
nggak ? Nanti ..."
Liona menggeleng. " Nggak usah, Kak, takut repotin. Liona udah biasa anterin Pizza naik motor sendiri."
" Yakin ?"
. Taruh aja di atas meja Pizzanya Tunggu bentar ya, ibu ambillin dulu uangnya,"
Liona mendudukkan dirinya di salah satu sofa. ia menoleh menatap bingkai foto yang terpajang di atas rak. Ada salah satu foto bocah kecil di sana. Tapi tunggu, Liona seperti tak asing dengan foto tersebut.
" Nek ! Kolor yang aku taruh tadi di mana ..... Astaghfirullah !" Cowok bersetelan kaos dan bokser hitam tersebut terlonjak kaget begitu matanya menangkap sosok cewek cantik yang duduk di sofa ruang tamu utama. " Sejak Kapan Nenek bawa bidadari cantik ke sini ?" gumam Cowok itu
Gerhana ? batin Liona Bertanya-tanya. jadi ini rumah neneknya Gerhana.
Gerhana sedikit menyunggingkan senyumnya. ia tak memerdulikan Pakaiannya yang seadanya. Lantas, langkah kakinya menghampiri Liona
" Sejak Kapan di sini," tanya Gerhana.
" Nggak sok kenal kamu !"
Gerhana menoleh kesal. " Ya kali, Nek, Gerhana nggak ngenalin Pacar Gerhana sendiri Sakit, Sayang !" Gerhana mengusap Punggung kakinya lantaran diinjak oleh Liona. Liona mendelik tajam ke arah Gerhana kemudian menatap wanita di sampingnya ini dengan tak enak hati.
" ini Nak, semuanya jadi dua ratus ribu ya ini Maaf ya duitnya ngepas," Kata Nenek tak enak hati
Liona langsung menganggukkan kepalanya. " Nggak apa-apa ibu justru Liona malah seneng kalo duitnya Pas,"
" Panggil saja Nenek aja ya. kamu temennya Gerhana kan ? Ya udah Nenek tinggal masuk dulu. Kalau kamu mau masih di sini nggak apa-apa hitung-hitung buat temenin Gerhana soalnya ditinggal Pergi sama orangtuanya,"
Liona hanya mengangguk canggung sebagai jawaban. Setelah melihat Nenek memasuki kamarnya. Liona beranjak dari duduknya hendak melenggang Pergi. Tapi Gerhana menahan tangannya hingga membuatnya kembali duduk.
" Mau ke mana ? Sini aja dulu, temenin gue, Emangnya lo nggak kangen gitu, Na, sama gue ?" tanya Gerhana sambil menatap dengan lekat wajah cantik di sampingnya
Gerhana menyandarkan bahunya. Satu sudut bibirnya terangkat sebelah. " Lo mau jujur nggak, Na ?"
" Jujur Soal apa,"
Gerhana menegakkan tubuhnya kembali dan mencondongkan wajahnya tepat di depan wajah Liona. Jemari telunjuknya pun ia ketua-ketukkan di hidung Liona membuat Liona mengerjapkan matanya berkali-kali. Di Posisi seperti ini kondisi Jantungnya berdebar sangat kencang.
" Gue waktu itu denger lo ngomong apa ? tanya Gerhana
" M-maksud lo ?" tanya Liona.
" Lo suka sama Atta, tapi jatuh hatinya sama gue ? iya, kan,"
Liona kaget mendengar tutur kata Gerhana. Cewek itu memalingkan wajahnya malu. Percayalah, rahasia yang Paling memalukan adalah rahasia Perihal hati.
Gerhana menarik dagu Liona untuk kembali menatapnya, " Na, lo mau kan jadi Pacar gue,"
Saat itu Juga, Pasokan udara di bumi ini seolah habis. Liona menghentikan napasnya sebentar. ia merutuki bibirnya. Kenapa kemarin ia berbicara sebodoh itu ? ingin rasanya ia memutar waktu dan memendam Perasaannya sendiri.
Liona kembali memalingkan wajahnya.
" Gerhana g-gue .... "
" Jangan jawab sekarang, Jawab besok aja Pas kita udah masuk sekolah. Dan gue harap kata iya yang keluar dari bibir manis lo, " ucapnya diiringi senyum manis di bibir Gerhana. " Sekarang lo Pulang aja, udah mau magrib Anak cewek nggak boleh Pulang magrib Pamali,"
Liona tak bisa berkata-kata lagi. Cewek itu seperti orang bodoh yang baru saja mengenal cinta. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Liona kembali mengambil tasnya dan melenggang keluar dari rumah Gerhana. Melihat itu, Gerhana menggelengkan kepalanya. ia menyandarkan tubuhnya dan mendongak menatap langit-langit rumahnya. ia tersenyum, tangannya terangkat menyentuh dadanya yang berdebar sangat kencang.
Gerhana menggigit bibir bawahnya dengan gemas. " Gue udah gila karena lo Liona !" ia mengembuskan napasnya dengan kasar." Selamat Liona Geandra Lo satu-satunya cewek yang berhasil masuk ke dalam hati gue,"
...•••••...