
Naila sedang asik bermain bersama si Kembar diatas tempat tidurnya, sedangkan Keanu masih berada didalam kamar mandi. Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Naila meraih ponsel itu dan ternyata yang menghubunginya adalah Tante Mira.
"Ya, Tante?" Naila meletakkan ponselnya ke samping telinga kemudian mulai mendengarkan celotehan sang Tante dari dalam ponselnya.
"Nai, Tante bingung. Adnan kok tiba-tiba saja bersedia menikahi Arumi, padahal kamu tahu sendiri kan, kalau Adnan itu sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadap Arumi. Dan sekarang dia malah kekeh ingin menikahi gadis itu," tutur Tante Mira.
"Naila juga sempat bingung dan tidak percaya, ketika Kak Adnan mengatakan hal itu di hari pernikahan Naila kemarin. Tapi Naila sih setuju-setuju aja. Apalagi Kak Adnan memang terlihat bahagia saat itu," sahut Naila sambil mencoba menahan si Kembar yang ingin merebut ponselnya.
"Hsstt! Diam dulu ya, Sayang! Oma lagi ngomong." Naila menahan tangan Danisha yang sudah gatal ingin merebut ponselnya.
"Mimi, no ... no ... no ...!!!" seru Danisha
"Dad! Tolongin Mimi! Mimi lagi bicara sama Oma nih!" teriak Naila ketika ia sudah tidak sanggup lagi menahan si bocah kembar yang terus mengganggunya.
Beruntung saat itu Keanu sudah selesai melakukan ritual mandinya. Keanu terkekeh sembari menghampiri kedua anak kembarnya. "Mari sini! Danish dan Danisha bermain bersama Daddy aja, ya."
Keanu menggendong kedua anaknya dan membawa mereka menjauh dari Naila. Sedangkan Naila masih terdiam diatas tempat tidurnya sambil mendengarkan kata-kata Tantenya.
"Hati Tante gak tenang lho, Nai. Tante juga tidak tahu kenapa."
"Kita berdoa saja, Tante. Semoga ini pilihan yang terbaik untuk mereka," sahut Naila.
"Sudah dulu ya, Nai. Ada orangnya! Salam buat Keanu dan juga si Kembar ya, Nai. Selamat malam."
"Malam Tante," sahut Naila sembari meletakkan kembali ponselnya keatas meja.
Keanu dan si Kembar kembali menghampiri Naila. Lelaki itu meletakkan kedua anaknya keatas tempat tidur dan merekapun segera berlarian kearah Naila dan menghambur ke pelukan Sang Mami.
"Mimi, Nisha bobo cini ya!" rengek Danisha.
"Danish duga, Danish duga!" Danish melepaskan pelukan Naila kemudian melompat-lompat kegirangan sambil mengangkat telunjuknya ke udara.
"Ohoho ... no, no, no! Tidak bisa, Danish dan Danisha harus tidur ditempat tidur kalian, titik!" sanggah Keanu. Keanu kesal mendengar permintaan kedua anaknya. ia tidak ingin malamnya bersama Naila harus terganggu karena hadirnya kedua bocil itu diantara mereka.
Danish dan Danisha menekuk wajahnya kemudian kembali memeluk Naila dengan erat. "Iya, Danish dan Danisha boleh tidur disini, bersama Mimi dan Daddy," ucap Naila.
"Oh, tidak!" Keanu menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur dan kemudian diserang oleh kedua bocil itu. "Aw, aw, aw!" pekik Keanu.
Naila terdiam, ia masih memikirkan pembicaraan bersama Tante Mira. Keanu memperhatikan Naila yang terdiam dan mulai penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh Istrinya itu.
"Kenapa, Beb? Ada masalah?"
"Itu, Tante mira masih belum yakin soal pilihan Kak Adnan yang akan menikahi Arumi. Tante merasa bingung aja, kenapa Kak Adnan bisa tiba-tiba memutuskan menikahi Arumi," ucap Naila.
"Ya, bisa saja kan. Contohnya seperti aku yang tiba-tiba bisa jatuh cinta padamu, padahal akunya saja yang tidak sadar bahwa aku sudah jatuh cinta padamu bahkan sejak pertama kamu bekerja disini," sahut Keanu sambil tersenyum nakal menggoda Naila.
"Eh! Malah tidur, ini si Kembar bagaimana? Mereka bahkan masih belum mengantuk,"
Sementara itu di kediaman Tante Mira
"Tante bicara sama siapa? Naila ya?" tanya Adnan sembari menghampiri Tante Mira yang sedang duduk di tepi tempat tidurnya.
Tante Mira tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Iya, Adnan. Tante kangen sama keluarga kecil mereka. Apalagi sama dua bocil itu. Huh! Sehari saja tidak bertemu, udah rasa seminggu."
"Adnan juga, Tante. Adnan merindukan Danish dan Danisha, sudah lama Adnan tidak mengunjungi kediaman mereka dikarenakan kesibukan Adnan." Adnan tersenyum tipis sambil menatap Tante Mira.
"Nan, Tante ingin bertanya. Ini soal pernikahan mu," ucap Tante Mira sembari menyentuh wajah Adnan.
"Tanya apa, Tente?"
Tante Mira mengembuskan napas berat sambil menatap Adnan dengan tatapan sendu. "Nan, apa kamu sudah benar-benar yakin soal menikahi Arumi? Bukankah selama ini kamu bilang bahwa kamu tidak pernah menyukai gadis itu? Tapi kenapa sekarang tiba-tiba kamu ingin menikahinya? Ini tinggal dua minggu lagi lho, Nan."
Adnan tersenyum. "Tante tenang saja. Keputusan Adnan sudah bulat. Lagipula Arumi sudah berjanji akan menuruti apa yang Adnan katakan dan ia juga setuju dan berjanji tidak akan posesif lagi kepada Adnan," sahut Adnan.
Tante Mira kembali menghembuskan napas berat. "Apa kamu mencintai Arumi?
Adnan terdiam, garis senyum yang tadi terpancar di wajahnya tiba-tiba sirna. Namun, sedetik berikutnya, ia kembali melemparkan senyuman hangat kepada Tante Mira. "Soal itu, Adnan bisa belajar mencintai Arumi mulai dari sekarang,"
"Apa kamu yakin akan semudah itu, Adnan?" tanya Tante Mira.
Adnan mengangguk dengan cepat. Seolah ia benar-benar yakin dengan pilihannya.
"Apa kamu masih mencintai Naila?"
Adnan mengembuskan napas berat ketika mendengar nama Naila diucapkan. Inilah yang saat ini Adnan perjuangkan. Melupakan cintanya terhadap Naila yang semakin hari semakin mencekik dirinya.
"Ehm, Tante. Adnan sudah ngantuk, Adnan tidur dulu, ya. Besok masih ada yang harus Adnan urus," ucap Adnan sembari mencium punggung tangan Tante Mira.
Tante Mira hanya bisa menggelengkan kepala sambil memperhatikan Adnan yang berjalan keluar dari kamarnya dengan wajah sendu. "Semoga kamu selalu bahagia Adnan. Tante selalu mendoakan yang terbaik buat kamu," gumam Tante Mira
...***...
Maafkan Author ya, Readers. Mungkin dalam beberapa Bab terakhir, cerita ini akan sangat membosankan. Author tuh gak bisa kasih konflik lagi kalau tokoh sudah bahagia. Jadi, kemungkinan cerita Naila akan diselingi oleh cerita kehidupan rumah tangga Adnan, dimana Arumi akan berjuang mendapatkan cinta dari suaminya yang masih belum bisa move on dari Naila.
Oh iya, TERIMA KASIH BANYAK buat yang sudah kasih like, komen, vote dan tips nya 😘😘😘 ya ... Semua itu sangat berarti buat karya remahan Author yang satu ini. Tanpa kalian, mungkin karya ini akan tenggelam sama seperti karya Author yang lain 😘😍😆
Dan terima kasih juga buat yang kasih saran, kritik dan semuanya 👍😊🙏 Author sudah baca semua komentarnya, cuma belum bisa balas bahkan ada yang belum sempat dikasih like, soalnya Author sibuk dengan tugas dunia nyata yang tidak bisa Author tinggalkan. 😆😆😆