Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Malam Spesial


Keanu bersandar di sandaran tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Ada beberapa pesan yang ia kirimkan kepada Sid tentang pekerjaan mereka. Sedangkan Naila sedang melakukan ritual mandinya didalam kamar mandi.


Setelah beberapa saat akhirnya wanita itu keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang terurai panjang dengan menggunakan handuk.


Perhatian Keanu kini beralih kepada Naila yang terlihat cantik dengan kimono mandinya. Wanita itu membuat Keanu melupakan chat pentingnya bersama Sid. Ia tersenyum manis sambil memperhatikan Naila dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.


Ketika Naila menyadari bahwa Keanu sedang memperhatikan dirinya, Naila menjadi risih. "Hubby, apa ada yang salah sama Naila?" tanya Naila heran.


Lelaki itu tidak menjawab, ia terus tersenyum sambil memperhatikan Naila tanpa berkedip sedikitpun. Naila berjalan menghampiri Keanu dan duduk disampingnya.


"Hubby, kamu tidak apa-apa, 'kan?" tanya Naila sembari meraba kening Keanu.


"Tidak apa-apa, Baby. Hanya saja kamu terlihat sangat menggoda malam ini," sahut Keanu. Keanu meraih tubuh Naila dan membiarkan wanita itu bersandar di dadanya.


"Baby, usia Baby Danish dan Danisha bahkan sudah hampir tiga bulan. Aku bahkan belum pernah menyentuhmu sampai saat ini. Jadi, kapan aku boleh menyentuhmu, Beb?" tanya Keanu sambil melabuhkan ciuman di puncak kepala Naila.


Deg!!!


Naila terdiam. Inilah yang selama ini ia takutkan. Ia takut Keanu meminta hak sebagai suami kepadanya. Sejujurnya, ia masih trauma dengan kejadian dulu. Ia masih takut melakukan hal itu karena rasa sakitnya masih bisa ia ingat bahkan sampai saat ini.


"Hubby, sebenarnya Naila masih takut melakukan hal itu. Naila masih trauma dengan rasa sakit yang pernah Naila rasakan, Hubby," sahut Naila dengan wajah sendu.


Keanu meraih wajah Naila hingga akhirnya merekapun saling tatap. "Baby, maafkan aku karena sudah melakukan hal itu padamu. Tapi aku berjanji, Beb. Kali ini tidak akan sesakit dulu," bujuk Keanu.


Naila tersenyum kecut sambil menatap wajah Keanu. Tubuhnya terasa panas dingin dan jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Sebenarnya ia ragu memberikan izin kepada suaminya itu untuk menyentuhnya.


"Tapi Naila takut, punya Hubby kan besar!" ucap Naila sambil menundukkan kepalanya, ia malu saat mengucapkan hal itu.


Keanu terkekeh ketika mendengar ucapan istri mungilnya. "Benarkah? Memangnya kamu pernah lihat punyaku?" tanya Keanu sembari menyentuh dagu Naila dengan jari telunjuknya.


"Ya iyalah, Hubby! Naila tidak sengaja melihatnya ketika Hubby melepaskan pakaian Hubby didepan mata Naila!" pekik Naila dengan mata membulat sempurna.


Keanu kembali terkekeh. "Tapi aku serius, Baby. Kali ini tidak akan sesakit malam itu. Aku berjanji," ucap Keanu sambil membelai pipi Naila yang merona karena menahan malu.


"Bagaimana?!" tanya Keanu lagi.


Naila pun pasrah. Walaupun ia ragu, Naila tetap menganggukkan kepalanya sambil terus menatap wajah suaminya. "Janji, tidak sakit, ya?!"


"Janji," ucap Keanu sembari melepaskan baju tidurnya hingga yang tersisa hanya celana boxer yang menutupi area pribadinya.


Keanu melabuhkan kecupan di kening Naila sembari merebahkan tubuh mungil istrinya itu diatas tempat tidur mereka. Perlahan ia melabuhkan kecupan di bibir mungil Naila sembari melum*tnya. Naila begitu kaku, ini pertama kalinya ia melakukan ciuman seperti itu. Setelah puas menguasai bibir Naila, Keanu mulai menyusuri lekuk tubuh Naila yang lainnya.


Ia menciumi bagian leher Naila dan meninggalkan jejak kepemilikannya dibeberapa tempat, di leher istrinya itu. Naila mendesah, tubuhnya bahkan merespon dengan baik semua sentuhan yang diberikan oleh Keanu kepadanya.


Perlahan, Keanu melepaskan ikatan kimono yang sedang dikenakan oleh Naila. Nampaklah dua buah aset kembar milik Naila yang menggoda imannya. Keanu mulai bermain disana sembari ******* puncaknya yang kemerahan.


Naila kembali mendesah, ia mulai merasakan kenikmatan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Puas bermain dengan kedua aset kembar milik Naila, tangan nakal Keanu mulai menjamah area pribadi milik Naila. Ternyata milik Naila sudah siap untuk dimainkan.


"Baby, apa kamu sudah siap?" tanya Keanu.


Naila menganggukkan kepalanya dengan perlahan. "Tapi, tidak sakit kan, Hubby?" tanya Naila yang kembali ragu.


Keanu tersenyum, "Tidak, percayalah padaku."


"Hsstt! Punyaku bahkan belum masuk, Baby," ucap Keanu panik.


"Owh, begitu ya?! Baiklah, sekarang lanjutkan," sahut Naila sembari menutup matanya dengan sangat erat.


Keanu menggelengkan kepalanya karena konsentrasi buyar akibat teriakan istrinya itu. Kini ia kembali berkonsentrasi dan memulai permainan panasnya. Perlahan Keanu mulai menancapkan senjatanya sambil memperhatikan ekspresi Naila.


"Bagaimana, Beb? Sakit?!" tanya Keanu dengan wajah serius menatap Naila.


Naila meringis sambil mengigit bibir bagian bawah. "Tidak sesakit dulu sih, Hubby. Tapi lakukan dengan perlahan, ya!" sahut Naila.


"Baiklah, tahan sedikit lagi, ya!"


Keanu kembali menghentak tubuhnya sekali lagi, hingga akhirnya milik Keanu tertancap dengan sempurna. "Tidak sakit lagi kan, Beb?" tanya Keanu sekali lagi.


Naila menggelengkan kepalanya sambil menatap Keanu. Lelaki itu mulai menaik turunkan pinggulnya sambil menciumi leher Naila. Naila kembali mendesah dan hal itu membuat Keanu semakin bersemangat melakukan permainan panasnya.


Hampir satu jam mereka bermain di atas tempat tidur. Tubuh Naila dan Keanu bahkan sudah dipenuhi oleh cucuran keringat. Dinginnya AC di ruangan itu bahkan tidak mampu mengalahkan panasnya permainan mereka.


"Beb, aku sudah hampir selesai!" seru Keanu sambil mempercepat gerakannya. Hingga akhirnya,


"Akhh!!!" Keanu mengerang diatas tubuh Istrinya. Begitupula wanita itu, ia mencengkeram erat punggung Keanu disaat ia sudah mencapai puncak kepuasannya. Keanu menjatuhkan tubuhnya disamping Naila dengan napas terengah-engah. Ia menatap wanita itu sambil tersenyum hangat.


"Terima kasih, Beb," ucap Keanu.


"Tapi ini bukan yang terakhir kalinya kan, Beb?" tanya Keanu.


Naila terkekeh pelan. "Bagaimana menurutmu, Hubby?"


"Menurutku? Aku akan melakukannya setiap malam bersamamu," sahut Keanu mantap.


Naila tersenyum kecut sembari bangkit dari tempat tidur kemudian melangkah menuju kamar mandi dengan tubuh polosnya. Keanu tersenyum sambil memperhatikan istrinya itu. Ia benar-benar bersyukur akhirnya Naila bersedia menerima dirinya.


Keanu menyusul Naila ke kamar mandi. Ia melihat istrinya itu sedang membersihkan area pribadi miliknya. Keanu menghampiri Naila kemudian memeluknya dari belakang sembari mencium tengkuknya.


"Terima kasih, Baby!"


"Bukankah kamu baru saja mengatakan hal itu, Hubby?" tanya Naila sembari berbalik dan sekarang mereka saling bertatap mata.


"Terima kasih sudah memaafkan semua kesalahanku. Terima kasih sudah bersedia menjadi istriku dan terimakasih karena sudah bersedia menjadi Ibu dari anak-anakku," tutur Keanu kemudian melabuhkan kecupan di kening Naila.


"Sama-sama, Hubby. Naila juga berterima kasih karena selama ini Hubby sudah sabar menghadapi sikap Naila yang kadang-kadang masih suka membangkang perkataannya Hubby," sahut Naila sambil tersenyum manis.


Keanu kembali terpesona dengan bibir mungil yang sudah berhasil ia kuasai itu. Keanu kembali mendekatkan wajahnya dan bersiap menyerang bibir itu lagi. Namun, baru saja ia mencoba melakukannya, tiba-tiba ...


Oeee ... Oeee ....


Naila dan Keanu terkekeh dan melupakan keinginan mereka.


...***...