
Setelah beberapa hari, akhirnya Naila pun sadar. Semua orang bersuka cita, termasuk Dokter dan para Perawat yang selama ini merawat Naila. Walaupun masih terlihat pucat, paling tidak Naila sudah bisa tersenyum kepada semua orang disana.
"Naila sayang, apa yang kamu rasakan, Nak?" tanya Tante Mira sambil mengelus puncak kepala Naila.
"Sakit, Tante." keluh Naila sambil mengusap perutnya yang sakit akibat operasi cesar beberapa hari yang lalu.
"Sudah, tidak apa-apa. Nanti juga akan sembuh, kok. Dokter akan memberikan obat yang terbaik buat Naila, biar Naila cepat sembuh," tutur Tante Mira
Naila tersenyum setelah mendengar penuturan Tante Mira. Namun, beberapa detik kemudian, wajahnya berubah menjadi sendu.
"Tante ... semalam Naila bermimpi tentang Ibu. Ibu menjenguk Naila disini dan ingin mengajak Naila pergi ke suatu tempat. Namun, Keanu datang dan menyeret Naila. Ah, Naila jadi kesal sama itu lelaki! Kenapa dia suka muncul dimana-mana. Naila 'kan kangen Ibu dan ingin bersama Ibu waktu itu," gerutu Naila.
Tante Mira menghembuskan napas berat. "Hush! Jangan bicara seperti itu, Nak. Seandainya Naila ikut sama Ibunya Naila, mungkin Naila tidak akan pernah bertemu Tante lagi. Apa Naila ingin seperti itu?"
Naila menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Ah, tidak Tante, tidak!"
Tante Mira pun kembali tersenyum. "Ya, sudah."
Naila menoleh ke kanan dan ke kiri mencoba mencari keberadaan seseorang. "Dimana bayi-bayi Naila, Tante? Naila ingin melihat mereka," ucap Naila.
Tepat disaat itu Keanu tiba di ruangan Naila bersama kedua bayinya yang tertidur di dalam kereta dorong.
"Hari ini kita ketemu sama, Mami." Keanu menghampiri Naila sambil tersenyum hangat.
Tante Mira segera bangkit dari tempat duduknya dan mempersilakan Keanu untuk duduk disana, menggantikan posisinya. Keanu meraih salah satu bayinya dan menyerahkannya kepada Naila.
"Danisha sayang, ini Mami. Mami kalian itu masih sangat muda dan cantik, lo!"
Dengan sangat hati-hati Naila menyambut bayinya. "Ya, Tuhan ... dia cantik sekali!" seru Naila dengan mata berkaca-kaca.
"Siapa tadi namanya?" tanya Naila sembari melabuhkan ciuman di pipi mungil bayinya yang masih terlelap tidur.
"Danisha, dan yang cowok Danish. Apa kamu menyukainya, Naila? Kalau tidak, kita bisa menggantinya lagi." sahut Keanu.
Keanu meraih Baby Danish dari kereta dorong kemudian menggendongnya. Naila tersenyum saat menatap Baby Danish yang sedang tertidur pulas sama seperti halnya Baby Danisha.
"Ya, Tuhan. Mereka manis sekali," ucap Naila. Ia benar-benar bahagia bisa melihat mahluk-mahluk mungil yang selama ini sering bermain dengannya ketika masih berada didalam kandungan.
"Ya, Naila. Mereka manis, seperti dirimu." sahut Keanu sambil menatap Naila yang masih tersenyum kepadanya.
Tante Mira yang masih berada diruangan itu paham dengan situasinya saat ini.
"Ehm, Naila, Keanu. Sebaiknya Tante keluar dulu, ya." Tante Mira meraih Baby Danisha dari pelukan Naila dan meletakkannya kedalam kereta dorong. Begitupula Baby Danish.
Setelah kedua Bayi itu kembali tenang didalam kereta dorongnya. Tante Mira segera keluar dan membiarkan Naila dan Keanu diruangan itu. Sepeninggal Tante Mira, Keanu segera meraih tangan Naila kemudian menggenggamnya dengan erat.
"Naila, aku benar-benar bersyukur karena Tuhan masih memberikan kesempatan untukku dengan mengembalikan dirimu kepada kami. Aku sempat putus asa, Naila. Aku bahkan tidak bersemangat untuk hidup ketika Dokter menyatakan dirimu sudah tiada. Aku hancur tanpamu, Naila. Ku mohon setelah ini, jangan pernah tinggalkan aku lagi," tutur Keanu, air mata Keanu kembali jatuh dari sudut matanya.
Naila tersenyum hangat. Ia memberanikan diri untuk menyentuh wajah Keanu dan menyeka air mata lelaki itu. "Tuan juga berjanji ya, tidak akan menyakiti Naila lagi."
Keanu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Ya, Naila! Tentu saja. Tapi, berhentilah memanggilku Tuan. Aku suamimu, panggil lah aku sebagaimana seorang istri memanggil suaminya," ucap Keanu.
Naila mengerutkan keningnya sembari menatap Keanu. "Lalu Naila harus memanggil kamu dengan sebutan apa?" tanya Naila.
Naila sempat terdiam sambil menatap Keanu yang begitu semringah. "Baiklah, terserah kamu aja," sahut Naila.
Keanu tersenyum sambil menatap Naila.Tiba-tiba ia terhanyut dalam perasaannya. Keanu memajukan wajahnya dengan mata terpejam. Bibirnya terlihat semakin maju dan hampir menyentuh bibir Naila. Naila panik, ia belum siap untuk melakukan itu bersama Keanu. Walaupun sekarang Keanu benar-benar sudah menjadi suaminya yang utuh.
"Kamu mau apa?" Naila menahan bibir Keanu yang terus maju dengan menggunakan tangannya.
"Cium, emuach, emuach, emuach ..."
Naila menekuk wajahnya sambil menatap aneh kepada Keanu. "Ish, nanti saja! Naila belum siap," jawab Naila.
"Oh ayolah, Beb!" seru Keanu dengan nada kesal.
***
Beberapa hari kemudian.
Kondisi Naila semakin membaik. Dokter pun mengizinkannya untuk pulang. Naila sangat senang, akhirnya ia bisa kembali ke kediamannya. Ia sudah terlalu bosan berada di Rumah Sakit karena sudah lebih dari seminggu ia berada disana.
"Hati-hati, Naila."
Keanu menuntun Naila keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki rumah megah mereka. Melihat Naila yang jalannya masih tertatih-tatih, Keanu segera mengangkat tubuh mungil Naila dan membawanya menyusuri ruangan demi ruangan.
Naila sempat memperhatikan keadaan rumah Keanu. Ia merasa ada yang lain dari rumah megah itu dan hampir 95% rumah itu berubah. Baik itu barang-barang yang menghiasi rumah itu maupun warna dinding dan lainnya.
"Bagaimana, Naila? Kamu suka suasana baru di rumah kita?" tanya Keanu yang masih membopong tubuhnya.
"Ehm, suka. Tapi kenapa dirubah?" tanya Naila heran.
"Aku ingin semuanya berubah, Naila sayang. Aku tidak ingin ada satu barang pun yang akan membuatmu mengingat hal-hal buruk yang pernah kamu rasakan di rumah ini. Sekarang aku ingin kamu nyaman dan bisa hidup tenang bersamaku disini," tutur Keanu.
Setibanya di kamar, perlahan Keanu merebahkan tubuh Naila keatas tempat tidur mereka. Ia tersenyum kemudian membelai lembut puncak kepala Naila.
"Beristirahatlah," ucap Keanu.
"Tapi, Aku ingin segera membersihkan tubuhku. Aku sudah gerah," tutur Naila. Ia bangkit dan perlahan berjalan menuju kamar mandi.
"Sini, biar aku bantu." Keanu sigap membantu Naila menuju kamar mandi.
"Ta-tapi, Naila malu kalau kamu ..."
"Memang kenapa? Bukankah aku sekarang suamimu, jadi kenapa harus malu?" sela Keanu.
Naila pun akhirnya pasrah dan membiarkan Keanu membantu membersihkan tubuhnya diruangan itu. Perlahan Keanu membantu Naila melepaskan pakaian yang sedang ia kenakan. Dan hal pertama yang dilakukan oleh Keanu adalah membersihkan luka bekas operasi cesar di perut Naila dengan sangat hati-hati.
Naila memperlihatkan lelaki itu. Ia merasa iba sekaligus kagum pada sosok Keanu yang kini begitu memperhatikan dirinya.
"Kalau sakit bilang, ya!" ucap Keanu sambil membersihkan lukanya dengan lembut.
...***...