
Melisa bergegas menghampiri Keanu kemudian memeluk tubuhnya. Keanu merasa risih, ia melepaskan pelukan Melisa kemudian menatap wanita itu dengan tatapan dingin.
"Dimana Tuan Rendra?" tanya Keanu.
Melisa tersentak kaget karena ternyata Keanu masih menolaknya. Dan sekarang, lelaki itu malah mencari sosok Ayahnya.
"Ayah? Ada perlu apa kamu sama Ayahku?" tanya Melisa penasaran sembari menautkan kedua alisnya.
"Sid, panggil Tuan Rendra kemari! Katakan saja, ada hal penting yang ingin ku bicarakan kepadanya," titah Keanu.
Setelah mendengar perintah Keanu, Sid segera mencari keberadaan Tuan Rendra dari ruangan satu ke ruangan lainnya. Hingga ia menemukan lelaki itu tengah termenung diruang kerjanya sambil menatap beberapa berkas-berkas yang ada di tangannya.
"Tuan Rendra, Tuan Keanu ingin membicarakan hal penting kepada anda dan keluarga. Dia menunggu anda di ruang tengah" ucap Sid sembari mempersilakan Tuan Rendra untuk segera mengikutinya.
"Baiklah." Tanpa pikir panjang, Tuan Rendra mengikuti langkah kaki Sid menuju ruang tengah. Dan setibanya disana, ternyata benar, Keanu sudah menunggu kehadirannya.
"Nak Keanu, ada yang bisa ku bantu?!" tanya Tuan Rendra sembari menghampiri Keanu kemudian duduk disampingnya.
Keanu tersenyum hangat sembari menepuk pundak Tuan Rendra. "Tuan Rendra, sebelumnya saya ingin meminta maaf jika kedatangan saya kali ini membuat kalian semua kecewa. Namun, saya tidak punya pilihan lain lagi, jadi dengan terpaksa saya harus melakukannya," tutur Keanu.
Tuan Rendra dan Nyonya Rita sempat saling bertatap mata. Mereka bingung dengan apa yang diucapkan oleh menantu mereka. Begitupula Melisa, iapun tidak kalah bingung. Namun ia sudah merasakan firasat yang tidak baik dari penuturan Keanu barusan.
"A-apa maksudmu, Nak?" tanya Tuan Rendra terbata-bata.
Keanu menghembuskan napas berat sebelum ia mengatakan maksud kedatangannya. "Tuan Rendra, Nyonya Rita, maksud kedatangan saya kesini hanya untuk mengatakan bahwa saya sudah tidak bisa lagi meneruskan pernikahanku dengan Melisa. Hari ini aku ingin menyerahkan Melisa sepenuhnya kepada kalian berdua selaku kedua orang tuanya," tutur Keanu.
Penuturan Keanu membuat mata ketiga orang itu terbelalak. Terlebih Nyonya Rita dan Melisa.
"Tidak! Tidak! Kumohon, Keanu! Kamu tidak bisa lakukan ini padaku," ucap Melisa panik sembari memeluk lengan Keanu.
Bukan hanya Melisa yang tidak terima dengan keputusan Keanu. Namun, Nyonya Rita dan Tuan Rendra pun sangat tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh Keanu barusan.
"Tidak bisa seperti itu, Keanu! Saat ini Melisa tengah mengandung anakmu, bagaimana bisa kamu menceraikannya begitu saja?!" kesal Nyonya Rita.
Keanu terkekeh mendengar ucapan Nyonya Rita. "Sebaiknya kamu akui saja semuanya, Melisa. Tidak usah berkilah lagi. Biar Ayah dan Ibumu tahu yang sebenarnya," ucap Keanu kepada Melisa yang mulai memucat karena ketakutan. ia sangat takut seluruh kebohongannya terbongkar.
"Kumohon, Keanu ... jangan lakukan itu padaku, kasihanilah aku ..." Melisa masih memeluk tangan kekar Keanu dan tak ingin melepaskannya.
"Mengakui apa, Melisa! Katakan," teriak Nyonya Rita dengan wajah cemas sekaligus penasaran. Wanita itu menarik tubuh Melisa yang masih menempel di lengan Keanu dengan kasar. Kemudian ia menatap matanya tajam.
"Tidak ada apa-apa, Bu! Keanu hanya salah paham kepada Mel, itu saja!" lirih Melisa dengan derai airmata.
"Sebenarnya ada masalah apa, Keanu? Kenapa kamu mengambil keputusan yang seperti itu? Cobalah jelaskan permasalahannya dengan baik, siapa tahu kita bisa mendapatkan solusi yang terbaik tanpa harus melakukan perceraian," ucap Tuan Rendra.
Mata Tuan Rendra kembali terbelalak setelah mendengar ucapan Keanu. Emosinya kembali naik, ia berpaling kemudian menatap Melisa yang masih menangis disamping Ibunya. Dan bukan hanya Tuan Renda, reaksi Nyonya Rita pun sama. Ia begitu shok setelah mendengarnya.
"Melisa, benarkah itu? Katakan sejujurnya, Melisa! Jangan buat Ayah dan Ibu malu!" ucap Nyonya Rita sembari mengguncang-guncang tubuh Melisa dengan kasar. Nyonya Rita bahkan tidak mampu menahan air matanya untuk tidak mengucur.
"Itu tidak benar, Bu ... Dokter itu salah! Ia salah dalam menghitung usia kehamilan Melisa," kilah Melisa sembari memeluk sang Ibu.
Keanu terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka Melisa masih bisa berkilah dengan baik. Tetapi beruntung, dia masih punya bukti yang kuat, yang dapat membuat Melisa tidak berkutik lagi.
"Itu benar, Nak Keanu! Dokter itu bisa saja salah dalam menghitung usia kehamilan Melisa. Kenapa tidak dicoba periksakan ke Dokter lain?" ucap Nyonya Rita,
"Lalu bagaimana dengan ini? Apa kamu masih bisa berkilah, Melisa?" ucap Keanu sembari memberi isyarat kepada Sid untuk menyerahkan ponselnya yang berisi video rekaman pengakuan Andre kepada Tuan Rendra.
Tuan Rendra pun menyambutnya kemudian memperhatikan rekaman video tersebut dengan seksama. Setelah mendengar penuturan Andre saat itu, iapun tidak dapat berkata apa-apa lagi. Tuan Rendra begitu shok. Ia tidak menyangka anak yang selama ini dia besarkan seperti anaknya sendiri, bahkan ia rela meninggalkan anak kandungnya, ternyata sudah mempermalukan dirinya.
"Ya Tuhan, Melisa! Kamu benar-benar sudah keterlaluan!" hardik Nyonya Rita sembari melayangkan satu pukulan ke wajah Melisa.
Plaakkk!!!
"Akh!" pekiknya.
"Itu bohong, Bu! Aku yakin laki-laki itu sudah dibayar oleh Keanu untuk mengakui kebodohan itu!" kilah Melisa lagi sembari mengelus pipinya yang sakit akibat pukulan sang Ibu.
"Maaf, tapi itu adalah kenyataannya, Tuan dan Nyonya Rendra. Maafkan saya menyela pembicaraan kalian dan masuk tanpa seizin dari kalian. Namun, sepertinya saya harus ikut meluruskan permasalahan ini," Ternyata Andre pun mengikuti Keanu hingga kerumah Tuan Rendra. Dan kini lelaki itu berdiri tepat disamping Keanu.
"Ka-kamu?" Melisa kaget bukan kepalang. Ia tidak menyangka ternyata Andre lebih memilih membantu Keanu daripada dirinya.
"Jadi itu benar, Melisa?! Anak yang sedang kamu kandung ini adalah anak dari Pria ini?!" hardik Nyonya Rita yang sudah tidak dapat lagi membendung rasa malunya.
Melisa tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Ia hanya bisa menangis dengan wajah tertunduk. "Awas kalian, aku akan balas kalian semua!!!" batin Melisa.
"Semuanya sudah jelas, bukan? Dan terimakasih atas semua kebohonganmu, Melisa. Jadi tunggu saja surat perceraian kita, Sid akan mengurus semuanya," ucap Keanu.
Dan setelah mengatakan hal itu, iapun segera pergi meninggalkan tempat itu bersama Sid. Dan sebelumnya ia sempat berterimakasih kepada Andre yang sudah bersedia membantunya.
Melisa meradang, ia menyerang Andre dan memukul-mukul dada lelaki itu sambil menangis. "Ini semua gara-gara kamu!" hardiknya.
"Maafkan saya, Nyonya Rita. Saya sudah sejak lama ingin mempertanggung jawabkan perbuatan saya walaupun itu tidak disengaja. Namun, biar bagaimanapun, anak itu adalah anak saya dan saya harus bertanggung jawab atas dirinya. Tapi sayang, Melisa selalu menolak saya karena saya tidak sekaya Tuan Keanu," tutur Andre sembari memegang kedua tangan Melisa yang terus mencoba memukulinya.
Baik Tuan Rendra maupun Nyonya Rita tidak bisa berkata apapun lagi. Tuan Rendra hanya terdiam sambil menatap jendela luar dengan tatapan kosong. Sedangkan Nyonya Rita terus menangis diatas sofa, meratapi nasib sial yang menimpa keluarganya.
...***...