KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 37 Parasit


l.


" LO ITU UDAH KAYA MAU NIKAH BERKALI-m kaget kala seseorang menabraknya. m.


" Sengaja ?" tanya Liona


Cewek yang sisa-sisa kopi tepat di Pundak Liona," Boleh, kan, gue kotorin lo sekali aja," Kata Celine mengangkat sudut bibirnya sebelah.


Liona hanya menatap bahunya yang kotor. ia tak membalas semua Perlakuan Celine. " Lo ......"


Celine menaruh jari telunjuknya tepat di bibir Liona. " Nggak usah marah-marah gue nggak sengaja. Gue cuma mau balikin ini," Celine menyerahkan sebuah jaket kepada Liona, " Bilangin makasih ke Gerhana udah rela-rela anterin gue di tengah-tengah hujan. Dan bilangin maaf ke dia, gue telat balikin jaketnya Gue duluan," ujar Celine. Sebelum ia melangkahkan kakinya. ia sempat melirik Liona dari bawah hingga atas dengan tatapan mengejek.


Liona terdiam sembari menatap datar Celine. Tak ada raut wajah marah yang ia Perlihatkan. ia lalu menyusul Celine kemudian menarik tangan Celine hingga cewek itu membalikkan badannya. " Udah Puas lo Celine dianterin balik sama cowok gue," tanyanya. " Gue cuma mau bilang makasih banget udah berbaik hati cuciin jaket cowok gue. Tapi lain kali, kalau mau minta anter cowok itu liat-liat dulu. Dia itu udah Punya cewek apa belum Jatuhnya kayak Pelakor tau nggak Najis gue liatnya Muka lo itu," Setelah mengatakan itu. Liona melangkah menuju halte


Hujan turun dengan derasnya. Langit yang mula-mula berwarna biru pun berubah warna menjadi hitam Pekat. Kilatan demi Kilatan Petir menyambar Buru-buru Liona berteduh di halte. ia tidak Peduli lagi dengan seragamnya yang Penuh bercak Kopi. Di bagian rok abu-abunya. Di bagian Pundaknya serta ujung-ujung rambutnya Liona mendongak saat merasakan kepalanya ditepuk oleh seseorang.


" Ngapain masih di sini ? Motor lo mana ? Dan Juga ..... "


Liona menggeleng. " Aku nggak bawa motor." Potongya


Gerhana mengangguk. Namun, manik matanya Teralihkan Pada seragam Liona yang sangat kotor


" ini baju kamu kenapa Siapa yang lakuin ini ?" tanya Gerhana


" jangan Pernah Bohong sama aku Na." Gerhana lalu mencium bau di seragam Liona. "ini Bau Kopi, Jujur, siapa yang udah ngelakuin ini ke kamu," tanya Gerhana, " Liona Sayang," Panggilnya dengan lembut


" Celine," jawab Liona


" Celine,"


Liona mengangguk. ia menoleh menatap Gerhana lalu kembali menatap rintik hujan yang turun dengan deras. Cewek itu menyandarkan kepalanya di atas bahu Gerhana.


" Jangan deket-deket Celine bisa,"


" Emang kapan gue deket-deket Sama dia,"


Liona menggeleng. Liona tahu Celine berbuat seperti ini kepadanya karena ia telah mengambil cowok yang Celine sukai


" Liona," Panggil Gerhana dengan LO lembut. membuat Liona mengangkat kepalanya. " Walaupun gue deket sama dia, yang bakal gue Pilih itu tetep lo," ucap Gerhana seraya menyelipkan anak rambut Liona," Na, dengerin gue," bisiknya sembari sibuk mengusap kepala belakang Liona dengan sayang. " Gue itu Sayang banget sama lo Nggak ada niatan sedikit pun dari dalam hati gue berpaling dari lo. Lo boleh Pergi dari gue nantinya. Tapi gue nggak akan Pernah Pergi dari lo," Gerhana menarik kepala Liona untuk bersandar di bahunya lagi. Cowok itu mengusap-usap kepala Liona dengan Sayang


Liona tersenyum. Sembari menunggu hujan reda dua insan itu saling mendengarkan lagu yang mewakili Perasaan mereka.


...•••••...