KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 21 l Like You


Besok adalah ulangan terakhir semester satu. Liona membolak-balikkan buku sejarah di hadapannya. ia merebahkan kepalanya di atas lipatan tangannya.


" Saking bingungnya gue nggak tau harus belajar bagian mana dulu,"


Alarmnya berbunyi. ia menatap jarum jam yang menunjukkan setengah dua siang. " Gila gue lupa, " ia menepuk dahinya, lalu mengambil spray Penyiram tanaman yang ia letakkan di atas meja nakas. Cewek itu berjalan cepat menuju jendela kamarnya.


" Yah layu, " ia memegang pot tanaman bungan itu dengan sedih. Barang Pemberian Gerhana itu benar-benar dirawat oleh Liona. sangat sayang jika bunga secantik ini dibuang


Liona sudah mengganti Pasir yang diberikan Gerhana dengan tanah subur dan sering memberikan Pupuk. Bahkan Liona membuka jadwal menyiram tanamannya. Ralat, tanaman Pemberian Gerhana.


Di Pot tersebut tertera tulisan G & L Sudut bibir Liona tersenyum membentuk seulas senyuman tipis. Namun, tak lama dari itu, Liona membuyarkan semuanya dan menepuk Pipinya berkali-kali


" inget Liona Dia satu cewek aja nggak cukup,"


...•••••...


Gerhana berjalan seorang diri menyusuri koridor dengan tangan yang ia masukan ke dalam saku celananya. Rambutnya berantakan seperti biasa. Bisa dibilang Gerhana itu manusia sedeng. Bagaimana tidak ? Dibilang bad boy tidak, dibilang god boy ? Mana mungkin


Sudut bibirnya terangkat lantaran mata sipitnya tak sengaja menangkap Pergerakan Liona yang sedang kesusahan membawa satu tumpuk buku Paket diyakini itu adalah suruhan Pak Wawan. Langkah jenjangnya menghampiri Liona. Dengan satu gerakan kaki kanannya menyelip Pada sela-sela kali Liona, membuat cewek itu hampir jatuh jika Gerhana tidak menarik tas Liona.


Liona menoleh cepat. " Mau gue lempar Pake buku satu tumpuk lo !"


" Yang Penting lo nggak jatuh, kan ? Gerhana menaik-turunkan alisnya.


" Lo ..... "


" OMG YA ALLAH, YA KARIM GERHANA INI MASIH PAGI, NAK UDAH MAIN MODUS AJA ! CIE, CIE !" Pekik Bima yang baru saja datang bersama kenzie. Bima menatap Liona dengan alis ia naik-turunkan. Tangan kanannya bergerak mencubit gemas Pipi Liona Dan tentunya, Bima dihadiahi tampolan keras dari Gerhana


" Cabut lo ! usir Gerhana


Bima tak memerdulikan Gerhana. ia menundukkan kepalanya dan menatap intens Liona. " Liona, gue bilangin ya jangan Pernah mau sama Gerhana dia kentutnya bau," bisiknya.


Kenzie memutar bola matanya malas. Cowok tersebut menarik rompi yang dikenakan Bima. " Cabut Jangan ganggu orang mau jadian,"


" CIE, CIE ! ADA YANG MAU JADIAN TOH ! AYOK, JOK, PERGI KITA MOJOK SENDIRI DI BELAKANG !"


" Belok lo berdua !" maki Gerhana.


Liona menoleh sebentar ke arah Gerhana kemudian melenggang Pergi. Namun, langkahnya terhenti saat merasa ada yang bergerak di saku roknya. ia menunduk dan melihat sebuah tangan baru saja keluar dari dalam saku roknya.


" Na, " Panggil Gerhana, " Lo nyadar nggak ?"


" Apa, " tanya Liona


Gerhana mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Liona, sontak cewek itu memundurkan kepalanya, Cowok itu menyentil Pelan kening Liona


" Na, masuk kelas udah bunyi dari sepuluh menit yang lalu,"


...•••••...


Pintu guru BK terbuka, menampilkan dua orang yang baru saja keluar. Untuk yang kedua kalinya, Gerhana dan Liona harus mengerjakan tugas ujian di dalam ruang BK karena alasan terlambat.


" Jauh-jauh lo dari gue !" ucap Liona sebal kepada Gerhana.


" Nanti, lo Kangen ..... "


" KODOK, SINI, WOI MAU MABAR NGGAK ! Teriakan yang begitu familiar memotong ucapan Gerhana. Cowok tinggi tersebut menolehkan kepalanya dan mendapati Bima dan kenzie. Gerhana meninggalkan Liona dan melenggang Pergi menghampiri kedua sahabatnya


Liona hendak melenggang Pergi, tapi ia urungkan saat teringat apa yang dimasukkan Gerhana ke saku roknya. Jemari lentik cewek itu merogoh saku rok. Garis kerut tercetak jelas di keningnya ia menatap bingung Permen kiss yang berada di atas telapak tangannya.


I Like You


inilah tulisan yang tertera di bungkus Permen itu. Liona menolehkan kepalanya di kantin Mak Jum. ada Gerhana dan dua sahabatnya, cewek itu Begitu mata Liona menangkap Gerhana yang turut menatapnya, cewek itu mengalihkan Pandangannya. Liona menghela napasnya, munafik kalau dirinya tidak baper. Mungkin Perlakuan Gerhana memang sederhana Tapi gak ini mampu menerbangkan Perasaannya.


" Liona, " Liona membalikkan badannya lantaran suara bariton terdengar. Dari jarak lima meter, Atta berjalan ke arahnya dengan susu kotak rasa vanila. Tangannya terulur menyodorkan susu kotak yang ia bawa. " Buat lo,"


Atta menoleh kaget lantaran susu kotak yang ia Pegang terlempar masuk ke dalam kotak sampah. Tendangan kecil Pada kakinya ia rasakan, Gerhana menarik kerah baju Atta, " Cabut lo !" usir Gerhana


Liona menatap Gerhana bingung. Dari kapan nih Cowok datang ?


Gerhana menatap tajam Atta. ia menarik Pundak Atta ke arahnya Dengan Perlahan, Gerhana memasukkan sesuatu ke dalam saku celana Atta, dan tentunya tidak disadari oleh Atta


" Lo Pilih jauhin Liona atau gue remukin badan lo ? Pilih tangan kanan gue atau tangan kiri gue," Gerhana mengepalkan tangannya serta meregangkan otot-otot lehernya


Atta meneguk ludahnya susah Payah. Cowok itu menggelengkan kepalanya dengan cepat, memilih kabur daripada harus babak belur di tangan Gerhana. Gerhana tersenyum miring. Liona tidak tahu saja apa yang dimasukkannya ke dalam saku celana Atta.


" YA ALLAH KACAMATA BAPAK DI MANA ?"


Gerhana dan Liona lantas menolehkan kepalanya saat mendengar Pekikan mulut dari Pak Wawan. " Tuh, Pak Wawan ! Dibawa Atta Tadi saya liat Atta itu lagi nyuri kacamata Bapak dilemari masjid !" Gerhana seraya menunjuk Atta yang Diam dengan menatap kacamata di tangannya.


" ATTA BALIKIN KACAMATA BAPAK DASAR ANAK NAKAL,"


Gerhana tertawa kencang saat melihat Atta hanya diam seperti orang bodoh. ia menoleh menatap Liona yang berdiri di sampingnya.


" Please Lo Jangan deket sama dia lagi. Dia itu sangat bahaya Liona buat fisik lo Tapi ....." Gerhana menunjuk dada Liona. " Bahaya buat hati lo,"


Liona menatap Gerhana dengan bingung


" Lo ngomong apa Gue nggak ada alasan buat jauhin dia,"


" Gue nggak nyuruh lo buat jauhin dia, tapi jangan terlalu deket sama dia."


" Karena alasan tadi ?" Liona menatap Gerhana aneh, lalu tertawa Pelan Gelangan kepala Gerhana membuat Liona mengerutkan dahinya,


" Bukan itu,"


" Terus ?"


Gerhana memajukan langkahnya hingga ujung sepatu miliknya dengan ujung dengan sepatu Liona saling menempel. ia meraih telapak tangan Liona. Jemarinya menunjuk Permen di atas tangan Liona, " Lo tau artinya tulisan ini apa ?" Liona langsung mengangguk, " Kayaknya nggak cukup kalau lo cuma tau artinya aja tanpa tau maknanya,"


Jantung Liona berdebar sangat kencang saat deru napas Gerhana mengenai Permukaan wajahnya Jaraknya yang begitu dekat membuat Liona diam tak berkutik.


" Gue itu sebenarnya, " Gerhana menunjuk dirinya, " Suka, " kali Gerhana mengangkat dua jarinya membentuk finger heart, " sama lo, " Gerhana mencolek hidung Liona


...•••••...