KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
BAB 9 Kerajinan Cinta


Gerhana tak menjawab Pekikan, ucapan, serta ejekan dari bibir mereka. Cowok itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ternyata banyak juga tunggakan uang kasnya


" Coba liat-liat lagi. Na. siapa tau lo nulis angka nolnya kebanyakan ?" Gerhana menyuruh Liona untuk mengecek buku catatannya kembali.


" Gue nggak buta dan gue nggak lupa ingatan. Nama dan wajah lo yang selalu gue tandai dari dulu. Makannya kalau nggak mampu bayar uang kas, jangan sok-sokan nunggak !" Kata Liona emosi. ia menutup bukunya dengan kasar.


" GERHANA JANGAN TERIMA LO DIKATAIN NGGAK MAMPU TUNJUKIN KARTU HITAM LO GERHANA, " Bima berteriak memanas-manasi situasi.


Gerhana menoleh ke arah Bima sekilas kemudian ia kembali terfokus kepada Liona, " Jangankan buat bayar uang kas buat biaya nikah sama lo sama hidup kita juga bisa. Sisah malah !" Gerhana berucap ngawur membuat seluruh anak-anak kelas 12 IPS 3 bersorak mengejek.


...•••••...


Jam istirahat telah kedua berbunyi. Dalam sekejap, siswa-siswi berhamburan keluar kelas. Ada yang berdesak-desakan berebut meja kantin dan ada yang memilih bersantai di depan kelasnya masing-masing.


" Untung juga bolos. Kenyang nggak Pusing dapet bonus minus mata Pelajaran juga," ucap Bima cowok itu menyeruput es teh di hadapannya.


" Wajah lo biasa aja, Ken, kalau liatin gue. Gue tau gue ganteng Biasa kali, nggak usah iri, kayak orang lagi nahan berak seminggu lo !" ucap Gerhana kesal saat melihat mata Kenzie yang begitu sangat tajam menatapnya. Apa Gerhana tidak sadar akan kesalahannya hari ini kepadanya apa Karena Gerhana, Kenzie membolos Pelajaran Matematika. menurutnya Pelajaran Matematika adalah Pelajaran favorit serta mata Pelajaran yang Paling Penting. Sangat sayang jika ditinggalkan.


" Emang lo bakal minta maaf kalau gue Jujur ?" tanya Kenzie Pada Gerhana


Gerhana meletakkan Ponselnya di atas meja. " Ngapain gue minta maaf ? Orang gue nggak salah."


" Ya udah diem. Nggak usah banyak omong. " Kata kenzie datar.


Gerhana melirik Kenzie sekilas, ia tahu apa kesalahannya. Kenzie memang tidak bisa meninggalkan Pelajaran Matematika.


" Nanti malem Kita nongkrong di kafe Cendana, gas nggak Udah lama nggak ke sana Kangen sama suasana malam di sana," ujar Gerhana


" Halah ! Bilang aja kangen sama Pelayan cewek di sana kan, lo ? Mulut buaya banyak alesan emang lo !" Cibir Bima menuduh. " istighfar banyak-banyak. Cewek lo udah kayak asmara Putri gue rasa," lanjutnya." Dasar jelmaan kodok berwujud buaya !" maki Bima memukul kepala Gerhana dengan topinya


Gerhana melirik Bima sekilas, lalu melangkah menuju motornya yang terparkir di depan Mak Jum. Cowok itu berjongkok mengecek kondisi motornya. Kemarin motornya habis masuk bengkel.


" Gerhana," Panggil Bima. ia menghampiri Gerhana yang sedang mengecek sepeda motornya " Gerhana Lo itu kelebihan harta nggak kalau lo kelebihan harta, motor ninja lo sumbangin aja ke gue. Gue siap menerima sebagain harta lo Gerhana Mau berbentuk barang atau berbentuk uang," ujarnya menepuk Pundak Gerhana.


" Ambil aja kalau mau. Gue lebih sayang Bocil daripada motor ninja butut itu," Jawab Gerhana santai sembari mengutak-atik busi motornya.


Mendengar itu Bima melebarkan bola matanya. " LO KALAU BOSEN SAMA UANG BILANG SAMA GUE GERHANA EMANG GILA OTAK LO MOTOR NINJA NGGAK ADA HARGA DIRINYA DI MATA LO !"


...•••••...


Di kelas 12 IPS 3, Pelajaran bahasa inggris sedang berlangsung sebagian dari mereka merebahkan kepalanya di atas meja. Gerhana membuka matanya objek yang Pertama ia lihat adalah Liona yang begitu sangat fokus mendengarkan Penjelasan dari Pak Anton di depan kelas. ia tersenyum tipis kemudian Gerhana mengusap wajahnya dengan kasar.


Bisa gila gue gara-gara satu Cewek ini," batinnya


" YA ELAH ! CEMEN BANGET LO CUMA BISA MANDANG DOANG SAMPERIN !" Bima mendorong tubuh Gerhana saat menyadari sahabatnya itu sedari tadi memperhatikan Liona.


Kenzie yang duduk di belakang mereka pun menyumpal telinganya dengan earphone. ia tahu jika Gerhana dan Bima disatukan, keadaan akan semakin hancur.


" KALAU GUE SEREPET AJA DARIPADA KEDULUAN ORANG LAIN GIMANA !" ujar Bima. " Eh tapi lebih baik lo ngaca dulu deh Gerhana apa Pantes Pangeran neraka bersanding dengan bidadari surga," Bima menaik-turunkan alisnya meledek Gerhana


Gerhana tersenyum, ia menepuk-nepuk Pundak Bima. " Santai Gue masih Punya ketampanan yang Paripurna,"


" Muka lo kayak Penjual bakso boras Nggak usah sombong !" ejek Bima


Mendengar itu, Gerhana mendorong tubuh Bima hingga terjungkal dari kursinya. Hal itu mengundang gelak tawa dari anak-anak kelas. Pak Anton yang sedang fokus menjelaskan materi Pun menoleh dengan kesal.


" OMG PINGGANG BIMA BESOKNYA DIAMPUTASI !" jerit Bima berlebihan


" NGGAK USAH ALAY LO ! Maki Gerhana


Bima mendongak menatap Gerhana dengan amarah. " ANJ ......"


" ALLAHU AKBAR KALIAN BISA DIAM SEBENTAR AJA ? sentak Pak Anton menghentikan aksi keduanya," Setiap kali Bapak masuk sini, kalian berdua tidak Pernah bisa diam. Hargai Bapak di sini bisa ?"


" Lo sih ! tunjuk Gerhana Pada Bima


Bima berdiri dan mengusap-usap Pantatnya yang terasa sakit


" Lo duluan ya mulai !" sentaknya


" Kalau mereka berdua diem dunia bisa kaget Pak," sahut Dion tak menghiraukan Gerhana dan Bima yang masih bertengkar


" Gue nikahin janda kembang di desa gue kalau mereka berdua kalem," kata Kris yang duduk di samping Dion.


" Bener, " Kata Gerhana menunjuk Kris, " Gue besok mau jadi kalem selama seminggu Biar Kris nikahin seluruh janda kembang ada di kompleks rumah dia !" suara gelak tawa menyembur saat mendengar tutur kata Gerhana.


" Nyebut lo, Kris !" ucap Bima


" Sudah. Dengerin Bapak sebentar Untuk tugas hari ini, silahkan buat kerajinan dengan bahan Plastik. Dikumpulkan minggu depan. Untuk kelompok akan Bapak Pilihkan," ujar Pak Anton. kemudian membaca absen di hadapannya.


" Bapak salah server kali Sekarang kan, Pelajaran bahasa inggris Mana mungkin ada Pembuatan kerajinan Tentang Kerajinan kan cuma ada di Pelajaran seni budaya dan Prakarya aja, Pak !" sahut Mona


Pak Anton mendongak, " Makanya dengerin dulu Mona ! ini bukan tugas dari Bapak, tapi tugas dari ibu Hani, guru Prakarya kalian. Beliau hari ini tidak bisa masuk karena ada acara keluarga. Sampai sini Paham ? Pak Anton menatap murid-muridnya secara bergilir. Mereka semua hanya ber-oh ria. " Untuk Perkelompok ada lima orang dan Bapak Pilih dua Perempuan dan tiga laki-laki Karena Bapak yakin kalau satu kelompok isinya anak laki-laki semua Bukannya ngerjain tugas malah main game,"


" Untuk ketua kelas, silahkan ambil kertasnya dan bagikan setiap anggota kelompok yang sudah Bapak tulis, " suruh Pak Anton kepada Dion," Bapak tinggal dulu ke ruang guru. Kalau bel Pulang sekolah udah berbunyi, silahkan kalian Pulang," ucap Pak Anton, kemudian melangkah keluar dari kelas.


Dion mengambil kertas kelompok yang diberikan Pak Anton, kemudian satu Persatu ia membagikan kertas tersebut. Hingga Kertas terakhir mendarat di atas meja Gerhana.


" OMG GERHANA KITA SATU KELOMPOK ! Pekik Bima berseru senang Cowok itu memeluk leher Gerhana hingga membuat Gerhana seperti tercekik.


" Le-lepasin gue bangsat !" Gerhana menyentak tangan Bima. ia membaca deretan tulisan rapi yang tertulis Pada lembaran kertas HVS tersebut, " Gerhana Rigel Buwana, Kenzie, Bima, Mona, Liona Geandra,"


" Gue nggak mau !"


Semua atensi mata kelas 12 IPS 3 teralihkan kepada Liona yang tiba-tiba berteriak. Cewek itu berdiri dan menatap Gerhana dengan sinis


" Gue nggak mau satu kelompok sama Gerhana !" tunjuk Liona kepada Gerhana yang menatapnya dengan santai. Liona menatap Dion," Dion lo bisa tuker Posisi sama gue ?"


" Nggak bisa gitu Liona. Nama-nama kelompok udah ditulis sama Pak Anton dan udah mau dikirim ke Bu Hani. Kalau lo mau ubah kelompok atau Pindah kelompok yang ada nilai lo yang jadi taruhannya. Udah nggak usah Pindah. Kalau Gerhana nggak mau kerja, tinggal laporin aja ke Bu Hani beres. Nanti dia yang nanggung semuanya, ngulang bikin kerajinan sendiri tanpa kelompok," ujar Dion menjelaskan


" Mau ngapain ?" tanya Liona


Gerhana berdeham. Cowok itu menyilangkan tangannya kemudian berkata


" Lo Pulang sama gue Biar aman,"


...••••...


Bel Pulang sekolah baru saja berbunyi. Siswa-siswi berebut mengeluarkan kendaraannya masih-masing. Berbeda dengan Liona, ia sedikit jenuh menunggu, Bima, Kenzie dan Mona yang katanya sedang Piket kelas. sedangkan ia hanya berdua saja di sini bersama Gerhana. Liona menatap sekilas ke arah Gerhana yang sedang bermain Ponsel.


" Duduk di sini aja Liona kalau capek berdiri terus," ucap Gerhana menepuk jok motornya. Liona menatap Gerhana sekilas, kemudian memalingkan wajahnya Gerhana yang melihat itu Pun berdecak sebal. " Gue salah apa sama lo Jangankan liat wajah gue, gue napas Pun kayaknya salah di mata lo,"


" Nggak tau kenapa liat wajah lo bawaannya Pengen ngajak ribut siapa Pun yang lewat di depan gue," jawab Liona tanpa menatap Gerhana


Gerhana memasukkan Ponselnya ke dalam saku seragamnya. ia membungkukkan badannya menyejajarkan dengan tubuh Liona. Cowok itu mencolek hidung Liona membuat Liona menoleh sekaligus menahan napasnya saat wajahnya begitu dekat dengan wajah Gerhana


" Lo tau nggak Liona ?" tanya Gerhana, " Dengan jarak sedekat ini, gue bisa cium hidung lo ini dalam sedetik," Gerhana menunjuk hidung Liona sembari tersenyum manis.


" OMG LO MAU NGAPAIN ANAK ORANG GERHANA !" Pekikan yang berasal dari bibir Bima itu membuat Gerhana memundurkan langkahnya.


Gerhana menggaruk tengkuknya dan berdeham untuk melepas rasa malu


" Lama-lama gue lepas Pita suara lo,"


" Halah Bilang aja lo Gerhana lo mau modus sama Liona kan !" Bima memutar-mutar jari telunjuknya di depan wajah Gerhana. " Lo juga Liona ! tunjuk Bima Pada wajah Liona, " Ngomongnya nggak suka sama Gerhana tiba-tiba ...... "


Liona memalingkan wajahnya dengan malu. Gerhana yang melihat itu, lantas menepis tangan Bima yang masih menunjuk Liona


" Diem lo !" sentak Gerhana


" Mau ribut apa mau kerja kelompok ?" tanya Kenzie menatap jutek kedua sahabatnya. " Kalau lo mau ribut gue mau Pulang ?


" Jangan ngambek lo, Ken. Cowok apaan lo ngambekan ? tanya Gerhana. menarik ujung tas Kenzie


Kenzie menyentak tangan Gerhana


" Nggak usah tarik-tarik tas,"


" Gue tarik nyawa lo, baru tau rasa lo !" batin Gerhana sebal


" Kita mau bikin kerajinan apa Kalau lo cuma diem berdiri terus nggak bakal nemuin solusi," ujar Liona.


" Kerajinan cinta," Tawa Gerhana mengedipkan sebelah matanya


Kenzie mendengar itu, lantas memutar bola matanya malas. ia menoleh ke arah Liona dan berucap


" Apa aja Gue ikut !"


" Ngikut terus lo kali-kali ada Pendirian hidup !" Gerhana memukul Pundak Kenzie


" Ngaca dulu lo sebelum lo ngatain orang Gerhana, " jawab Kenzie membuat Gerhana menatapnya dengan sinis


" Kerajinan dari botol bekas aja itu yang Paling mudah. kalau mau yang Paling ribet ... " Mona terpaksa menghentikan ucapannya lantaran Gerhana memotongnya


" itu aja, " Gerhana mendudukkan dirinya di atas jok motornya, " Gue nggak suka yang ribet,"


" Perasaan ribet atau nggaknya lo itu sama aja. sama-sama nggak bisa apa-apa, " sahut Liona sembari menyunggingkan senyum manis


Bima tertawa. " Lo kalau ngomong suka bener !"


" Mau ngerjain tugas di rumah siapa," Tanya Kenzie


" Rumah Liona aja," usul Mona


" Setuju !" jawab Bima semangat.


" Hitung-hitung buat ketemu sama calon mertua, " ucap Gerhana menggoda Liona.


" iya kalau direstuin. Kalau enggak Gimana ? Bima tertawa Pelan. " Nangis di Pojokan sambil meluk boneka katak,"


" Banyak omong lo ! Ambil motor gue, gue tungguin di sini," Suruh Gerhana mendorong tubuh Bima


Bima melotot tak terima. " LO KIRA GUE INI BABU LO !"


" iya Puas lo ! Buruan sana ambil motor. Ganggu orang aja !"


Sebelum Bima, Kenzie dan Mona melenggang Pergi ke arah motor mereka, Bima menoleh ke arah Gerhana dan mengepalkan tangannya seolah ingin meninju wajah Gerhana.


" SEMANGAT, BARU !" teriak Gerhana


Sadar akan tatapan Gerhana, Liona hendak melenggang Pergi. Namun Gerhana menarik tali tasnya dan membuat kembali diam di tempat


" Lepasin Nggak ? Liona berusaha melepaskan tangan Gerhana dari tasnya


" Lepasin atau gue coret nama lo dari kelompok gue ?" ancam Liona.


Gerhana memutar tubuh Liona. Cowok itu menundukkan badannya dan menatap manik mata Liona.


" Lebih baik coret nama gue dari daftar kelompok daripada coret nama gue dari sini," Gerhana menunjuk dada Liona. ia tersenyum melihat Liona yang seperti Patung hidup.


Cowok itu memajukan wajahnya dan mengecup singkat Puncuk hidung Liona. Hal itu membuat Liona kemudian melenggang Pergi sedangkan Liona masih berdiri dengan kondisi jantung yang berdebar sangat kencang


Liona menyentuh Pucuk hidung Liona.


" Gue ...... nggak mungkin baper kan,"


...••••...