KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 34 Hukuman


meringis kala jemari kuat Pak Wawan begitu kencang memelintir telinganya. " A-aduh Pak Sakit !" rintihnya.


" BAPAK JANGAN K-D-S DONG ! AW !AW ! kaya Bima diakhiri ringisan kencang di bibirnya


" KDS apa, Bim ? Kudis ?" tebak Gerhana. Langkah kaki cowok itu tersebut terseret memasuki ruang guru hingga keduanya didudukkan di depan meja Pak Wawan.


" Kudis kepala lo lonjong KDS itu singkatan dari kekerasan Dalam sekolah" ujar Bima


" Liat ! Liat di samping kalian ada siapa ?" Potong Pak Wawan. Dua cowok itu kompak menolehkan kepalanya. Begitu matanya menatap delapan orang di sampingnya mereka berdua meneguk ludahnya susah Payah


" Papa, Mama ?" Sorot dua Pasang mata itu menatap Gerhana dengan tajam. " Aw-aw ! rintihnya saat Papanya mencubit Pahanya.


Tak hanya itu saja. di samping keluarga Gerhana ada Mbak Jum dan Mak Jingga . Ada Liona juga yang baru saja datang. ia duduk di samping Mak Jingga. Gerhana yakin ini Pasti ada sangkut Pautnya dengan hutangnya ada di mana-mana.


" Jadi begini ibu, Bapak, Mak Jum, dan Mak Jingga Maksud saya manggil Bapak ibu selaku wali murid Gerhana dan Bima itu .... " Pak Wawan menggantungkan kalimatnya seraya menatap Gerhana dan Bima bergilir


" Ada apa, Pak ?" tanya Angkasa Penasaran.


" Gerhana dan Bima itu kelilit hutang, Pak, Bu, Hutang Bima sekitar lima ratus ribu dan hutang Gerhana kurang dari lebih satu juta set ...... "


" APA !" Orangtua Gerhana dan keluarga Bima berteriak terkejut Gebrakan keras terdengar begitu nyaring di telinga Gerhana.


Gerhana berdeham. ia memajukan kursinya kemudian melipat tangannya di atas meja. " Gerhana cuma mau memperjelas kalau hutang saya itu sebenarnya ....... " Gerhana melirik kedua orangtuanya serta kakek dan nenek kemudian ia berkata. " Sebenernya hutang Gerhana ada dua juta lebih di sini,"


" APA !"


Gerhana kembali menutup telinganya rapat-rapat saat teriakan itu kembali terdengar. " Astaghfirullah, Nak ! Kamu hutang apa aja, ya Allah ? Apa uang yang dikasih Nama sama Papa nggak cukup iya Apa kamu mau ......"


" Astaghfirullah Gerhana," decak Angkasa. " Berapa hitung Gerhana semuanya Pak," tanya Angkasa Pada Pak Wawan


Pria itu langsung menghela napasnya Pelan. " Mbak jum, dan ibu jingga dan Nak Liona berapa hutang Gerhana ?"


" Sebentar ya, Pak saya liat dulu di buku bon saya." ucap Mak Jum kemudian ia membaca deretan angka yang tertata rapi Pada buku catatannya. Mak Jingga menyipitkan matanya, kemudian ia mendongak menatap Pak Wawan dengan intens," Hutang Gerhana semuanya enam ratus ribu Pak,"


Pria itu mengangguk, kemudian mengambil beberapa uang di dalam dompetnya. dan menyerahkannya Kepada Mak Jum. Gerhana yang berada di sampingnya pun sempat menyembulkan kepalanya untuk mengintip isi dompet Papanya.


Papa menatap Mak Jum yang menyebutkan nominal hutang Gerhana. Kurang lebih ada lima ratus ribu.


" Liona Uang kas Gerhana semuanya ada berapa ? tanya Pria itu kepada Liona


Cewek itu melirik Gerhana sekilas yang dibalas kedipan mata oleh cowok itu.


" Semuanya enam ratus lima Puluh ribu, Om," ucap Liona. Pria itu menyerahkan nominal uang tersebut kepada Liona.


" Semuanya sudah beres, kan, Pak Wawan ? Tolong urus anak saya hukum sampe magrib bila Perlu, saya Pamit assalamualaikum, " Pria itu bersama istrinya dan keluarga Bima meninggalkan ruangan itu Tentu saja setelah keluarga Bima membayar hutang anaknya juga


Setelah melihat kepergian mereka, Pak Wawan menatap tajam Gerhana dan Bima. " Kalian berdua, " Gerhana dan Bima menunduk dengan takut, " Kalian berdua Tolong bersihin halaman belakang, halaman depan, toilet Pria toilet wanita, toilet guru dan minta tanda tangan ke semua guru bahwa kalian sudah menyelesaikan hukuman." Kata Pak Wawan galak. Lantas dua cowok itu mendongak dengan kaget. " SEMUA HARUS SELESAI DALAM WAKTU LIMA JAM !"


" OMG ! APA FIVE JAM, " teriak Bima.


...•••••...