KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 62 Merindukan


Gerhana, cowok yang kehadirannya selalu membuat marah dan tertawa saat ini kehilangannya membuat semua orang menangis. Gerhana memang tidak meninggalkan mereka, tapi tidak adanya Gerhana di sini tetap membuat mereka kehilangan.


" Bima, Kenzie, gimana keadaan Gerhana ? Semenjak Gerhana kecelakaan Mamak nggak atau gimana kabarnya," tanya Mak Jum yang baru saja datang membawa Pesanan Bima dan Kenzie


Bima mendongak dan mendapati Mak Jum yang duduk di sampingnya. " Ya, begitulah Mak. Dibilang baik, ya, nggak dibilang buruk, ya, nggak buruk."


" Gerhana koma Udah beberapa hari ini dia belum bangun," jawab Kenzie


Mak Jum sedikit terkejut mendengarnya.


" K-Koma ?"


Bima dan Kenzie mengangguk bersama.


" Mamak emang selalu sebel sama Gerhana yang selalu buat emosi di sini. Tapi tau Gerhana begini Mamak jadi kangen sosoknya Kadang Mamak marah sama sifatnya, tapi Mamak selalu dibuat ketawa sama kelakuannya," uja Mak Jum, menatap kursi kosong yang selalu diduduki Gerhana.


" Kehadirannya begitu sangat berarti buat seluruh dunia." sahut Bima.


Mak Jum mengangguk. " Bahkan kalian bisa liat sendiri, kan ? Kantin Mak Jum ini mirip kantin mati."


Refleks, Kenzie dan Bima menoleh ke kanan dan ke kiri. Benar mereka tak ada yang membuka suara. Kalaupun ada, mereka tak terlalu mengeluarkan suara yang begitu


keras seperti biasanya


Kenzie celingak-celinguk mencari sosok cewek yang sedari tadi ia cari, Bima yang berada di sampingnya Pun dibuat heran.


" Lo lagi cari siapa, Ken ?" tanya Bima


Kenzie menoleh. " Liona mana ? Gue dari tadi nggak liat dia. " Manik mata Kenzie tertuju Pada Mona yang asyik makan bersama Naura Farah dan teman-temannya yang lain. Tak ada Liona di antara mereka. Langkah kaki Kenzie mendekati meja Mona dan beberapa teman-teman yang duduk di sana


Menyadari kehadiran seseorang, Mona mendongak. " Kenzie ? Ada apa ?"


" Lo tau Liona di mana ?"


" Ada di kelas. Gue tadi ajak Liona, cuma Liona nggak mau. " jawab Mona


IniKenzie mengangguk. " Thanks."


Farah menyenggol kaki Mona dengan kakinya. " Tumben banget sih Kenzie nyariin Liona. Ada apa ?" tanyanya


" Cuma mastiiin keadaan mungkin. Katanya, kan Gerhana sempat kasih amanah ke Kenzie dan Bima buat jagain Liona selama Gerhana nggak ada di sini," Jawabnya


Mona mengangguk. " iya, Perempuan kalau udah nemuin laki-laki yang tepat pasti bakal dijadikan ratu." Kemudian, mereka melanjutkan makannya lagi yang sempat tertunda


Sedangkan, Bima tadi mengikuti Pergerakan Kenzie. Dari mulai sahabatnya itu mendekati meja Mona, berjalan memasuki dapur kantin Mak Jum hingga kembali dengan membawa satu Porsi nasi goreng di tangannya


" Lo nggak salah, Ken ? tanya Bima heran


Kenzie melirik Bima sekilas. " Gue ke kelas dulu, mau anterin makanan buat Liona. Gue yakin dia itu belum makan seharian ini," Tanpa menunggu Persetujuan Bima, Cowok itu melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang ramai. Di sana, Liona terlihat duduk dengan murung bersama seorang cowok yang berada di sampingnya


Kenzie menghampirinya. " He Atta Ngapain lo di sini ?" Atta mendongak Namun, belum sempat ia menjawab Pertanyaan Kenzie, cowok itu lebih dulu berucap kembali. " Nggak usah ngambil Kesempatan di atas Penderita orang lain, Pergi lo !" usir Kenzie


" Kenapa lo sama temen-temen lo itu selalu anggap gue ini buruk Gue udah nggak berharap lagi sama Liona, gue tau Liona bukan buat gue," ujar Atta merasa risi saat Kenzie menentang keberadaannya di sini.


" Bagus kalau lo sadar," ucap Kenzie tanpa menatap Atta


" Gue di sini cuma nanyain gimana kabar Gerhana ke Liona, nggak lebih," ucap Atta memberi Penjelasan


" Lo itu nggak Perlu tanya-tanya keadaan Gerhana itu kayak gimana. Dia baik-baik aja," ketus Kenzie. Cowok itu memedulikan Atta, ia menyerahkan satu Piring nasi goreng yang ada di tangannya kepada Liona. " Makan Gue tau lo belum makan seharian ini. Jangan siksa diri sendiri. Kalau Gerhana tau lo begini gue sama Bima disalahin, Na."


Atta berdiri dari duduknya. sebelum ia keluar dari kelas cowok itu sempat melirik Kenzie dan Liona sekilas.


" Kenapa masih di sini ?" tanya Kenzie sewot. Atta memutar bola matanya malas. Selanjutnya ia melangkah keluar


" Lo nggak Perlu lakuin ini buat gue, Ken, Gue bisa semuanya sendiri tanpa harus lo awasi begini," ujar Liona mengalihkan Pandangan Kenzie


" Kalau nggak gue giniin. lo nggak bakal ada yang jagain Gue cuma Penuhi Permintaan Gerhana," ucapnya


" Tapi .... "


" Makan Jangan banyak bicara," Potong Kenzie


Liona menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kenapa berdekatan dengan Kenzie membuat dirinya takut seperti ini ? Padahal Kenzie biasa-biasa saja. Namun aura Kenzie berbeda dari yang lainnya


" L-lo nggak Pergi ?"


Kenzie menoleh dan menaikkan sebelah alisnya. " Gue bakal Pergi setelah mastiiin lo itu habisin makanan itu."


" Ken," Panggil Liona. " Gerhana kapan bangun ? Kenapa dia lama banget ninggalin gue di sini sendiri Gue tadi ke rumah sakit sebelum ke sekolah, Kondisi Gerhana sama aja, nggak ada tanda-tanda dia sadar,"