Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 1


Hai Reader ... Cerita Naila ❤ Keanu, Adnan ❤ Arumi udah End ya ... begitu pula Andre ❤ Mila, anggap aja mereka udah bahagia dengan keluarga kecil mereka.


Dan kali ini Author pengen lanjut Season baru aja, yakni kisah Danish yang berjuang menggapai cintanya. Hanya berfokus pada kisah Danish dan yang lain hanya peran pendukung saja. ❤❤❤


Yang ingin mengikuti ceritanya, monggo silakan. Yang pengen mundur alon-alon juga, monggo silakan 😍😍😍 asal jangan terpaksa, nanti gak enak.


Kenapa gak bikin season barunya dilain judul???


Author takutnya, cerita ini hanya beberapa bab saja. Biasanya Author mah gitu, bikin season lanjutan, bab nya gak pernah banyak, mentok 35/40 bab aja. Kan terlalu dikit kalo diletakkan di judul baru.


Jadi, setelah mempertimbangkan semuanya, daripada bolak-balik tak tentu arah, jadi biar lanjut disini aja 🙏🙏🙏


Oke Reader, 😘😘😘 Big thanks ...


********************************************


"Danish, makannya jangan cepat-cepat!" seru Naila kepada anak pertamanya, Danish.


"Danish sudah terlambat, Mi! Ada rapat penting yang harus Danish hadiri pagi ini!" sahut Danish sambil mengunyah makanannya dengan cepat.


Naila hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar sahutan Danish.


Karena usia Keanu yang sudah tidak lagi muda, kini posisi lelaki itu digantikan oleh Danish. Di usianya yang sangat muda, Danish sudah mulai berkecimpung di dunia bisnis. Dan sekarang seluruh Perusahaan milik Keanu ada didalam genggamannya.


"Dimana Danisha dan Keyla?" tanya Keanu.


"Danisha sudah berangkat pagi-pagi sekali. Sedangkan Keyla, hmmm ...,"Naila menghembuskan napas panjang ketika mengingat si Keyla yang masih bergelut didalam selimutnya yang hangat.


"Masih tidur?" tanya Keanu


"Begitulah! Anak gadismu yang satu itu memang benar-benar ..."


Belum habis Naila berbicara, Keyla tiba diruang makan dengan rambut acak-acakan. Terlihat jelas gadis itu baru saja bangun dari tidurnya, bahkan wajahnya saja masih terlihat kusut.


"Huaaahhhh!!!" Gadis itu menguap sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan, sedangkan tangan sebelahnya digunakan untuk menggaruk-garuk perutnya yang terasa gatal.


Naila dan Keanu kembali menggelengkan kepala melihat kelakuan anak bungsu mereka yang tidak seperti Kakak-kakaknya. Seperti Danisha, sekarang Gadis itu menjadi seorang MUA terkenal. Dia bahkan mulai memproduksi beberapa produk Make Up dengan merk sendiri. Sedangkan Keyla, gadis itu kuliah pun suka bolos.


Danish yang masih asyik dengan sarapannya malah terkekeh melihat reaksi Daddy dan Mami, belum lagi adik bungsunya yang selalu terlihat konyol.


"Keyla, bukalah dulu matamu dengan benar. Cuci muka dan baru kembali kesini!" titah Keanu.


"Ehm, aku sudah selesai!" Danish bangkit dari tempat duduknya kemudian menghampiri Naila dan juga Keanu.


"Danish berangkat dulu ya, Mom, Dad!" seru Danish sambil berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Iya, hati-hati di jalan."


Setelah berpamitan kepada kedua orangtuanya, Danish melangkah keluar dari ruangan itu. Namun, ketika ia berpapasan dengan Keyla, ia sempat mengacak rambut gadis itu.


"Ish, Kakak!" kesal Keyla.


Danish terkekeh sambil melangkahkan kakinya menuju halaman depan dan iapun segera berangkat menuju kantornya.


Sementara itu, masih di ruang makan.


"Aduh, Keyla sayang! Sampai kapan kamu akan seperti ini?" ucap Naila kesal.


Jangankan mendengarkan ucapan Maminya, Gadis itu malah menghampiri meja makan dan duduk disalah satu kursinya. Tangannya mulai bergerak, ingin meraih makanan yang tersedia diatas meja.


Plakkk!!!


"Aww!!!" pekik Keyla.


Gadis itu menekuk wajahnya sambil menatap Keanu. "Daddy jahat!"


"Eh, Daddy geli, ya! Tuh tangan baru saja kamu pake buat garuk-garuk, dah mau nyosor aja ke makanan. Sana, cuci dulu! Baru balik lagi kemari," titah sang Daddy.


Wajah Keyla semakin menekuk. Ia bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan ke dapur untuk mencuci tangannya di westafel.


"Wajahmu jangan lupa dicuci, Key!" teriak Naila.


"Ish, tuh anak! Kira-kira dia itu ngikutin siapa? Jangan-jangan kamu ya, Hubby?!" gerutu Naila.


"Lah, kok aku, Sayang? Ya, enggaklah ... lihat tuh Danish, dia benar-benar seperti aku ketika masih muda," ucap Keanu dengan bangga.


Sementara itu di mobil Danish.


"Pak, nanti ketika melewati perempatan jalan, tolong jangan cepat-cepat, ya!" titah Danish kepada Pak Ahmad, sopir pribadi yang mengabdi sejak lama kepada Tuan Keanu.


"Baik, Tuan." sahut Pak Ahmad.


Setelah mereka melewati perempatan jalan, Pak Ahmad mulai menurunkan kecepatan mobilnya. Danish memperhatikan sebuah toko kecil yang berada dipinggir jalan. Ia mencari sosok Gadis penjual bunga yang selama ini mencuri perhatiannya.


"Ah, itu dia!" gumam Danish sambil tersenyum menatap seorang Gadis manis dan sangat sederhana. Gadis itu sedang berdiri didepan tokonya untuk menawarkan bunga yang ia jual kepada orang-orang yang lewat.


Walaupun tak ada yang berhenti untuk membeli, tetapi Gadis itu tidak pernah menyerah menawarkan bunga-bunganya.


Tiba-tiba saja terbesit rasa iba dihati Danish. Ia segera meminta Pak Ahmad untuk menepikan mobilnya ditempat yang aman, yang letaknya tidak jauh dari toko bunga tersebut.


"Tunggu sebentar ya, Pak! Saya ingin membeli bunga di toko itu," ucap Danish sembari menunjuk kearah toko Gadis itu.


"Baik, Tuan."


Danish bergegas melangkahkan kakinya menuju toko tersebut.


"Selamat pagi, Tuan. Mau beli bunga? Harganya murah kok, Tuan. Dan bunganya pun masih segar. Coba dilihat dulu, siapa tahu Tuan suka," sapa Gadis itu kepada Danish yang mendekat ke arahnya.


Gadis itu tersenyum manis, membuat Danish semakin menyukai Gadis itu.


"Saya ingin bunga yang ini, berapa harganya?" ucap Danish seraya meraih sebuah buket bunga yang ada disamping tubuhnya tanpa melihat bunga apa yang ia raih.


Gadis itu kembali tersenyum. "Owh itu, itu harganya cuma ..." belum sempat Gadis itu menyelesaikan kata-katanya, Danish sudah meraih beberapa lembar uang kertas berwarna merah kemudian menyerahkannya kepada Gadis itu.


"Ini ambil saja kembaliannya,"


Gadis itu memperhatikan uang yang ada di tangannya. "Ehm, Tuan. Kembaliannya banyak sekali!" teriaknya.


"Ambil saja!" sahut Danish dengan langkah cepat kembali ke mobilnya dengan membawa buket bunga tersebut.


"Kenapa, Zia?"


Pemilik Toko bunga tersebut menghampiri Gadis yang bernama Nazia tersebut, kemudian menatap mobil Danish yang sudah menghilang dari pandangan mereka.


"Mungkin dia sedang jatuh cinta, Bu. Makanya dia rela membeli bunga itu dengan harga yang fantastis," sahut Zia sambil terkekeh.


"Ah, kamu bisa aja, Zia."