
Naila sempat melirik kearah Keanu yang terus tersenyum kepadanya. Namun, hanya sebentar, setelah itu Naila kembali fokus pada Sop Buah yang sudah membuat air liurnya hampir keluar.
Keanu memperhatikan Naila, begitu lahap menikmati Sop Buah yang baru saja dibelikan oleh Sid. Keanu merasa sangat sedih karena ia sadar ketika Naila tengah berjuang dimasa hamil mudanya, ia terlalu sibuk mengurus Melisa.
"Maafkan aku, Nai ..." batin Keanu.
Setelah selesai menikmati Sop Buah miliknya, Naila pun kembali fokus pada lelaki di sebelahnya yang terus memperhatikan dirinya sejak tadi.
"Nah, Tuan! Sekarang Tuan ingin bicara apa? Naila tidak bisa lama-lama berada disini, Tuan. Tante Mira pasti akan mencemaskan Naila," tutur Naila tanpa menoleh kepada Keanu.
Keanu menghembuskan napas berat dan mencoba meraih tangan Naila. Namun wanita muda itu dengan cepat menepis tangannya, "Eits! Bukankah Tuan sudah berjanji tidak akan menyentuh Naila lagi?!" ucapnya sembari menjauh satu jengkal dari Keanu.
"Baiklah, maafkan aku." Keanu mengangkat kedua tangannya ke samping telinganya.
Setelah Naina kembali tenang, Keanu pun melanjutkan ucapannya. "Nai, aku benar-benar minta maaf atas semua kesalahan ku selama ini. Aku akan melakukan apa saja yang kamu perintahkan asal aku bisa mendapatkan maaf darimu," lirih Keanu dengan wajah sendu menatap Naila.
"Bagaimana, Naila? Apa kamu bersedia memaafkan semua kesalahanku?" sambungnya.
Naila terdiam sejenak sambil memperhatikan wajah sendu Keanu. Mata lelaki itu nampak berkaca-kaca. Dan Naila merasa Keanu tulus meminta maaf kepadanya. Tidak seperti dulu, ketika lelaki itu meminta maaf karena sudah memperkosanya, tetapi terlihat tidak tulus ketika mengucapkannya.
"Maafkan Naila, Tuan. Untuk saat ini, Naila tidak bisa memaafkan Tuan. Hati Naila masih terlalu sakit. Tuan sudah membohongi Naila. Tuan bilang akan bertanggung jawab atas diri Naila, tapi apa buktinya? Tuan malah membuang Naila di malam pertama pernikahan kita, sama seperti Tuan membuang cincin pernikahan itu. Dan apa Tuan tau, malam itu Naila hampir saja diperkosa oleh orang-orang jahat! Apa Tuan peduli? Tidak, 'kan?" sahut Naila sambil terisak.
"Maafkan aku, Nai!" Keanu mengacak-acak rambutnya. Ia benar-benar menyesali perbuatannya. "Aku tidak tahu harus berkata apalagi. Aku sekarang sadar, bahwa aku sudah bersikap keterlaluan padamu dan aku sangat menyesal, Nai. Seandainya nyawaku bisa ditukar dengan maafmu, maka akan ku serahkan nyawaku kepadamu," tutur Keanu.
Naila terdiam, ia menyeka air matanya yang masih meleleh dikedua pipinya.
"Nai, tidak bisakah kamu membuka sedikit hatimu untukku, demi calon buah hati kita?" Keanu mengulurkan tangannya ke hadapan Naila. Terlihat sebuah cincin emas diatas telapak tangan Keanu. Cincin pernikahan milik Naila yang kini selalu ia simpan dengan baik.
Naila memperhatikan cincin itu kemudian meraihnya. "Cincin pernikahan?"
"Ya, Naila. Cincin pernikahan kita. Aku selalu mengenakannya dan tidak akan aku lepaskan lagi," ucap Keanu sembari memperlihatkan cincin di jari manisnya yang sudah lama ia kenakan. Bahkan Melisa pun tidak bisa melarangnya.
Naila memperhatikan cincin yang terpasang di jari manis Keanu kemudian beralih pada cincin yang ada di tangannya. Namun, setelah itu ia mengembalikan cincin yang ada di tangannya kepada Keanu. "Maaf, Tuan. Untuk sekarang Naila tidak bisa menerimanya."
Keanu menahan tangan Naila dan tidak mengizinkan wanita itu mengembalikan cincinnya. "Tidak, Naila. Simpanlah cincin ini. Mungkin suatu saat nanti kamu bersedia mengenakan cincin ini sama seperti ku," ucap Keanu sembari memperlihatkan jari manisnya kembali sambil tersenyum hangat.
Naila menghembuskan napas berat sembari menggenggam erat cincin miliknya. "Bagaimana kabar Nona Melisa?" Naila mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Kami sudah berpisah, Naila. Dan Sid sedang mengurus surat-surat perceraianku dengannya," sahut Keanu.
Naila menoleh kepada Keanu sambil menautkan kedua alisnya. "Kalian bercerai? Tapi kenapa? Bukankah Nona Melisa sedang hamil?" tanya Naila.
"Ada sesuatu hal yang terjadi diantara kami, yang tidak perlu aku ceritakan. Dan ku rasa, perceraian adalah jalan terbaik untuk kami," tutur Keanu.
Naila kembali membuang pandangannya sembari menghembuskan napas berat. Walaupun ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara Keanu dan Melisa. Namun ia turut merasa sedih mendengar pasangan itu akhirnya memutuskan untuk bercerai.
"Nai, bolehkah aku meminta sesuatu padamu? Hanya permintaan sederhana dan tidak akan memberatkanmu, aku janji ..." lirih Keanu.
Naila pun menoleh. "Apa itu?" tanya Naila.
Naila kembali terdiam sembari memperhatikan wajah sendu Keanu. "Tapi ... Tuan tidak akan mengambil mereka dari Naila, 'kan?" Naila balik tanya.
Keanu tersenyum kecut, "Tidak akan, Naila. Aku berjanji, mereka akan tetap bersamamu. Tapi, paling tidak aku boleh menengok mereka, 'kan?"
Naila pun akhirnya mengangguk.
Tepat disaat itu, Adnan tiba. Dengan langkah tergesa-gesa, Adnan menghampiri Naila kemudian meraih tubuh Naila ke sisinya.
"Apa yang kamu lakukan padanya!" teriak Adnan kepada Keanu.
Keanu bangkit dari posisi duduknya kemudian berdiri tepat dihadapan Adnan. "Aku hanya ingin mengajaknya bicara, itu saja," tutur Keanu.
"Kamu!!" Adnan ingin melayangkan tinju ke wajah Keanu tetapi ditahan oleh Naila.
"Jangan, Kak! Dia berkata jujur, dia hanya mengajak Naila bicara, itu saja." Naila memeluk tubuh Adnan agar lelaki itu tidak melakukan aksinya.
"Sebaiknya kita kembali, Naila!" Adnan menggandeng tangan Naila sembari melangkah menuju mobilnya.
Saat itu Keanu merasa cemburu, apalagi ketika Naila menahan tubuh Adnan. Namun, ia masih bisa menahannya.
Keanu terus memperhatikan Naila dan Adnan yang menjauh dan akhirnya menghilang dari pandangannya. Dan disaat itu, Sid tiba sembari memeriksa keadaan Big Bossnya.
"Maafkan saya, Tuan. Saya datang terlambat. Apakah lelaki itu menyakiti anda?" tanya Sid.
"Ya, Sid! Dia menyakitiku. Dia menyakiti hatiku dan itu lebih sakit daripada dia memukul wajahku berkali-kali," tutur Keanu sembari melangkah kembali ke mobilnya.
"Apakah saya perlu membalasnya, Tuan?" tanya Sid
"Tidak perlu. Cara yang tepat untuk membalas perbuatannya adalah merebut Naila kembali." sahut Keanu.
Sementara itu di mobil Adnan,
Lelaki itu terus menggerutu. Bahkan iapun turut kesal kepada Tante Mira yang begitu percaya melepaskan Naila bersama Sopir.
"Tante Mira memang aneh, seharusnya Tante tidak membiarkan kamu pergi bersama Pak Sopir itu! Kan masih ada aku, aku siap mengantarkan kamu kemana saja!" gerutu Adnan.
Naila hanya terdiam dan tidak berani berkata apa-apa, melihat ekspresi wajah Adnan yang sepertinya sedang tidak bersahabat.
"Kamu serius, laki-laki itu tidak berbuat yang aneh-aneh padamu, Naila?" tanya Adnan penuh selidik sembari memperhatikan Naila.
"Iya, Kak. Percaya deh sama Naila, Naila gak bohong, kok. Tuan Keanu hanya ingin meminta maaf sama Naila, itu saja," tutur Naila.
Adnan menghembuskan napas kasar, "Dan kamu memaafkannya?!"
Naila menggelengkan kepalanya. "Entahlah, Kak. Untuk saat ini Naila masih belum bisa memaafkan Tuan Keanu," sahut Naila.
...***...