KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 22 Cemburu


lagi oleh Gerhana.


" Kamu dimana, Gerhana ? Kamu jangan ke kelab lagi, Sayang jangan buat Papa marah lagi sama kamu Pulang ya, Sayang."


" Nggak ! Gerhana nggak mau Pulang, Biarin aja . Mata lentiknya menatap jam tangan yang melingkar indah. Dua Puluh menit lagi bel masuk akan berbunyi.


"


Mata lentik Liona melirik ke arah Pegawai Om adul, sebut saja Mas Paicong. Pria itu mengeluarkan motornya di dalam bengkel. Wush Asap yang berasal dari knalpot motor Mas Paicong menutupi wajah Liona, membuatnya terbatuk-batuk.


Suara


diambil, " ajak Gerhana Pada Liona


" Gue ..... "


" Om Nanti motornya diambil sekitar jam dua, Liona m. Gue nggak Perlu repot-repotnganterin Neng Liona. Ya udah Akang Gerhana bawa Neng Liona hati-hati ya, " Sahut Mas Paicong


Gerhana langsung mengangkat jempolnya. " Jangankan hati-hati gue masuk ke hati juga bisa, Bang !" sahut Gerhana," Ayo, " Cowok itu menarik tangan Liona, membawanya menuju motornya. ia dengan cukup kencang, " Bercanda kok sayang, " Begitu telinga Liona mendengar kata manis dari bibir Gerhana tangan mungilnya bergerak hendak memukul kembali sebelum akhirnya tangan kekar Gerhana itu menarik tangan Liona untuk melingkar di Perutnya," Mending Peluk gue aja biar lebih aman,"


...•••••...


Kedatangan Gerhana dan Liona menciptakan suara riuh dari mulut siswa-siswi. Apalagi Para Jajaran mantan Pacar Gerhana. tiga Puluh cewek tersebut langsung keluar dari dalam kelasnya masih-masing.


" OMG GERHANA BENERAN PACARAN SAMA LIONA, " Pekik Bima. Cowok tersebut menatap Gerhana dari arah kantin. Tepatnya di koridor, Gerhana berjalan berdampingan bersama Liona. Mungkin hari ini adalah hari Patah hati bagi seluruh jajaran mantan Gerhana. walaupun mereka terang-terangan Pernah melabrak Gerhana, tapi tidak bisa dipungkiri seberapa besar mereka gagal move on dengan Gerhana.


Celine menghentakkan kakinya dengan sebal. Sejak lama, Cewek kelas 12 IPA 2 itu sudah mengincar Gerhana, hanya saja ia tidak berani mengungkapkannya.


Gerhana dan Liona menghentikan langkahnya. lantaran Atta berdiri tepat di hadapan Liona. " Lo berdua kok bisa berangkat bareng ? Atta menunjuk Liona dan Gerhana secara bergilir


" Gue nggak sengaja tadi ketemu Gerhana di bengkel. Motor gue rusak makanya dia nebengin gue, " Potong Liona. Gerhana lantas menurunkan tangannya dan menatap Liona dengan tatapan tak terbaca.


Atta menepuk-nepuk kepala Liona dengan gemas. sedikit melirik Gerhana yang turut menatapnya dengan tajam. Sudut bibirnya terangkat sebelah. " Nanti malem ada waktu ? tanya Atta Pada Liona.


Samar-samar Liona menganggukkan kepalanya. " Kenapa emang ?


" Jalan, mau ?"


Liona mendongak menatap Gerhana sekilas. cowok itu hanya mengangkat sebelah alisnya. " Boleh Tapi jangan malem-malem Pulangnya. Gue bisa kena marah," ucap Liona.


" Kalau kena marah lebih baik jangan Pergi kali, " ucap Gerhana mengalihkan Pandangannya.


Atta mengangguk. " iya Liona gue Pastiin lo nggak kena marah bokap sama abang lo juga. Ya udah gue duluan ya Na ? Atta melirik Gerhana Sebentar," Duluan, Gerhana. " Setelah itu. Atta melenggang Pergi meninggalkan keduanya


Setelah Kepergian Atta, Gerhana menarik tangan Liona. " Gue udah bilang sama lo, Na jangan Pernah deket-deket sama dia,"


" Gerhana, " sentak Liona, " Gue itu sebenernya ..... " Gerhana langsung menatap dengan intens Liona menunggu Ucapan Liona berikutnya. Bukan maksud Gerhana menyuruh Liona menghindari Atta. Hanya saja ia tahu kalau Atta itu hanya berpura-pura seolah-olah ia ia suka dengan Liona, " Gue .... gue suka sama Atta, "


" Coba ulangi Na,"


Liona meneguk ludahnya susah dengan Payah," Gue suka sama Atta Tapi gue .... "


" Oke !"


Liona langsung terdiam begitu. mendapatkan jawaban singkat dari bibir Gerhana. Mata lentiknya menatap kepergian Gerhana yang kian menjauh dari Pandangannya. " Tapi gue jatuh hatinya sama lo, Gerhana, " lanjutnya dengan nada yang sangat Pelan.


...•••••...