
"Aaaakkkkhhhh!!!"
"Nai, ada apa?" pekik Keanu.
Keanu yang tadinya masih tertidur lelap, tiba-tiba saja terbangun, setelah mendengar suara teriakan Naila disamping telinganya
"Mana pembatas kita? Dan ini, apa ini? Kamu sudah masuk ke wilayahku!" pekik Naila dengan wajah cemas.
"Ya ampun, Nai! Aku kira ada masalah apa. Eh, ternyata cuma masalah wilayah." Keanu bangkit kemudian memunguti bantal dan guling yang berserakan di lantai. Lelaki itu menyusun kembali bantal dan guling itu seperti semula, sama seperti Naila menyusunnya.
"Sudah, selesai! Sekarang tidurlah lagi!" Keanu menjatuhkan tubuhnya dibagian wilayahnya kemudian melanjutkan tidurnya. Sedangkan Naila mencoba mengintip bagian tubuhnya. Ia takut laki-laki itu sudah menyentuhnya tanpa izin.
"Tidak perlu takut, Naila. Pakaianmu masih utuh," sambung Keanu dengan mata tertutup. Naila mendengus kesal kemudian kembali memejamkan matanya.
Beberapa hari kemudian
Naila duduk bersantai diruang tengah sambil menonton TV sambil tersenyum-senyum sendiri. Keanu hanya bisa memperhatikan wanita itu dari kejauhan. Namun, lama kelamaan lelaki itupun penasaran dan berjalan menghampirinya.
"Apa sih yang kamu lihat , hingga tersenyum-senyum seperti itu?" tanya Keanu sembari duduk disamping Naila.
Naila sempat menoleh, tetapi hanya sebentar. Setelah itu ia kembali fokus pada layar TV. Naila kembali tersenyum sambil mengelus perutnya.
"Siapa sih dia?" tanya Keanu sembari menunjuk seorang Aktor ganteng di drama yang sedang ditonton Naila.
"Dia aktor paling hot tahun ini, lho! Dia ganteng, 'kan? Moga aja dede ku bisa setampan dia." Naila kembali mengelus perutnya.
"Apa?!" pekik Keanu sambil mengernyitkan dahinya. Dan pekikan Keanu membuat Naila terkejut dan menekuk wajahnya.
"Eh, aku gak terima ya, anakku mirip aktor itu! Aku bahkan jauh lebih tampan darinya!" kesal Keanu sembari meraih remote control kemudian mematikan TV.
"Ah! Kenapa dimatikan?" Naila ikut kesal. Ia memperhatikan Keanu dari ujung kepala hingga ujung kaki sambil tersenyum kecut. "Ya, kamu memang tampan, tapi sayang sudah tua." sambung Naila.
"Apa!" pekik Keanu lagi. Kini perhatian Keanu tertuju pada jari manis Naila yang kosong. Dia kembali terkejut karena Naila tidak mengenakan cincin pernikahan mereka. "Mana cincinmu?" tanya Keanu sembari meraih tangan Naila.
"Cincinnya terlalu besar, aku tidak suka," sahut Naila sambil tersenyum kecut.
Keanu menggelengkan kepalanya sambil menatap Naila. "Ya ampun, Nai! Bukankah itu pilihan mu sendiri? Lalu kenapa sekarang malah bilang tidak suka," tanya Keanu.
"Maaf," lirih Naila. Tidak mungkin bagi Naila mengakui bahwa ia membeli cincin itu hanya untuk menguji kesabaran Keanu. Padahal ia memang tidak terlalu suka dengan cincin itu.
"Ya, sudah. Kita beli yang baru lagi. Tapi, kali ini kamu harus pilih yang benar, ya! Jangan sampai hal ini terulang lagi," tutur Keanu.
Naila pun menganggukkan kepalanya perlahan.
"Nai, setelah melahirkan, aku ingin mengesahkan pernikahan kita. Aku ingin mengadakan acara resepsi pernikahan kita sebagaimana mestinya. Biar semua orang tahu bahwa kamu adalah istriku, istri sahku," tutur Keanu sambil merapikan rambut Naila.
Naila hanya diam sambil memperhatikan Keanu yang kini membelai pipinya.
"Bagaimana Naila, kamu setuju?" tanya Keanu.
Naila pun menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Naila setuju,"
Tiba-tiba raut wajah Naila berubah. Ia memeluk perutnya dengan wajah pucat. Keanu yang sedari tadi memperhatikan Naila pun ikut panik.
"Nai? Naila, kamu kenapa?" Keanu panik kemudian ikut mengelus perut Naila.
"Ti-tidak tau. Perut Naila mendadak sakit!" sahut Naila dengan terbata-bata sambil menahan sakitnya.
"Entahlah," Naila kembali meringis kesakitan. Wajahnya bahkan sampai memucat karena menahan rasa sakitnya.
"Bertahanlah, Naila! Kita akan segera ke Rumah Sakit!" Keanu mengangkat tubuh Naila dan membawanya menuju halaman depan.
Bi Iyem yang tidak sengaja melihat kejadian itu, ikutan panik. Ia bergegas mengikuti langkah Keanu dari belakang. "Nona kenapa, Tuan? Apa Nona akan melahirkan?" tanya Bi Iyem.
"Ya, Bi. Sepertinya begitu!"
Setibanya di halaman depan, Sopir pribadi Keanu segera menghampiri dan membukakan pintu mobil untuk Keanu. Dengan sangat hati-hati, Keanu meletakkan tubuh Naila kedalam mobil dan setelah itu iapun segera menyusulnya.
"Bi, tolong hubungi Tante Mira dan Adnan, katakan Naila akan melahirkan dan dibawa ke Rumah Sakit," ucap Keanu.
"Baik, Tuan!" sahut Bi Iyem. "Semoga persalinanmu lancar ya, Nak."
Setelah mobil yang ditumpangi Keanu dan Naila meninggalkan halaman rumahnya, Bi Iyem segera menghubungi Tante Mira. Kebetulan saat itu Tante Mira masih menikmati teh hangat kesukaannya sambil bersantai diruang tengah.
Dreettt ... dreettt ...
Tante Mira segera meraih ponselnya kemudian meletakkannya ke samping telinga. "Ya, hallo?"
"E-ehm, Nyonya Mira, Nona Naila barusan dibawa Tuan Keanu ke Rumah Sakit, sepertinya Nona Naila akan segera melahirkan," tutur Bi Iyem dari seberang telepon.
"Apa?! Baiklah, kami akan segera menyusul kesana!"
Tante Mira bangkit dari posisi duduknya dan segera menuju kamar Adnan. Beruntung saat itu Adnan berangkat ke Restoran agak siang. Jadi, Tante Mira bisa meminta Adnan untuk ikut bersamanya.
"Nan, Adnan!" teriak Tante Mira sembari mengetuk pintu Adnan.
Adnan pun bergegas membukakan pintu kamarnya. "Ya, Tante."
"Adnan, cepat! Naila akan melahirkan, dia sudah dibawa ke Rumah Sakit oleh suaminya," tutur Tante Mira dengan wajah panik.
"Baiklah, ayo Tante!" Adnan pun ikut panik. Ia bergegas menuju mobilnya dan disusul oleh Tante Mira dari belakang.
Adnan segera memasuki mobilnya dan melaju menuju rumah sakit dimana Naila akan melahirkan. Tante Mira terus bergumam disepanjang perjalanan. Ia mendoakan agar keponakan dan kedua cucunya selamat.
Setelah beberapa menit, mobil yang dikemudikan oleh Adnan pun tiba di Rumah Sakit. Mereka bergegas menuju ruangan persalinan, dimana Naila akan melahirkan.
Setibanya diruang itu, mereka melihat Keanu sedang mondar-mandir didepan ruangan dengan wajah cemas. Mulutnya terus bergumam, sepertinya ia juga sedang mendoakan keselamatan untuk Naila dan kedua bayinya.
Melihat kepanikan Keanu, entah kenapa Tante Mira merasa ada yang tidak beres sedang terjadi pada keponakannya. Wanita itu bergegas menghampiri Keanu dan menanyakan bagaimana keadaan Naila. "Keanu, bagaimana keadaan Naila, apa dia baik-baik saja?" tanya Tante Mira dengan wajah cemas menatap Keanu.
"Tekanan darah Naila naik pesat, Tante. Dia sangat ketakutan dan juga panik ketika di perjalanan. Dokter tidak menyarankan saya untuk ikut masuk kedalam. Dan bahkan sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana keadaan Naila," lirih Keanu dengan mata berkaca-kaca menatap Tante Mira. Airmata yang tertahan di pelupuk matanya nyaris tumpah.
"Oh, Tuhan! Naila ..." Tubuh Tante Mira merosot ke lantai dan menangis disana. Adnan segera menghampiri Tante Mira dan mengajaknya duduk di kursi tunggu yang ada diruangan itu. Sama seperti halnya Tante Mira, Adnan pun shok mendengarnya.
"Tenanglah, Tante Mira. Kita doakan saja agar Naila dan kedua bayinya baik baik saja,"
"Adnan, Tante bisa gila jika Naila ..."
"Hush! Jangan katakan hal itu, Tante! Yakinlah Naila dan bayinya akan baik-baik saja," sela Adnan
...***...