
Dua Tahun Kemudian
Hari ini Naila dan Keanu bersiap menuju sebuah butik milik seorang Desainer ternama yang merupakan rekan bisnis Keanu.
Naila dan Keanu hari ini akan melakukan fitting baju pengantin yang akan mereka kenakan minggu depan. Ya, Naila dan Keanu akan segera melaksanakan pernikahan mereka secara besar-besaran. Karena usia Naila sudah cukup untuk dinikahi secara sah, baik itu dari agama maupun negara.
Setibanya didepan butik yang dituju, merekapun segera masuk dan disambut langsung oleh sang pemilik butik, seorang Desainer cantik dan seksi.
Wanita itu berjalan menghampiri Keanu dan Naila sembari tersenyum manis. "Selamat datang Keanu, Ehm ..."
"Naila," sahut Naila yang kemudian mengulurkan tangannya kepada wanita cantik itu. Wanita itu menyambutnya dengan wajah semringah.
"Oh iya, Naila. Maafkan aku, kenalkan namaku Sarrah, aku adalah sahabat sekaligus rekan bisnisnya Keanu. Aku sering membeli bahan darinya, karena selain lebih murah, kualitasnya memang benar-benar ehmmm ..." Sarrah mengacungkan jempolnya, menggambarkan bagaimana kualitasnya bahan-bahan yang ia beli dari Keanu memang bagus.
Keanu terkekeh pelan. "Kamu bisa aja, Sarrah."
"Serius lo aku ini, selama aku berlangganan bahan-bahan di kamu, aku sudah tidak ingin melirik kesana kemari lagi. Pokoknya punya kamu itu the best deh!" Wanita itu berjalan didepan Keanu dan Naila sembari menuntun pasangan itu ke ruangannya.
Naila memperhatikan wanita itu. Entah mengapa ada sedikit rasa cemburu ketika Keanu terlihat begitu akrab bersama Sarrah. Dan mereka memang terlihat sangat dekat sekali.
Naila memeluk lengan Keanu dengan erat sambil memperhatikan wajah Keanu yang terus tersenyum manis. "Hubby, sejak kapan kalian berteman?" tanya Naila dengan wajah menekuk menatap Keanu.
"Sudah lama, mungkin sudah 4-5 tahun. Entahlah, aku sudah lupa tepatnya. Memang kenapa, Baby?" tanya Keanu sembari mengelus tangan Naila yang masih memeluk lengannya.
"Kalian terlihat begitu akrab, sampai aku jadi iri melihatnya," sahut Naila sambil membuang muka.
Keanu menoleh kearah Naila kemudian menatap wanita itu dengan seksama. Keanu melihat wajah Naila menekuk dan tidak ingin membalas tatapannya. "Kenapa, Baby? Ada yang salah? Ehmm ... jangan katakan kamu sedang cemburu, ya!" goda Keanu sambil mencolek dagu Naila.
"Ish, geer! Siapa yang cemburu!" kilah Naila.
Keanu kembali terkekeh. Ia mencium pipi Naila dengan secepat kilat. Bahkan tak ada yang menyadari hal itu, termasuk Sarrah. "Tenang saja, Beb. Tidak akan ada yang mampu menggantikan posisi mu di hatiku, percayalah!" sahut Keanu.
"Mari!" ajak Sarrah sembari membukakan pintu ruangan yang digunakan untuk fitting pakaian pengantin.
Naila dan Keanu memasuki ruangan itu sambil memperhatikan sekeliling ruangan. Ada beberapa orang anak buah Sarrah yang terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka. Dan ketika Sarrah memanggil mereka, merekapun segera berdatangan menghampiri wanita cantik itu.
"Teman-teman, kita kedatangan tamu istimewa hari ini. Calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan mereka minggu depan. Itu artinya, kita harus bekerja keras membuat pakaian pengantin yang keren untuk mereka. Teman-teman, kenalkan ini Tuan Keanu Armani Putra dan istrinya, Naila. Keanu adalah pemilik Perusahaan Tekstil terbesar yang kini menjadi rekan bisnis kita. Dimana bahan-bahan terbaik yang kita gunakan, semuanya berasal dari perusahaannya." tutur Sarrah kepada seluruh anak buahnya.
Setelah selesai memperkenalkan tamu istimewanya, Sarrah pun segera memerintahkan seluruh anak buahnya untuk melakukan tugas-tugas mereka, yaitu melayani Keanu dan Naila. Untuk Keanu, Sarrah langsung turun tangan melayani lelaki itu. Sedangkan untuk Naila, ia serahkan kepada Asistennya.
Naila semakin cemburu dibuatnya, dimana Keanu dan Sarrah terlihat sangat akrab. Apalagi kedua orang itu sering tertawa bersama walaupun menurut Naila apa yang mereka bahas sama sekali tidak lucu baginya.
Beberapa kali Naila membuang napas kasar. Apalagi ketika menyaksikan wanita seksi itu menyentuh tubuh suaminya tanpa izin. Naila memutar bola matanya. Ia benar-benar merasa jenuh berada di ruangan itu.
"Aww!!" pekik Naila
"Ehm, maaf Nona. Saya tidak sengaja ..." lirih salah seorang anak buah Sarrah yang tidak sengaja melakukan kesalahan.
Ternyata Naila tertusuk jarum pentul yang ingin mereka sematkan di bagian dadanya. Terlihat sedikit darah keluar dari kulit mulus Naila akibat tusukan jarum pentul itu. Keanu panik dan segera menghampiri Naila.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Keanu semakin panik melihat darah yang keluar kulit Naila. "Istriku terluka, cepat lakukan sesuatu!" titah Keanu dan membuat anak buah Sarrah kelabakan.
Naila jadi bingung sendiri melihat kepanikan Keanu. Padahal darahnya cuma setitik dan tidak akan membuat ia jatuh pingsan. "Hubby, aku tidak apa-apa, ini cuma luka tertusuk jarum pentul! Tidak akan membuat aku mati cuma gara-gara ini!" ucap Naila sembari mencoba menenangkan kepanikan suaminya. Apalagi hal itu dilihat oleh banyak orang. Naila benar-benar malu saat itu.
"Hush! Bagaimana kalau infeksi! Itu bisa berakibat fatal!" sahut Keanu yang masih panik.
Salah seorang anak buah Sarrah membawa sebuah kotak P3K kemudian menyerahkannya kepada Keanu. Sebelum Keanu menggapai benda itu, Naila terlebih dulu menyambutnya dan mengambil plester luka kemudian menempelkannya ke dadanya.
"Sudah beres!" ucap Naila
Sarrah dan Asistennya hanya bisa saling tatap dan geleng-geleng kepala melihat prilaku Keanu yang diluar dugaan mereka.
"Aku benar-benar tidak menyangka, ternyata Keanu begitu mencintai istrinya. Bahkan cuma tertusuk jarum pentul saja, paniknya seperti itu. Apakabar dengan kita yang sudah tiap hari ditusukin sama jarum pentul?" ucap Sarrah kepada Asistennya.
"Kamu benar, Kak! Hmmm, jadi pengen nyari laki seperti Tuan Keanu!" sahut sang Asisten dengan wajah merah merona.
"Satu berbanding seribu! Buktinya mantan suamiku. Disaat aku terluka, bukannya panik dan menolongku, dia malah bilang mata ditaruh dimana! Bikin kesal," keluh Sarrah.
. . .
Setelah selesai melakukan fitting, Keanu segera mengajak Naila pulang. Sarrah mengantarkan mereka hingga kedepan butiknya.
"Aduh, Keanu. Maafkan kelalaian salah satu anak buah ku, ya! Aku berjanji hal ini tidak akan pernah terjadi lagi." ucap Sarrah sambil menggenggam tangan Keanu dengan erat.
"Baiklah, dan semoga hal itu tidak akan terjadi lagi." Keanu melepaskan tangan Sarrah kemudian merengkuh tubuh Naila dan menuntun istrinya itu masuk kedalam mobil.
Sarrah melambaikan tangannya kepada Keanu sambil tersenyum hangat. Begitupula Keanu, lelaki itu membalas lambaian tangan Sarrah.
Naila kembali menekuk wajahnya sambil menatap kearah jalan. Keanu memperhatikan wajah istrinya yang kembali menekuk dan akhirnya ia paham, ternyata istrinya tengah cemburu melihat kedekatannya bersama Sarrah.
"Baby, aku dan Sarrah tidak memiliki hubungan apa-apa. Kami cuma teman dan rekan bisnis, itu saja. Percayalah padaku," tutur Keanu sembari meraih wajah Naila hingga mereka saling bertatap mata.
...***...