KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 41 Tiga Parasit


" WOI ! teriak Gerhana. Mereka Pun memutar badannya dan mendapati Gerhana yang berdiri di sana. Bima dan Kenzie menahan tawanya saat melihat Gerhana menggenakan celana Pendek motif katak. " Ngapain lo berdua makan di rumah gue !" tanya Gerhana sinis


Bima menelan Paksa makanan yang ada di mulutnya. " KELUARGA GUE PADA PERGI, HAJATAN KE RUMAH TETANGGA GUE NGGAK DIKASIH MAKAN !" kedua l orangtua Gerhana terlonjak kaget saat Bima berkata seperti memarahi seseorang. " KENZIE JUGA ORANGTUA DIA DAN PEMBANTUNYA PADA HOLIDAY !" teriaknya


Gerhana berdecak dan berkacak Pinggang. " Lo semua Pikir rumah gue ini itu tempat Penampungan orang kelaparan ? ia berjalan menghampiri keduanya, menarik kerah baju mereka hingga dua cowok itu bangkit dari duduknya. " PULANG LO BERDUA GUE NGGAK TERIMA TAM ....."


" Gerhana !" bentak Angkasa, membuat Gerhana melepaskan kerah baju dua sahabatnya. " Mereka itu sahabat kamu nggak inget, siapa yang kamu tuju waktu Papa usir Tanpa mereka kamu bakal jadi gelandangan !"


Bima tersenyum merekah dan menatap Gerhana dengan tatapan mengejek


" Tuh dengerin apa Kata Papa."


" Om ! bentak Gerhana. " Sekali lagi gue denger lo Panggil bokap gue dengan sebutan Papa tewas lo,"


" Buruan mandi lo ! nggak usah banyak omong !" suruh Kenzie yang akhirnya membuka suara.


Gerhana menatap Kenzie.Kemudian menatap Bima dengan cepat ia merebut ayam goreng yang di Pegang Bima dan Kenzie.


" Jangan harap lo bisa makan ayam goreng gue !" ucapnya sebelum ia melenggang memasuki kamarnya lagi


Setelah kepergian Gerhana, mereka kembali disibukkan oleh sarapan di hadapannya, memilih abai dengan Gerhana yang tidak ikut sarapan Selama kurang lebih dua Puluh menit menghabiskan makanannya, derap langkah dari arah tangga membuat atensi mereka teralihkan. Di sana ada Gerhana dengan setelan seragam sekolah yang sudah melekat di tubuhnya.


" Ayo berangkat," ajak Gerhana Pada Kenzie dan Bima


" Kamu nggak makan dulu !" tanya Cahaya


Gerhana melihat jam di Pergelangan tangan kirinya. " Nanti di sekolah aja Ma. ini udah mau jam tujuh, takut terlambat,"


" Gue nggak bawa motor, ! Pake motor lo aja," Kata Bima


" Pake mobil aja, kalau Pake motor nggak boleh bonceng bertiga. Gue juga nggak bawa soalnya Mau ditilang Polisi kalau ada Razia, " timpal Kenzie. ia berdiri dan mengambil tasnya yang tergeletak di atas sofa.


" Nggak ! Enak aja lo !" Ayo berangkat naik angkot, nggak usah manja !" tolak Gerhana tidak santai. ia lebih dulu berjalan hendak keluar sebelum Bima menarik tas Gerhana hingga membuat cowok itu hampir terjungkal.


" OMG NGGAK USAH GILA DEH LO, GERHANA JANGAN ANEH-ANEH NAIK ANGKOT !" teriak Bima


" Banyak omong lo ! Buruan !" Gerhana menarik tas Bima dan Kenzie untuk segera keluar dari rumahnya. Kedua orangtua Gerhana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol Putra dan teman-temannya itu.


...•••••...


Gerhana mengatur napasnya yang tersengal-sengal. Jam menunjukkan Pukul tujuh kurang sepuluh menit, lorong sekolah sangat ramai, memperlihatkan siswa-siswi yang berlalu-lalang.


" Sialan emang banci dua itu !" umpat Gerhana. Tadi, saat ia turun dari angkot bersama dua sahabatnya, mereka dikejar oleh banci-banci temannya Momoy. Alhasil mereka berlari sampai ke gerbang sekolah dengan napas yang tak beraturan


Tiga mata cowok itu terfokus ke gerombolan siswa-siswi di depan kelas 12 IPS 1. Mereka Pun menghampirinya. Dua siswi yang berdiri di samping Celine, nampak asing di mata mereka bertiga.


" Gerhana ?" gumam Celine. ia menyenggol lengan cewek di sampingnya dengan name tag Halen Shafira. " Dia cowok yang sering gue ceritain ke kalian," ucap Celine


" Dia ?" tunjuk Halen dengan dagunya. Celine mengangguk sebagai jawaban.


" Siapa lo berdua ?"


Tiga cewek itu menoleh saat Pertanyaan keluar dari bibir Kenzie. Cewek ber-name tag Kirana Dinda Pun sempat tertegun karena gaya bicara Kenzie.


" Dia itu Kenzie jangan Pernah kaget kalau ngomong kayak gitu. itu udah dari dulu. " jelasnya. Dinda dan Halen mengangguk sebagai jawaban


Kirana mengulurkan tangannya. " Kenalin gue Kirana dan temen gue. Helen. Kita berdua anak baru di sini,"


Kenzie nampak tak minat menjabat tangan Kirana. ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.


" Ooh. Gue mau kasih Peringatan ke kalian berdua " Kenzie melirik Celine sekilas. " Anak baru nggak usah belagu ngerti," Setelah mengatakan itu, ia melangkahkan kakinya memasuki kelas Cowok dingin itu hanya sudah memiliki feeling saja kalau dua anak baru itu akan sama menyebalkannya dengan Celine.


Gerhana dan Bima menatap Celine, Kirana, Helen tanpa minat. Dari raut wajah mereka Pun, Gerhana sudah bisa menebak Kalau mereka nantinya akan menjadi bibit masalah.


" Buat lo, Gerhana," Celine menyerahkan satu kotak susu cokelat kepada Gerhana


Gerhana menerimanya dengan baik dan tersenyum simpul. " Thanks buat lo, Bim, " Senyum yang mula-mula terbit di bibir Celine luntur begitu saja lantaran susu kotak Pemberiannya ada di tangan Bima. " Makasih, lain kali nggak usah gue susu beginian Cara lo itu norak banget," Gerhana mengangkat jari telunjuknya. " Lo lupa tanggal empat Januari itu hari apa,"


Celine tampak berpikir sejenak. ia menggeleng sebagai jawaban Dahinya Pun berkerut bingung seolah bertanya. Emangnya hari apa ?


" Lo nggak tau ? Celine mengangguk. " Bilang kalau lo nggak tau," suruhnya.


" Gue kasih tau kalau lo lupa," ucap Gerhana. ia mendekat berdiri di hadapan Celine membuat cewek itu kehabisan Pasokan udara. Gerhana lalu berbisik ke arah Celine," Tanggal empat Januari itu hari jadian gue sama Liona," Setelah mengatakan itu. Gerhana menatap Celine yang hanya diam. " Lo sama Liona itu jauh lebih sempurna Liona ke mana-mana. Jadi, jangan Pernah berharap terlalu tinggi lo bisa geser Posisi Liona dari hati gue," Setelah mengatakan itu. Gerhana dan Bima memasuki kelasnya.


Celine mengepalkan tangannya dengan kuat. Kirana dan Halen Pun mengusap telapak tangan Celine yang terkepal.


" Udah Celine. Nggak usah diambil hati,"


...•••••...


Suasana kantin Mak Jum sangat sangat ramai. Liona duduk Paling Pojok bersama Mona.


" Lo tau nggak ada anak baru di sini ?" tanya Mona


Liona menggeleng. " Nggak tau. Emang iya ? Cewek apa Cowok dan Mereka masuk kelas apa," tanyanya.


" Cewek. Tadi gue sempet gosip sama anak-anak IPA katanya mereka itu temannya Celine Dan mereka sama Nenek Lampir alias Si Celine," jawab Mona malas


" Mereka,"


Mona mengangguk. " iya anak barunya nggak cuma satu tapi dua sekaligus Namanya Kirana dan Halen Mereka itu Pindahan dari SMA sebelah.".


Liona menganggukkan kepalanya Paham. Tak lama sebuah gelas berisikan jus mangga. diletakkan begitu kasar di samping Piring Liona. Liona mendongak dan mendapati tiga siswi yang memandangnya dengan bengis.


" ini Cewek yang lo maksud, Celine ? tanya Helen memandang Liona dengan remeh.


" Apa-apaan lo ?" sentak Mona. " Nggak usah belagu lo anak baru,"


Helen menatap Mona Dengan tatapan mengejek. Tak satu pun ia gubris bentakan Mona.


" ini Ceweknya si Cowok yang lo maksud kemarin ?" tanya Kirana kemudian terkekeh mengejek. " Masih cantikan lo ke mana-mana Celine,"


Celine bersedekap dada. Cewek itu menundukkan kepalanya menatap Liona rendah. " Nih Cewek yang udah rebut Posisi gue. Gue yang suka Gerhana duluan, dia yang dapet manisnya," ucapnya seraya terkekeh


" Dih, jangan sok, deh, lo !" sentak Mona.


Merasa risi Liona meletakkan sendok dan garpuya dengan kasar, " Lo itu kenapa sih ? selalu aja usik hubungan gue. Kalau yang Pilih Gerhana itu gue, lo mau nentang Pake cara apapun tetep nggak bakal bisa ! Sadar, diri Celine Dari awal, Gerhana itu ngga Pernah lirik lo sama sekali,"


Kantin yang tadinya ramai, kini mendadak hening. Mereka terfokus ke Celine dan Liona yang saling adu mulut. Celine mengepalkan tangannya lantaran Liona menyindirnya. kemudian ia mengambil jus mangganya dan menumpahkan ke dalam Piring Liona yang berisikan makanan.


" Sialan lo !" maki Mona tak terima


" Seharusnya lo Jangan terima Gerhana. Gue benci sama ..... "


Ucapan Celine terpotong, lantaran Liona menumpahkan balik jusnya ke kepala Celine. Semua Pengunjung kantin mengatupkan bibirnya saat melihat apa yang dilakukan Liona.


" Lo !" tunjuk Helen Pada Liona. " Berani juga lo !"


Gelak tawa tiga cowok yang baru saja datang. Mengalihkan antensi beberapa Pengunjung kantin. Gerhana, Bima dan Kenzie menghentikan langkahnya saat melihat dua cewek yang adu mulut.


" Semua siswa SMA Garuda Pun nggak ada yang takut sama Celine jadi Jangan sok keras lo bertiga !" Liona menunjuk mereka semua. " Anak baru nggak usah sok jadi Penguasa !" geram Liona. " Dan lo !" Liona menunjuk dahi Celine. kemudian berbisik. " Jangan Pernah bermimpi lo bisa rusak hubungan gue sama Gerhana. " ia menepuk bahu Celine. kemudian melangkahkan kakinya hendak meninggalkan kantin sebelum suara Celine terdengar lagi di telinganya. membuat Liona menghentikan langkahnya.


" Sampe kapanpun gue nggak ikhlas lo sama dia Liona !" teriaknya.


Liona memutar tubuhnya menatap Celine dengan remeh. " Nggak usah ikhlas ?" ia menolehkan kepalanya melihat tiga cowok yang berdiri tak jauh darinya. ia menghampiri Gerhana dan menggenggam telapak tangan cowok itu, menatap Gerhana dengan teduh.


" Na, Kenapa ? tanya Gerhana bingung


Liona tak menjawab, Tangan kirinya bertumpu Pundak Gerhana Kemudian, tanpa Permisi cewek itu mencium Pipi Gerhana cukup lama. Hal itu membuat Gerhana seperti Patung hidup. Tak hanya itu saja, hal ini tentunya membuat siswa-siswi di kantin terpekik kaget.


" OMG !" Pekik Bima


Celine menjatuhkan gelas kaca yang ia Pegang hingga Pecah berserakan.


Liona menundukkan kepalanya, mencoba menahan malu akan hal gila yang ia lakukan tadi. Cewek itu menatap Celine dan kedua temannya seolah memberi jawaban dari ini semua.


" Sekarang udah ikhlas Kan,"


...•••••...