KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 20 Surat kehilangan


" Bintang nggak tau !"


Gerhana menepuk dahinya. ialah Pelakunya. Tadi waktu mau berangkat sekolah, Gerhana kehilangan alat tulisnya, alhasil kamar dua adiknya


Mampus gue Bakal diamuk bokap nih,! batinnya


" Assalamualaikum, Bintang ?"


Gerhana memutar tubuhnya saat mendengar suara bariton yang tak asing lagi di telinganya. Begitu manik matanya melihat siapa Pria yang berdiri di ambang Pintu, Gerhana meneguk ludahnya dengan susah Payah.


" Kotak Pensilnya katanya hilang, nggak tau ke mana hilangnya, " Jelas Cahaya sembari mengusap Punggung Bintang


Pria itu menghela napasnya dengan kasar. ia mengendong Bintang untuk menenangkannya. " Jangan nangis lagi ya, Nanti Papa beliin yang baru Mau apa ? Spiderman ? Superman ? Suparmin ? Atau Suparman .... "


Gelengan kuat Bintang tunjukan, membuat Pria itu menghela napasnya kasar, " Bintang mau yang Punya Bintang sendiri. Nggak mau beli lagi,"


Gerhana yang sedari tadi menyaksikan drama keluarganya ini. hanya bisa menggaruk telinganya yang tidak gatal. jemarinya mengambil satu buah kotak Pensil motif Spiderman ia Melangkah menaiki satu Persatu anak tangga yang menghubungkan ke kamar Bintang.


" Lo cari ini, kan, Cil ?" Gerhana memperlihatkan kotak Pensil tersebut ke arah Bintang.


Bintang mengerjapkan matanya berkali-kali. Tangan mungilnya mengusap jejak air matanya yang mengaburkan Penglihatannya


" ABANG ! INI, KAN, PUNYA BINTANG !"


Gerhana menutup kedua telinganya. ia melirik sang Papa yang menatapnya seolah akan memakannya. ia menyengir


" T-tadi Pulpen Gerhana hilang Pa. Makanya Gerhana ambil Punya Bintang,"


" Sekali lagi Papa tau kamu ambil barang milik adik kamu, Papa usir kamu dari sini !" ancam Angkasa


Dengan sisa-sisa tangisannya, mata belonya menatap isi kotak Pensilnya. Bintang kembali mengeluarkan tangisannya. membuat Gerhana spontan menutup kedua untuk kesekian kalinya.


" DI SINI, KAN ADA UANG TABUNGAN BINTANG UANG BINTANG KE MANA !"


Angkasa menatap tajam ke arah Gerhana. " Bisa dijelaskan ke mana Perginya uang milik adik kamu, wahai Putra kesayanganku ?" ucap Angkasa seraya mengusap kepala Gerhana.


Gerhana langsung menunduk sangat takut. "A-anu ...... t-tadi buat Pergi ke kelab sama temen-temen, Pa, Ma,"


" APA ! Teriak Mama kaget. Bintang kembali mengeluarkan tangisnnya membuat Cahaya tak segan-segan menjewer kencang telinga Gerhana


" GERHANA NANTI MALEM KAMU TIDUR DI LUAR !" teriak Angkasa


...••••...


Malam itu, Mona menginap di rumah Liona dengan alasan belajar bersama untuk ulangan besok. Liona sudah menerangkan banyak materi Pelajaran Ekonomi ke Mona. Namun tak satu Pun Mona menangkapnya Liona melempar buku Ekonomi dengan kesal.


" Dari tadi gue ngomong capek-capek, lo ngapain sih Mona Langsung aja, deh Buka halaman delapan Puluh kerjain uji kompetensi dua," suruhnya.


Mona mendengkus dan menutup bukunya dengan sebal. " Belajar besok ajalah yuk, Na. Gue lagi boring banget sumpah !" ia menutup Paksa buku Liona," Dan matanya langsung memicing menatap Liona curiga, " Gue mau nanya dong. Lo Pacaran sama Gerhana ? tanya Mona sedikit berbisik


Liona melebarkan bola matanya. " KATA SIAPA ..... " Mona membungkam mulut Liona dengan tangan kanannya.


" berisik bego ! Ayah lo lagi tidur,"


Liona menghempas tangan Mona yang membungkam mulutnya


" Bau banget tangan lo,"


" Lo .... "


Mona berdecak. " Canda Liona ! Balik ke awal lagi deh lo gimana ceritanya bisa di .... " Mona menyatukan jemari tangannya kemudian menempelkan di bibirnya. " Tau, kan, Na, maksudnya Gue itu apa ?" Liona mengalihkan Pandangannya, " Jawab Na, Malah diem aja !" Mona menarik dagu Liona.


" Bukannya gue nggak bisa jawab, Mon. Tapi gue baper kalau nginget kejadian itu,"


" APA !"


...•••••...


Gerhana menyeruput secangkir kopi yang ia Pesan di kantin Mak Jum. Badannya terasa ngilu semua. semalam Gerhana diusir dari Papanya karena Perihal kotak Pensil. lalu menginap di rumah Bima. Namun ia tidak boleh tidur di kasur Bima. di sofa atau tidur dengan beralaskan karpet, Alhasil Gerhana tidur dengan beralaskan keramik yang sangat dingin. Gerhana menendang kursi yang diduduki Bima, membuat cowok tersebut terjungkal ke depan


" SETAN LO !" maki Bima


" GERHANA ! BALIKIN WIG BAPAK ADUH, ! BAPAK GAGAL TEBAR PESONA SAMA BU INTAN ! BALIKIN WIG BAPAK, ANAK KODOK !"


Gerhana terlonjak kaget. Tangannya mengambil wig hitam yang ia curi dari laci Pak Wawan waktu mengambil lembar absensi tadi.


" LEMPAR GERHANA CEPET, " Bima mengguncangkan tubuh Gerhana. Gerhana berdiri dan berlari cepat menghindari Pak Wawan. ia melempar rambut Palsu Pak Wawan hingga menyangkut di salah satu ranting Pohon.


" MAMPUS NYANGKUT !" Pekik Gerhana.


" GERHANA BALIK SINI KAMU GARA-GARA ULAH KAMU BAPAK DI KIRA TUYUL SAMA BU INTAN,"


...•••••...


Kenzie menendang betis Gerhana. Demi apa Pun. Kenzie ingin membunuh Gerhana sekarang Juga karena ulahnya Kenzie ikut dihukum di bawah teriknya matahari


" Sampe gue liat lo bikin ulah sekali lagi gue laporin lo ke bokap lo !" ancam Kenzie


Gerhana menggedikkan bahunya acuh. " Laporin aja. Lo juga bakal gue laporin ke Mak Jum karena lo tadi nyuri Pisangnya Mak Jum satu sisir,"


Kenzie menatap sinis ke arah Gerhana. Kakinya bergerak menendang betis Gerhana lagi dan lagi. ia menyesal kenapa garis takdirnya bisa dipertemukan dengan orang seperti Gerhana.


" Anjing lo !" maki Kenzie


" Gerhana, Gerhana !" Bima menepuk-nepuk bahu Gerhana membuat cowok tersebut refleks menolehkan kepalanya. " Tuh liat Kayak kenal sama dua orang itu," Bima menunjuk dua orang yang berdiri di depan ruanga biologi, " OMO, ITU LIONA SAMA ATTA KAN ? ia menoleh ke arah Gerhana yang masih menatap Liona dan Atta yang berinteraksi cukup dekat. " KEN, KEN, NANTI TEMENIN GUE KE KACAMATAN, YA !" ucap Bima seraya merangkul Pundak kenzie


" Mau ngapain ?"


" MAU BIKIN SURAT KEHILANGAN,"


" kehilangan apaan lo ?"


Bima memukul kepala belakang Gerhana dengan cukup kencang


" BUKAN BUAT GUE, KEN,"


" Terus buat siapa anjing ? tanya kenzie kesal


" BUAT GERHANA SOALNYA KEHILANGAN CINTANYA YANG BELUM SEMPAT DIGENGGAM !" suara gelak tawa dari bibir Bima dan kenzie mengalihkan Pandangan Gerhana. Cowok berperawakan tinggi itu menempelkan Punggung tangannya ke dahi Bima dengan sedikit kuat, " SAKIT, KODOK,"


Gerhana langsung berdiri tepat di hadapan Bima. Tangannya memegang dasi Bima kemudian tersenyum lebar menatap Bima. " Lo kayaknya dari kemarin bikin gue kesel aja Bima Rasain nih," Gerhana menyerut dasi Bima dengan cukup kuat. membuat leher cowok itu tercekik. Tak hanya itu saja. Wajah Bima juga terlihat memerah


...•••••...