KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 19 Ciuman Pertama


" UANG KAS ! UANG KAS, WOI BURUAN BAYAR ! YANG NGGAK BAYAR GUE KASIH BUNGA DUA KALI LIPAT !" teriak Liona.


Setiap hari senin dan Kamis, Liona menagih uang kas. Cewek itu menghampiri Gerhana yang asyik memakan bekal milik Bima.


" Bayar Jangan makan mulu !" Gerhana tersedak, cowok itu memukul-mukul dadanya dan merampas es teh milik Bima. " Cepetan bayar uang kas ! Sekarang udah mau selesai semester satu !" Liona berkacak Pinggang di hadapan Gerhana.


Cewek dengan dasi yang diikat di lengan kanannya itu menoleh.


" Nanti, Na, gue bayar. Tapi Pake seperangkat alat salat sama mas kawin," ucapnya sembari menaik-turunkan alisnya


" Sok lo !" Makan di kantin aja masih ngutang. Gaya-gayaan mau kasih seperangkat alat salat sama mas kawin buat cewek !" sahut kenzie


" LO LUPA KEN ? GERHANA KAN SUKA OMONG KOSONG !"


Kenzie melempar bongkahan kertas ke arah Bima saat cowok itu berteriak tepat di samping telinganya.


" Lo ...... " Liona menunjuk wajah Gerhana. " Uang kas lo gue naikin dua kali lipat dari sebelumnya !"


Gerhana mengedikkan bahunya acuh. ia bisa membayar semuanya walaupun cewek itu menaikkan lima kali lipat uang kasnya. Hanya saja, Gerhana sengaja tidak membayar karena cowok itu ingin dekat dengan Liona.


" Tanaman yang gue kasih kemarin gimana, Na ! jangan lupa dirawat kasih air tiap hari biar nggak mati, " ucap Gerhana mengalihkan topik


" Atas dasar apa lo kasih gue tanaman gituan ?"


" Buat kenangan. Siapa tau lo kangen sama gue kalua gue nanti udah nggak ada di sini, " jawab Liona.


Liona menatap Gerhana dengan malas.


" Berharap banget lo gue kangenin !"


Gerhana menatap Liona dengan intens. Harus memakai cara apa lagi untuk meluluhkan hati bendahara cantiknya ini ?


Tak ada jawaban dari Gerhana, Liona hendak melenggang Pergi tapi tarikan Pada lengannya membuatnya terhuyung kalau ia tak berpegangan Pada lengan Gerhana. Cowok itu tersenyum, ia menahan tubuh Liona saat cewek itu hendak memundurkan tubuhnya.


" Bima, Ken !" Panggil Gerhana.


" Apa ? tanya Kenzie.


Gerhana tersenyum tipis. Cowok itu menarik Pundak Liona ke arahnya dan satu kecupan hangat menyapa Pipi Liona.


Cewek bermata sipit itu sontak melebarkan bola matanya meneguk ludahnya kasar dan memegang dadanya yang berpacu dengan cepat


" OMG !" Pekik Bima kaget. Cowok itu menangkup Pipinya sendiri menatap Gerhana terkejut. Suara sorakan menggoda keluar bibir siswa-siswi 12 IPS 2. Liona bergeming, cewek itu merasa nyawanya seperti diterbangkan.


" GERHANA ! ANAK ORANG LO NODAI !"


" GUE NGGAK LIAT APA PUN, SUMPAH GUE TADI CUMA BACA BUKU MESKIPUN NGINTIP DIKIT !"


" WOI DOSA WOI !"


" NIKAH DULU BARU NYOSOR !"


...•••••...


Liona kembali membasuh wajahnya dengan air yang mengalir Pada keran wastafel. Cewek itu menggosok-gosok Pipinya dan mengacak-acak rambutnya frustasi. " Gue nggak mungkin dan nggak boleh baper sama Gerhana !" ucapnya sambil menatap dirinya di Pantulan kaca.


Suara ketukan Pintu dari luar membuyarkan lamunan Liona. Cewek itu membalikkan badannya.


" Na ! Lo di dalem, kan ? Lo kenapa tiba-tiba lari masuk toilet ?" teriak Mona khawatir.


" Nggak ! Gue nggak apa-apa. Gue cuma mules dikit doang,"


Begitu telinganya mendengar kalimat yang dilontarkan Mona, Liona langsung melebarkan bola matanya. Jangan sampai hal tadi masuk ke dalam berita besar Lambe turah SMA Garuda.


Begitu ia membuka Pintu toilet wanita matanya langsung disuguhkan oleh gerombolan cewek-cewek kelas 12 IPS 3 yang sepertinya datang untuk menginterogasinya.


" Gila, Na ! Bisa dijelasin gimana rasanya dicium sama Playboy Na,"


" OMG Liona, lo Pokoknya wajib bayar, Na, ! Hukumnya ini wajib bukan sunah,"


" Jangan minta Liona, Minta Gerhana duit dia banyak !"


...•••••...


Pulang sekolah, Gerhana dan dua sahabatnya berada di warkop mang Udin. Gerhana tersenyum, mengingat momen langka yang tadi ia buat dengan bodohnya. Cowok itu menyentuh bibirnya.


" Lo sederhana, tapi gue suka, " batin Gerhana


Sebuah kain usang terlempar di atas kepala Gerhana, membuat Gerhana membuyarkan lamunannya dan mencari sang Pelaku.


" Ganggu aja lo !" Gerhana melempar balik kain usang tersebut ke arah Bima.


" Lamunin Liona, kan, lo ? tebak Kenzie


" Kepo banget lo jadi orang. Mau gue deket sama siapa Pun, bahkan deket sama Mak lo Pun bukan urusan lo, nyet !" ucap Gerhana. Cowok itu Pindah dan duduk di samping Riko. " Woi Riko Besok-besok lo godain cewek-cewek SMA Garuda lagi, gue tebas kepala lo, Riko ! Apalagi kalau sampe lo Ketahuan gangguin cewek yang lo kejar kemarin, Awas aja lo Ngerti,! ancam Gerhana sambil mengangkat kepalan tangannya


Riko terkekeh. " Yang kemarin gue kejar itu cewek lo, Gerhana ? Gue nggak jadi ngejar Pas liat lo bawa lari dia,"


" Bukan cewek gue, Tapi Tunggu aja kabar dari baik dari gue ..... "


" OMG, " Pekik Bima membuat yang lainnya terlonjak kaget Kenzie yang berada di sampingnya Bima refleks menendang Pantat cowok itu. Tanpa memedulikan kenzie, Bima langsung berkata," Cepet banget Posting-an Lambe turah SMA Garuda,"


" Ada apa ? tanya Gerhana.


" Banyak tanya lo ! Buruan buka !" suruh Bima.


Gerhana mengambil Ponselnya dan mencari Postingan yang dimaksud Bima. ia melebarkan bola matanya saat melihat berita dirinya mencium Liona sudah tersebar di media sosial lambe turah SMA Garuda.


" Farah, bego !" umpatnya emosi. Namun, Gerhana tidak mempermasalahkan hal itu lebih lanjut. Toh, nanti juga akan reda dengan sendirinya.


...••••...