Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 45


Mobil yang dikemudikan oleh Aditya pun tiba di depan gedung XX. Ia berhenti disana dan menunggu Keyla keluar dari mobilnya. Namun, sudah beberapa menit berlalu, gadis itu tak kunjung bergerak dari tempat duduknya.


Aditya memperhatikan wajah Keyla saat itu. Wajah gadis itu nampak cemas, bahkan tangannya saja tidak berhenti memainkan ponselnya dengan cara dibolak-balik. Sedangkan matanya hanya menerawang menatap kearah depan.


"Key, kamu tidak apa-apa?" tanya Aditya.


"Hah, ya?!"


Lamunan Keyla buyar. Ia menoleh kepada Aditya kemudian menghembuskan napas berat.


"Sebaiknya kita kembali saja, Kak. Aku malah tidak yakin mau ikutan masuk," lanjut Keyla.


"Loh? Kok, begitu?" pekik Aditya heran.


"Aku-- aku belum siap berhadapan dengan lelaki itu," lirih Keyla.


Aditya terdiam sejenak sambil memperhatikan wajah kusut gadis itu. Walau sekusut apapun wajahnya, tidak bisa dipungkiri, ia tetap terlihat cantik dan mempesona.


"Kalau Kakak boleh tau, siapa lelaki itu? Apakah ada hubungannya dengan lelaki yang telah membuatmu kecewa tempo hari?"


Keyla menganggukkan kepalanya perlahan. "Ya, dia satu angkatan denganku, begitupula kekasihnya. Aku jadi takut ikutan acara ini, takut khilaf, Kak."


Aditya terkekeh pelan setelah mendengar ucapan gadis itu. "Owalah, jadi cuma gara-gara itu, toh! Lalu sekarang apa? Kita balik beneran?"


Keyla kembali berpikir keras. Di kepala Keyla kata 'Masuk' dan 'Kembali' sedang berperang hebat. Hingga akhirnya ia kembali bersua.


"Kak Adit! Kakak bisa bantu Key, gak?"


"Apa yang bisa Kakak bantu, Key?"


"Kakak temenin Key masuk, ya? Kak Adit berpura-pura aja jadi kekasih Key," jawab Keyla sambil memelas, "Pliss!"


Aditya sebenarnya enggan, tetapi ia tidak ingin mengecewakan gadis itu. Mau tidak mau, Aditya pun terpaksa menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Kakak temani,"


"Aakhhh! Terima kasih, Kakak!"


Keyla mengulurkan kedua tangannya kepada lelaki itu. Ia ingin segera memeluk tubuh Aditya karena kebiasaannya bersama Danish, yang suka main peluk dan cium sesuka hatinya.


Aditya menatap heran. Ia tersenyum kecut menatap gadis itu.


"Ah, iya maaf, Kak. Aku terbiasa main peluk sama Kak Danish," tutur Keyla dengan wajah memerah menahan malu.


"Ish, dasar tangan nakal! Malu-maluin aja," gumam Keyla memalingkan wajahnya.


Aditya pun kembali menghidupkan mesin mobilnya kemudian membawanya memasuki halaman parkir gedung tersebut.


"Mari, Key," ajak Aditya.


Dengan gagahnya, lelaki berwajah dingin itu menghampiri pintu mobilnya. Ia membuka pintu tersebut untuk seorang gadis cantik yang mengenakan dress diatas lutut. Dress cantik itu melekat erat di tubuh gadis itu dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang begitu sempurna.


Saat itu Aditya ingin segera keluar dari mobil dan ingin membukakan pintu untuk Keyla. Namun, ditahan oleh Keyla.


"Kak Adit, tahan dulu."


Aditya pun mengurungkan niatnya keluar dari dalam mobil dan malah ikut-ikutan memperhatikan mobil di depannya, sama seperti Keyla. Aditya menautkan kedua alisnya ketika menatap lelaki tampan yang sedang membantu seorang gadis cantik keluar dari mobilnya.


"Bukankah itu Chef Ardhan?" tanya Aditya.


"Ya, laki-laki menyebalkan yang sudah berani mengobrak-abrik hatiku, Kak."


"Wah, saingan ku berat ternyata," sahut Aditya sambil terkekeh pelan.


Keyla sontak menoleh kemudian memperhatikan wajah Aditya saat itu.


"Kenapa? Kakak gak salah, 'kan? Lelaki itu yang bakal jadi saingan Kakak malam ini. Kamu tenang saja, Key. Kakak yakin, diapun pasti terpesona melihat penampilanmu. Yakinlah, kamu jauh lebih baik daripada gadis yang sedang ia tuntun masuk," ucap Aditya.


Keyla menghembuskan napas panjang dan mencoba mengontrol kegugupannya saat itu. "Ya, baiklah. Sebaiknya kita masuk,"


Perlahan Keyla keluar dari mobil, begitupula Aditya. Keyla menghampiri Aditya dan metaih tangan lelaki itu. Ia memeluk lengan Aditya dan mereka pun segera melenggang memasuki gedung tersebut seperti sepasang kekasih.


Setelah mereka tiba di ruangan pesta yang ada di lantai puncak, ternyata peserta reuni tersebut sudah berkumpul. Saat itu Ardhan, Naura dan Adriela sudah duduk di sebuah meja.


Ketika Aditya dan Keyla masuk, sontak semua orang melihat kearah mereka. Tidak terkecuali Ardhan, Naura dan Adriela. Semua orang mulai bertanya-tanya, 'Siapakah gadis cantik itu?'.


Bahkan Ardhan pun tidak mengenali Keyla saat itu, hingga akhirnya matanya membulat sempurna setelah menyadari bahwa gadis cantik itu adalah Keyla.


"Ke-Keyla?!" pekiknya.


"Banar, Kak, itu Keyla! Ya, Tuhan ... kesambet apa anak itu?!" pekik Adriela tak kalah terkejutnya melihat perubahan Keyla.


Naura turut memperhatikan Keyla sambil menekuk wajahnya. Ia sudah berharap bahwa malam ini, dialah yang akan menjadi bintang di acara reuni tersebut, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, sepertinya ia salah. Kini ia memiliki saingan berat yang sekarang menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di ruangan itu.


"Itu 'kan si gadis tomboy? Jangan-jangan dia baru saja habis operasi plastik," gumam Naura.


Adriela sontak memperhatikan wajah Naura. "Operasi plastik? Yang benar saja," sahut Adriela. Ia tidak terima ketika Keyla dikatakan seperti itu oleh Naura.


"Ya, bisa saja, 'kan!"


"Driel, bukankah itu Aditya, Asistennya Danish? Apakah dia kekasihnya?" tanya Ardhan sambil terus memperhatikan kemesraan Keyla dan Aditya tanpa berkedip sedikitpun.


"Entahlah, Kak. Keyla tidak pernah cerita sebelumnya," jawab Adriela.


...***...