
"Keanu, sudah ku bilang, aku baik-baik saja. Tidak usah terlalu mencemaskan aku seperti ini! Lagipula ini sudah biasa terjadi 'kan?" bujuk Melisa.
Keanu tidak perduli, ia tetap memerintahkan Sid untuk mengantarkan mereka ke Rumah Sakit. Walaupun Melisa sudah memintanya kembali ke kediaman mereka dengan berbagai macam alasan.
"Sudahlah, jangan banyak alasan! Aku takut terjadi apa-apa padamu dan juga bayi kita, Melisa!" sahut Keanu.
Akhirnya Melisa mengalah, ia pasrah dan membiarkan Sid mengantarkan mereka ke Rumah Sakit.
Di sepanjang perjalanan, Melisa hanya bisa meringis menahan sakit yang ia rasakan pada perutnya. Sedangkan Keanu mencoba meringankan rasa sakit yang dirasakan oleh Melisa dengan cara mengelus lembut perutnya.
"Tahan ya, Mel. Sebentar lagi kita tiba di Rumah Sakit," ucap Keanu dengan wajah cemas.
Setelah beberapa saat, akhirnya merekapun tiba di Rumah Sakit tersebut. Para Perawat berdatangan menyambut Melisa dan iapun segera mendapatkan pertolongan.
***
Keanu menunggu diluar ruangan, dimana Melisa dirawat. Sudah hampir satu jam ia menunggu disana, hingga akhirnya Dokter yang bertugas memeriksa keadaan Melisa pun keluar.
Dokter itu menghampiri Keanu sambil tersenyum ramah. "Anda suami pasien?" tanya Dokter itu.
"Ya, Dok. Saya suaminya," jawab Keanu.
Dokter itu kembali tersenyum. "Sebaiknya kita bicara di ruangan saya saja, Tuan. Ada yang ingin saya sampaikan kepada anda dan ini sangat penting," ucap Dokter itu seraya mempersilakan Keanu untuk ikut bersamanya.
Keanu pun segera bangkit dan mengikuti Dokter itu menuju ruangannya. Tidak lupa, Dokter itupun mempersilakan Keanu untuk duduk di kursi yang berada didepan meja kerjanya. "Silakan duduk, Tuan."
Keanu pun duduk seraya memperhatikan Dokter itu. "Bagaimana keadaan Istri dan Anak saya, Dok?" tanya Keanu dengan wajah panik.
"Sebenarnya begini, Tuan ...?" Ucapan Dokter itu terhenti,
"Keanu," sahut Keanu.
"Tuan Keanu, Sebenarnya kandungan Istri anda baik-baik saja. Ini semua terjadi karena Nyonya Melisa terlalu banyak pikiran. Dan hal itu memang sangat tidak baik bagi calon bayi anda. Dan menurut Nyonya Melisa, ia memang sering mengalami stress akhir-akhir ini. Apakah itu benar, Tuan Keanu?" tanya Dokter.
Keanu terdiam sambil memikirkan hubungannya dengan Melisa yang akhir-akhir ini memang lagi ada masalah. Belum lagi permasalahan baru yang menimpa keluarga istrinya itu.
"Ya, Dok. Akhir-akhir ini Istri saya memang lagi banyak masalah," sahut Keanu dengan wajah tertunduk. Entah mengapa, ia merasa sangat bersalah kepada wanita itu. Karena selama ini ia terlalu fokus kepada Naila dan melupakan Melisa yang juga membutuhkan dirinya sebagai seorang suami.
"Nah, itulah sebabnya mengapa kandungan Nyonya Melisa bisa keram seperti itu. Ia terlalu banyak pikiran dan hal itu bisa mempengaruhi kondisi bayi anda, Tuan Keanu. Saya takut Nyonya Melisa akan melahirkan sebelum waktunya," tutur Dokter itu.
"Sebenarnya usia kandungan Istri saya sudah berapa minggu, Dok?" tanya Keanu. Keanu merasa heran ketika melihat perut Melisa yang sudah besar. Padahal usia pernikahan mereka baru seumur jagung.
Keanu sudah sering menanyakan usia kehamilan Istrinya tersebut, tetapi Melisa begitu pandai mengalihkan pembicaraan mereka. Hingga akhirnya Keanu lupa akan pertanyaannya. Dan hari ini merupakan kesempatan Keanu untuk bertanya langsung tentang hal itu kepada Dokter.
Sebenarnya Keanu malu harus mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak tahu berapa usia kandungan istrinya. Dan terkesan, ia tidak mempedulikan kehamilan Melisa.
Keanu menggelengkan kepalanya seraya berucap, "Saya benar-benar tidak tahu, Dok."
Dokter itu kembali tersenyum, "Kandungan istri anda sudah 28 minggu," ucap Dokter.
Keanu kembali terdiam dan ekspresi wajahnya saat itu begitu jelas terlihat bahwa ia tengah berpikir keras. Keanu mencoba mengingat-ingat tanggal pernikahannya bersama Melisa dan juga usia kehamilan Melisa sekarang.
"Tapi, Dok! Bagaimana mungkin usia kehamilan Melisa melebihi usia pernikahan kami? Apa mungkin itu bisa terjadi?!" tanya Keanu dengan wajah panik.
"Bisa jadi, Tuan. Ya, mungkin saja Anda dan Istri anda pernah,"
"Tidak, tidak! Kami tidak pernah melakukan hal itu sebelum hari pernikahan, Dok!" sela Keanu panik.
Kini, giliran Dokter yang terdiam. Ia merasa bingung sekaligus iba kepada Keanu. Keanu yang tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap Melisa, terisak dihadapan Dokter.
"Owh, Tuhan bagaimana ini bisa terjadi!" lirih Keanu sambil terisak.
"Tuan, kami juga manusia. Bisa saja perhitungan kami salah! Sebaiknya anda jangan mencurigai istri anda terlebih dahulu. Namun, jika anda tetap merasa ragu, anda bisa melakukan tes DNA terhadap bayi itu," tutur Dokter, mencoba menenangkan Keanu yang sudah tidak bisa membendung kesedihannya.
"Anda benar. Saya harus melakukan tes itu! tapi, saya harus menunggu kelahiran bayi itu dulu 'kan, Dok?" tanya Keanu sembari menyeka air matanya.
Dokter itupun kembali tersenyum. "Tidak perlu, Tuan Keanu. Jika anda memang ingin melakukan tes DNA, anda bisa melakukannya bahkan saat bayi masih dalam kandungan. Namun, saran saya sebaiknya anda menunggu hingga bayi itu lahir. Mengingat kondisi istri anda yang masih lemah. Saya khawatir, jika anda melakukannya sekarang, istri anda akan semakin down dan hal itu akan mempengaruhi keadaan bayinya," tutur Dokter.
Keanu mengusap wajahnya kasar. Ia menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi sambil menatap langit-langit ruangan itu. Lelaki itu menghembuskan napas berat seraya membenarkan posisi duduknya. "Baiklah, Dokter. Sepertinya saya harus menunggu hingga bayi itu lahir. Saya juga tidak ingin bayi itu kenapa-napa, walaupun dia bukan milik saya," lirih Keanu.
Dokter itu menghembuskan napas pelan seraya tersenyum kecut kepada lelaki di hadapannya. Dan setelah itu, Keanu pun pamit. Ia keluar dari ruangan itu dengan langkah gontai. Wajahnya semakin kusut, mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh Melisa kepadanya.
"Ya, Tuhan! Mungkin inilah karma yang harus aku terima karena sudah menyakiti Naila," gumamnya seraya melangkah menuju ruangan, dimana Melisa dirawat.
"Bagaimana, Tuan?" tanya Sid dengan wajah cemas menghampiri Keanu yang baru saja tiba didepan ruangan Melisa.
Keanu kembali menghembuskan napas berat kemudian duduk disebuah kursi tunggu yang ada didepan ruangan itu. "Aku hancur, Sid! Ternyata Melisa sudah mengkhianati aku," tutur Keanu sembari mengusap wajahnya dengan kasar.
Sid terdiam sejenak sambil memperhatikan majikannya itu. Sid bingung, ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Keanu. "Maafkan saya, Tuan. Saya tidak mengerti dengan apa yang anda ucapkan," sahut Sid.
"Melisa sudah mengkhianati aku, Sid! Bagaimana bisa usia kehamilannya melebihi usia pernikahan kami?! Padahal selama ini aku tidak pernah menyentuhnya sebelum hari pernikahan kami. Dan malam itu ..." Tiba-tiba ia teringat akan honeymoon yang mengecewakan itu. Dimana ia tahu bahwa Melisa bukan lagi seorang gadis.
"Oh, Tuhan!" gumam Keanu seraya mengacak-acak rambutnya. "Aku sangat yakin, Melisa memang sudah membohongi ku selama ini! Pantas saja ia selalu mengalihkan pembicaraan jika ku tanya berapa usia kehamilannya," tutur Keanu.
...***...