Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Keputusan Naila


Sedikit Curhatan Author,


Dear Para Reader, Author minta maaf jika seandainya cerita ini jauh dari ekspektasi kalian. Mungkin tidak sedikit diantara kalian yang berharap Naila bisa bersama Adnan. Namun, Author tidak bisa mengubah alur ceritanya. Sesuai judul 'Majikanku, Suamiku'. Jadi seperti itulah kira-kira gambarannya.


Dan jika Author memang ingin menjodohkan Adnan dan Naila, mungkin judulnya akan menjadi 'Chef Tampanku, Suamiku'.


Sekali lagi Author minta maaf sedalam-dalamnya kepada kalian yang kecewa terhadap Author. Terima kasih banyak karena sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca dan mendukungkarya remahan Author.


Dan jika memang ingin berhenti membacanya, silakan. Namun, Author harap jangan tinggalkan komentar yang nyelekit untuk Author. Saya juga hanya manusia biasa, mudah sekali Down. Dan semoga kejadian dulu tidak akan terjadi lagi di karya Author yang satu ini. Jangan sampai cerita Naila gantung seperti cerita Kakaknya Naina 😭😭😭 ...


Sekian dari Author, terimakasih 😍😍😍


.


.


.


.


.


"Keanu, jika kamu tidak memiliki perasaan apapun terhadap Naila dan hanya ingin bertanggung jawab terhadap bayi-bayinya, sebaiknya lupakan saja dia. Aku bersedia menggantikan posisimu, menjadi suami sekaigus Ayah untuk bayi-bayimu. Dan aku berjanji akan menjadi suami dan Ayah yang bertanggung jawab kepada mereka," tutur Adnan sembari menatap lekat kedua mata Keanu.


Keanu menelan salivanya, ia tahu bahwa Adnan memang menyukai Naila. "Kita lihat saja nanti, bagaimana keputusan Naila." Keanu bangkit dari tempat duduknya kemudian melenggang pergi, meninggalkan Adnan yang masih terdiam sambil memperhatikan Keanu yang terus menjauh.


Keanu kembali ke halaman depan. Ternyata disana sudah ada Tante Mira yang menunggu kedatangannya. Wanita itu tersenyum menyambut kedatangan Keanu.


"Mari Keanu, masuklah ..." Tante Mira menuntun Keanu masuk kedalam rumahnya. Setibanya diruang tengah, Tante Mira mempersilakan Keanu duduk disana.


"Duduklah, Keanu. Biar Tante panggilkan Naila nya," ucap Tante Mira


Tante Mira berjalan menuju kamar Naila. Sedangkan Adnan baru saja tiba diruangan itu. Ia langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Keanu. "Santai saja, Keanu. Gak usah tegang begitu," goda Adnan sembari tersenyum kecut.


"Apa kamu tahu Adnan, saat ini aku bagaikan berdiri dipinggir jurang, sedangkan Naila berdiri didepanku. Aku tidak tahu apakah Naila akan mengulurkan tangannya dan menyelamatkan aku. Atau malah mendorong ku dan membiarkan aku jatuh hingga ke dasar jurang," tutur Keanu.


Adnan terkekeh pelan setelah mendengarkan penuturan Keanu. Walaupun ia sangat kecewa, tetapi ia tidak ingin egois hanya dengan mementingkan perasaannya sendiri. Ia juga tidak ingin memaksakan perasaannya kepada Naila.


Sementara itu dikamar Naila,


"Naila sayang! Keanu sudah datang dan dia menunggumu di ruang tengah," ucap Tante Mira sembari menghampiri Naila yang masih berdiri didepan cermin sambil menatap bayangannya di cermin.


Naila berbalik kemudian menatap wajah Tante Mira dengan tatapan cemas. "Naila gugup, Tante."


Tante Mira memeluk tubuh Naila kemudian melabuhkan sebuah kecupan hangat di puncak kepalanya. "Tenanglah, dan yakinlah semuanya akan berjalan dengan lancar dan tidak akan ada yang kecewa," sahut Tante Mira.


Naila pun menganggukkan kepalanya pelan. Kemudian mengikuti langkah kaki Tante Mira yang menuntunnya menuju ruang tengah, dimana Keanu dan Adnan sudah menunggunya. Setibanya diruangan itu, kedua lelaki tampan itu serempak menoleh kepada Naila yang tengah berjalan menghampiri mereka. 


Keanu tersenyum hangat menyambut Naila begitupula Adnan, senyuman manis dengan dua buah lubang dipipi kanan dan kiri, terus mengambang diwajah tampannya. Sedangkan Naila hanya bisa tersenyum kecut sambil memperhatikan mereka.


"Sebenarnya sangat sulit bagi Naila mengambil keputusan ini, Tuan Keanu. Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk bisa menerima Tuan kembali kedalam hidup Naila. Naila masih trauma mengingat kehidupan Naila ketika masih bersama Tuan. Namun, untuk kebaikan kedua bayi ini," Naila mengelus perutnya.


"Naila bisa memberikan kesempatan untuk anda berubah. Paling tidak untuk bayi ini. Sekarang, Naila tidak memikirkan bagaimana kebahagiaan Naila, tetapi kebahagiaan bayi-bayi ini lebih penting dari segalanya. Naila tahu bagaimana hidup tanpa seorang Ayah, Tuan. Dan itu sungguh menyakitkan," tutur Naila.


Naila kembali menarik napas panjang kemudian mengembuskannya. Entah mengapa napasnya terasa sesak dan seolah oksigen yang ada diruangan itu tidak cukup untuknya.


Tante Mira ikut menghela napas panjang sembari mengelus lembut punggung Naila. "Kamu pasti bisa, Naila!" bisik Tante Mira disamping telinga Naila.


Sedangkan Adnan. Ia benar-benar kecewa. Namun, ia mencoba ikhlas dan menerima keputusan Naila. Demi kebaikan Naila dan juga kedua bayinya nanti.


Keanu terharu, matanya berkaca-kaca. Ia bangkit dari tempat duduknya kemudian berjongkok didepan Naila. Ia meraih tangan Naila sambil menatap tajam kearah Naila.


"Terimakasih, Naila. Aku berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahanku. Aku akan bertanggung jawab kepadamu dan anak-anak kita,"


"Tapi Naila punya permintaan yang mungkin akan sulit untuk anda terima, Tuan! Jika anda keberatan, maka anda bisa mengubah keputusan anda. Saya siap menerima apapun keputusan anda setelah itu," sela Naila sebelum Keanu ingin melanjutkan ucapannya.


Keanu mengerutkan alisnya sambil tersenyum hangat. Namun wanita yang duduk di hadapannya sama sekali tidak ingin membalas senyuman manisnya.


"Apa itu, Naila. Katakanlah," sahut Keanu.


"Setelah melahirkan, Naila ingin melanjutkan sekolah Naila. Naila juga ingin kuliah dan menjadi wanita yang mandiri. Naila tidak ingin diinjak-injak lagi, Tuan! Sudah cukup untuk Naila menjadi keset selama ini. Dan satu lagi," Naila menghentikan ucapannya kemudian membalas tatapan Keanu.


Keanu masih tersenyum mendengar ucapan Naila. "Apa itu?"


"Untuk saat ini Naila tidak ingin disentuh! Naila tidak ingin Tuan menyentuh Naila tanpa persetujuan Naila. Hingga nanti ketika Naila sudah benar-benar bisa membuka hati Naila untuk Tuan," tutur Naila dengan wajh serius menatap Keanu.


Bahu Adnan turun naik setelah mendengar penuturan Naila.


Sedangkan Keanu, ia menghembuskan napas berat. Namun, senyuman itu masih menempel diwajah tampannya. "Baiklah Naila, aku setuju. Aku berjanji tidak akan menyentuhmu tanpa seizin darimu. Dan aku akan menunggu sampai hatimu bisa menerimaku kembali. Walaupun aku harus menunggu hingga rambutku berubah menjadi putih," sahut Keanu.


"Selamat berjuang, Keanu!" ejek Adnan sambil terkekeh,


"Adnan!" Mata Tante Mira melotot menatap Adnan.


"Baiklah, baiklah!"


Adnan mengunci mulutnya rapat dan kembali memperhatikan Keanu yang masih bisa tersenyum walaupun permintaan Naila benar-benar menyakitkan.


Naila meraih sesuatu dari saku dress nya kemudian menyerahkan benda itu kepada Keanu. Dengan wajah heran, Keanu menyambut benda kecil itu kemudian memperhatikannya dengan seksama. Keanu tersenyum karena benda kecil itu ternyata adalah Cincin pernikahan milik Naila. Sambil tersenyum, Keanu mencoba meraih jari manis Naila. Namun, Naila segera menarik tangannya kembali dan hal itu membuat Keanu kebingungan.


"Kenapa, Naila?"


"Cincin itu sudah kekecilan, Tuan! Sudah tidak muat di jari Naila." Wajah Naila menekuk sembari membalas tatapan Keanu.


Keanu terkekeh kemudian menyimpan cincin itu kedalam saku kemejanya. "Baiklah, nanti akan aku belikan yang pas untukmu," sahut Keanu.


...***...