. Naila menoleh kepada Keanu dan Keanu hanya bisa mengangkat sebelah alisnya sambil membalas tatapan Naila.
"Baiklah, Bu. Saya ingin mengatakan yang sebenarnya. Sebenarnya saya sudah menikah dan Ini suami saya, Keanu. Kami sudah memiliki sepasang bayi kembar. Dan tadi malam, kebetulan salah satu Bayi kembar kami bergadang, Bu. Mau tidak mau kamipun ikut begadang," tutur Naila pasrah.
Mata Bu Guru itu membulat. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Ka-kamu sudah menikah? Terus, kenapa masih melanjutkan sekolah? Apa Bu Kepala Sekolah sudah tahu hal ini?" ucap Bu Guru terbata-bata.
Naila dan Keanu serempak menganggukkan kepala mereka.
"Oh, Astaga!" pekik Bu Guru.
. . .
Naila melangkah gontai menuju kelasnya. Entah kenapa Naila merasa ada yang aneh. Seluruh siswa di sekolah itu sepertinya sedang memperhatikan dirinya dengan berbagai macam ekspresi.
Naila mencoba berpikir positif dan tetap melanjutkan langkahnya. Ketika ia tiba didepan kelasnya, Naila sudah disambut oleh kedua sahabatnya. Mereka menarik tangan Naila dan membawanya masuk kedalam kelas. Kebetulan didalam kelas hanya ada mereka bertiga.
"Nai? Apa itu benar? Seluruh siswa sedang menggosipkan dirimu!" tanya Ria dengan wajah penasaran menatap Naila.
"Gosip apa?" Naila membalas tatapan Ria sambil menautkan kedua alisnya.
"Nai, mereka bilang kamu sudah menikah. Dan katanya lagi Om Bule itu adalah suami kamu!" tanya Ria berapi-api.
"Hufttt!" Naila menghembuskan napas berat sembari membereskan peralatan sekolahnya dan memasukkannya kedalam tas.
"Apa yang dikatakan oleh mereka itu benar, Om Bule yang kamu lihat tadi pagi adalah suamiku. Kami sudah punya sepasang anak kembar dan tadi malam aku harus bergadang karena salah satu Bayi comelku matanya melek sepanjang malam," tutur Naila.
Ekspresi kedua sahabatnya pun sama, mereka membulatkan mata mereka sambil menutup mulut dengan kedua tangan.
"Trus, bagaimana sekarang?" tanya Kamila cemas.
Naila tersenyum hangat kemudian memeluk kedua sahabatnya. "Suamiku memutuskan untuk menghentikan sekolah ku. Ehmmm, aku pasti sangat merindukan kalian! Jangan pernah lupakan aku, ya!" ucap Naila.
Mata kedua sahabatnya mulai berkaca-kaca. Mereka tidak percaya bahwa hari ini adalah hari terakhir mereka bisa berkumpul bersama Naila.
"Jangan pernah lupakan kami, Naila." ucap kedua sahabatnya sembari memeluk tubuh Naila.
Naila tersenyum, "Tidak akan. Tapi, kalian masih bisa mengunjungiku, kok! Kita bisa bermain bersama si Kembar Danish dan Danisha."
"Beneran boleh, Nai?" tanya Keduanya.
"Tentu saja, kenapa tidak?! Oh ya, ngomong-ngomong dari mana mereka tahu gosip itu? Bukankah yang mengetahui hal ini, hanya Bu Kepala Sekolah dan Bu Guru tadi," tanya Naila kebingungan.
"Ehmm ... menurut mereka, ada yang mengintip kalian bicara di ruang guru." sahut Ria.
Naila menghembuskan napas berat. "Ya, sudahlah. Nasi sudah jadi bubur. Lagipula suamiku sudah tidak mengizinkan aku bersekolah di sekolah umum lagi. Ia takut kondisiku semakin kacau," tutur Naila.
. . .
Ria dan Kamila menemani Naila hingga ke depan gerbang sekolah. Dimana Keanu sudah menunggu disana. Keanu meraih tas dan buku-buku yang Naila bawa kemudian meletakkannya kedalam mobil.
Naila kembali berbalik, ia menatap wajah sendu kedua sahabatnya. Dan merekapun berpelukan sambil menangis haru. Keanu pun sebenarnya tidak tega. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah jalan yang terbaik untuk Naila dan juga bayi kembarnya.
"Mari, Baby," ajak Keanu sembari mengulurkan tangannya kepada Naila.
"Aakhhh!!!" jerit kedua sahabat Naila.
"Mr. Bule ... kita foto bareng!" seru Ria, sahabatnya yang paling rame.
"Aku ikut!!!" lanjut Kamila.
Akhirnya merekapun berselfie ria didepan gerbang sekolah. Dan yang membuat Naila kesal, ia lah yang menjadi fotografer dadakan untuk kedua sahabatnya.
"Naila, jangan tekuk wajahmu! Sebaiknya fokus saja pada kameranya!" goda Ria.
"Kalian benar-benar menyebalkan!"
Setelah kedua sahabatnya puas berselfie ria dengan suaminya, merekapun berpisah. Sid segera melajukan mobilnya kembali ke kediaman Keanu.
"Maafkan aku, Beb. Aku terpaksa melakukan ini. Aku tidak bisa membiarkan dirimu semakin kerepotan dengan kegiatanmu. Kasihan dirimu, juga si Kembar," tutur Keanu.
Naila menyandarkan kepalanya ke dada Keanu. "Maafkan Naila juga ya, Hubby! Seharusnya Naila mengikuti apa kata Hubby soal Home Schooling. Bukannya malah kekeh sekolah di sekolah umum," sahut Naila dengan wajah sendu.
"Tidak apa, dengan begitu kamu tahu bagaimana repotnya sekolah di sekolah umum dengan dua bayi kembar, 'kan," ucap Keanu sambil terkekeh pelan.
"Iya, ternyata Naila kewalahan, Hubby. Maafkan Naila ..."
...***...