Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Keanu Berkunjung


Setelah berbincang bersama Tante Mira, akhirnya Naila memutuskan untuk bertemu dengan Keanu dan membicarakan masalah hubungan mereka. Tante Mira pun menyetujuinya, ia ingin yang terbaik untuk Naila serta kedua cucunya nanti. Tante Mira segera menghubungi nomor Keanu dan meminta lelaki itu untuk datang ke rumahnya.


Hampir semalaman Naila tidak bisa tidur. Ia gugup sekaligus takut menghadapi hari esok. Ia juga memikirkan apa saja yang harus ia lakukan untuk masa depannya yang sempat tertunda karena kehamilannya.


Akhirnya pagi pun menjelang. Setelah selesai melakukan ritual paginya, Naila segera keluar dari kamar untuk menemui Tante Mira. Naila melangkah menuju ruang tengah, dan ternyata benar. Tante Mira sedang duduk disana bersama Adnan.


Naila sempat mendengar percakapan mereka dari kejauhan. Dan mereka tengah membicarakan tentang keinginannya bertemu Keanu. Naila menghentikan langkahnya dan mengurungkan niat untuk menemui Tante Mira. Ia memilih berbalik kemudian menuju dapur.


"Jadi ... Naila ingin melanjutkan hubungannya bersama Keanu?" tanya Adnan. Raut wajahnya terlihat kecewa.


Tante Mira mengembuskan napas berat. "Entahlah, Naila bilang, ia ingin mendengar langsung bagaimana keputusan Keanu tentang hubungan mereka," sahut Tante Mira.


Adnan membuang muka, ia benar-benar kecewa mendengar keputusan Naila. "Tentu saja lelaki itu lebih memilih melanjutkan pernikahan mereka. Bukankah memang itu yang diinginkan oleh Keanu?" timpal Adnan.


"Adnan, biar bagaimanapun anak mereka membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya. Dan kasihan mereka jika harus hidup berjauhan bersama Ayah mereka, benarkan?" tutur Tante Mira.


"Adnan siap jadi Ayah untuk mereka, Tante. Adnan akan memberikan kasih sayang seorang Ayah untuk mereka," tegas Adnan.


Tante Mira tersenyum hangat kepada Adnan kemudian menepuk pundaknya dengan lembut. "Lihat saja bagaimana keputusan mereka hari ini. Jika seandainya Naila memang jodohmu, dia tidak akan kemana, Adnan."


Adnan hanya bisa tersenyum kecut sembari menggelengkan kepalanya pelan.


Sementara itu ditempat lain,


"Bagaimana penampilanku hari ini, Bi Iyem? Apa aku sudah terlihat keren?" tanya Keanu kepada Bi Iyem yang sedang menata makanan diatas meja makan.


Bi Iyem menghentikan aktivitasnya kemudian memperhatikan penampilan Keanu yang memang lebih keren dari biasanya. Apalagi laki-laki itu tak henti mengembangkan senyuman. "Wah, Tuan! Anda semakin tampan saja!" seru Bi Iyem.


Keanu semringah, "Hari ini adalah hari yang sangat spesial, Bi. Aku akan menemui istriku. Doakan aku berhasil membawanya pulang ya, Bi," tutur Keanu sembari menarik kursi kemudian duduk disana dan bersiap menikmati sarapan.


Bi Iyem sempat terdiam sejenak. Ia bingung sekaligus terkejut setelah mendengar kata 'Istri'. Yang ada di pikiran Bi Iyem, istri itu ditujukan kepada Melisa dan sangat tidak mungkin kata itu ditujukan kepada Naila. Apalagi selama ini Bi Iyem tidak pernah tahu bahwa Keanu terus mencari keberadaan wanita itu.


"Istri, Tuan? Maksud anda Nona Melisa?" tanya Bi Iyem sambil menautkan kedua alisnya.


"Hush, Bibi! Kenapa masih menyebut nama wanita jahat itu?! Jangan pernah sebut namanya lagi dirumah ini, Bi! Aku sudah benar-benar gerah mendengar nama wanita itu," kesal Keanu.


"Maafkan saya, Tuan. Saya Tidak tahu." Bi Iyem menundukkan kepalanya karena sudah membuat Keanu kesal karena mendengar ucapannya.


"Bi, hari ini aku akan menjemput Naila. Dialah yang akan menjadi Nyonya dirumah ini. Apalagi kami akan kedatangan dua mahluk mungil yang akan meramaikan rumah ini nantinya, Bi! Pokoknya, Bibi doakan saja. Semoga hari ini aku bisa meyakinkan Naila dan membawanya kembali kerumah ini," tutur Keanu dengan penuh semangat.


Bi Iyem terkejut mendengar penuturan Tuan Keanu. Tiba-tiba saja matanya berkaca-kaca. Telihat jelas airmata sudah menggenang dikedua pelupuk matanya. "Benarkah itu, Tuan? Tuan akan menjemput Naila kembali?" lirih Bi Iyem.


"Ya, doakan saja, Bi." Keanu mengelus tangan tua Bi Iyem sambil tersenyum hangat.


"Tapi apa, Bi?" tanya Keanu bingung karena melihat ekspresi Bi Iyem yang tiba-tiba saja sendu.


"Jangan perlakukan Naila seperti dulu, Tuan. Kasihan dia," ucap Bi Iyem sambil menundukkan kepalanya.


Keanu menghembuskan napas berat. Mendengar ucapan Bi Iyem, ia jadi teringat bagaimana perlakuannya selama ini kepada Naila. Perlakukan tidak adil antara Naila dan Melisa. "Ya, Bi. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi. Aku akan memperlakukan Naila dengan sangat baik karena sekarang, dia adalah Nyonya dirumah ini, wanita yang akan memberikan banyak anak untukku," tutur Keanu sembari tersenyum kepada Bi Iyem.


"Terimakasih, Tuan." Bi Iyem lega setelah mendengar penuturan Keanu. Dan ia berharap Tuan Keanu bersungguh-sungguh mengatakannya.


Setelah sarapan paginya selesai, Keanu bergegas menuju halaman depan, dimana Sid sudah menunggunya. Sid tersenyum hangat menyambut kedatangan Keanu sembari membukakan pintu mobil untuk lelaki itu. "Selamat pagi, Tuan. Anda terlihat sangat tampan pagi ini," sapa Sid.


"Tentu saja, Sid. Bukankah hari ini adalah hari yang begitu istimewa buatku," ucap Keanu sembari masuk kedalam mobilnya.


Sid segera melajukan mobilnya menuju kediaman Tante Mira. Dan setibanya disana, mereka sudah disambut oleh Adnan. Adnan menghampiri mobil Keanu kemudian meminta Keanu untuk ikut bersamanya.


"Keanu, ikutlah denganku. Aku ingin bicara denganmu,"


Keanu keluar dari mobilnya kemudian mengikuti langkah Adnan. Ternyata Adnan mengajaknya kebelakang rumah, dimana ada taman bunga mini milik Tante Mira.


"Duduklah, Keanu." Adnan mempersilakan Keanu untuk duduk di kursi yang ada di taman itu.


Keanu pun duduk disana kemudian disusul oleh Adnan. Kedua lelaki itu duduk berdampingan dengan ekspresi wajah berbeda di kursi itu. Jika Keanu memasang wajah bahagia, berbanding terbalik dengan Adnan. Wajah lelaki itu nampak kusut dan seperti tidak bersemangat.


"Ada apa, Adnan? Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Keanu.


Adnan menoleh kepada Keanu sambil tersenyum kecut. "Membicarakan masalah Naila," sahut Adnan singkat.


"Naila?" Keanu tersenyum sambil menatap wajah masam Adnan.


"Keanu, apa kamu benar-benar mencintai Naila? Katakan sejujurnya Keanu! Jangan bilang kamu menginginkan Naila hanya karena ada generasi penerusmu didalam kandungannya," tanya Adnan dengan wajah serius menatap Keanu.


Keanu masih menyunggingkan senyuman kepada lelaki di sebelahnya. "Ya, aku mencintai Naila. Bahkan melebihi apapun," sahut Keanu yakin.


Adnan tersenyum sinis, " Benarkah? Sejak kapan kamu mencintai Naila? Bukankah selama ini hatimu mendua, Keanu? Dan aku tidak percaya ada kata cinta yang tulus dari orang yang sedang menduakan hatinya,"


Ekspresi Keanu sempat berubah, terapi hanya beberapa detik. Setelah itu Keanu kembali tersenyum hangat kepada Adnan.


"Aku memang bodoh Adnan, aku bahkan tidak pernah menyadari bahwa selama ini aku memang mempunyai perasaan lain terhadap Naila. Hanya saja aku terus menyangkalnya karena Naila masih sangat muda. Aku menyukai Naila bahkan sejak pertama Naila bekerja di rumahku. Dan aku sempat dilema dengan perasaanku terhadap Naila." Keanu menghembuskan napas berat.


"Disitulah kesalahan terbesarku dimulai, Adnan. Dimana aku memutuskan melanjutkan hubunganku bersama Melisa," Terlihat penyesalan yang amat besar di wajahnya.


...***...