KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 51 Rencana licik Celine


" o."


" itu, kan, lo, ?" jawab Gerhana tak mau kalah.


Selanjutnya mereka sibuk berbincang dan bercanda tentang masa depan mau ke mana mereka setelah lulus SMA dan membicarakan di mana kuliah nanti. Banyak minuman yang mereka minum, Terutama Bima yang tepat akibat kembung meminum banyak minuman soda.


Lama berbincang mereka tak sadar sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Kondisi kelab nampak bertambah ramai.


" Ayo Pulang, Udah ngantuk gue inget besok sekolah !" ajak Bima berdiri dengan sempoyongan menahan kantuk.


Gerhana memijat-mijat Pangkal hidungnya. Jantung cowok itu berdetak sangat kencang, suhu tubuhnya juga memanas. " Kalian duluan aja, gue nanti," kata Gerhana


" Jangan aneh-aneh deh lo Gerhana. Nanti bokap Lo ngamuk gue sama Kenzie yang kena !" tegur Bima


" Gerhana, ayo Pulang. " Kenzie menarik tangan Gerhana. Namun, cowok itu menyentaknya


" Gue bilang nanti ya, nanti !" sentak Gerhana refleks. membuat Bima mengerutkan dahinya bingung. Bima menyenggol lengan Kenzie. Namun Kenzie menggelengkan kepalanya tanda tak tahu


" Jangan lama-lama Sampe jam dua belas lo belum Pulang juga gue jemput," ujar Bima. Gerhana mengangkat jempolnya kemudian Cowok itu membuka kancing baju bagian atasnya dan menyadarkan tubuhnya


" Ayo, Ken, " kemudian Bima dan Kenzie meninggalkan Gerhana yang duduk sendirian


Pandangan Gerhana mengabur, bahkan sekitarnya terasa berputar ia memukul Pinggiran sofa berpikir siapa yang memberikan minuman alkohol kepadanya.


" Anjing," umpatnya. ia sedikit membuka matanya saat merasakan rengkuhan Pada Pinggangnya. Gerhana mendominasi menatap cewek yang duduk di sampingnya


Pandangan cowok itu mengabur. Namun, Gerhana masih bisa tersenyum saat menatap cewek itu di sampingnya ini.


" L-Liona," lirihnya


Cewek tersebut sempat mengangguk. ia menuntun Gerhana untuk berdiri.


Gerhana tersenyum. Meskipun tak bisa melihat sepenuhnya wajah cewek di hadapannya. Gerhana merasakan ini adalah Pelukan milik Liona. Cowok itu memeluk erat tubuh cewek di sampingnya bahkan ia menyandarkan kepalanya Pada bahu cewek itu


" Pusing, Na," lirih Gerhana


Usapan lembut Gerhana rasakan di kepalanya. " Kamu kenapa ? tanyanya


Gerhana menggeleng sebagai jawaban. Untuk sekadar berbicara saja rasanya sangat berat.


" Na, anterin aku Pulang," Pintanya


Cewek itu menuntun lengan Gerhana untuk bangun dari duduknya. ia merengkuh Pinggang Gerhana agar cowok itu tidak terjatuh Meskipun jalannya sedikit terseok-seok. Tapi cewek itu tetap bisa menyeimbangkan langkanya, menjaga Gerhana agar tidak terjatuh.


Sepeninggalan dua insan tersebut, dua cowok berlari tergesa-gesa memasuki kelab. Kenzie menolehkan kepalanya memastikan Gerhana masih ada di sini


" Nggak ada," ucap Kenzie Pelan


" Apa Gerhana udah Pulang, Ken ? Perasaan belum lama kita tinggal tadi," kata Bima


Di Perjalanan tadi, Bima dan Kenzie tiba-tiba mengkhawatirkan Gerhana. Akhirnya, mereka kembali ke kelab untuk menyusul Gerhana. Namun, Bima dan Kenzie tidak melihat sosok yang mereka cari. Kenzie tak menjawab ucapan Bima. ia menghampiri salah satu bertender yang tengah membereskan meja mereka tadi.


" Sorry, lo tau Gerhana di mana ?" tanya Kenzie tanpa basa-basi


" Gue tadi lihat Gerhana Pulang sama cewek. Nggak tau ceweknya siapa yang gue denger tadi Gerhana itu nyebut-nyebut nama Liona !" jawabnya," Cewek itu cuma anterin sampe depan dan Gerhana Pulangnya dianterin taksi,"


" Liona," gumam Kenzie. " Liona ke sini buat apa ?" gumam Kenzie bertanya-tanya


" Ayo, Ken, Pulang Udah malem yang Penting itu anak udah nggak ada sini gue udah tenang,"


Kemudian mereka keluar dari kelab. Namun Pikiran Kenzie masih berkecamuk Bagaimana bisa Liona sampai ke kelab ini ? Tahu dari mana ia kalau Gerhana berada di kelab ini ?