KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 54 Maaf


Malam itu, Kenzie dan Bima menemani Gerhana yang berada di rumah sendirian. Orangtua Gerhana serta adik Gerhana tengah mengunjungi saudaranya yang sedang sakit. jadi, dua cowok itu berniat bermalam di rumah Gerhana.


Bima yang mula-mula sedang asyik bermain rubik, menoleh saat menyadari Gerhana sedari tadi hanya diam


" Jangan diem aja, masalah nggak bakal selesai kalau lo cuma diem gitu aja,"


" Makan," suruh Kenzie, ia meletakkan makanan di hadapan Gerhana." Jangan hanya karena Putus cinta jadi lupa diri. kesehatan Penting,"


Bima langsung melempar rubiknya dengan asal. " Seharian ini lo itu belum makan. Lo bisa jatuh sakit terus siapa yang mau lurusin masalah ? Siapa yang mau jelasin ke Liona ? Nggak mungkin, kan, kalau gue ? Yang ada nanti gue rebut Liona dari lo, mampus !" gumam Bima memancing Lantas, Gerhana refleks melempar remote TV tepat di Perut Bima.


" Maju dikit, lo habis di tangan gue !" ancam Gerhana. ia mengusap wajahnya dengan gusar. Seharian ini Liona tidak bisa dihubungi. ia sempat mengecek profil Liona yang tiba-tiba kosong. " Gue diblokir sama Liona !" ucap Gerhana tiba-tiba, membuat Kenzie menoleh


" Wajar aja Liona blokir lo. Wajar juga Liona marah sama lo. Cewek mana yang nggak sakit hati kalau liat cowoknya sendiri berduaan sama cewek lain ? Apalagi foto itu nunjukin kelakuan yang nggak senonoh," ujar Bima. " Walaupun bukan atas keinginan lo, Gerhana. Tapi masalah kayak gitu bakal lama selesainya. Apalagi kita nggak ada bukti Percayain Liona, kan ? Gue bukan nakut-nakutin lo, gue juga takut kalau seandainya ....." ucapan Bima terpotong lantaran Kenzie melempar bantal ke arahnya. Cowok itu menatap tajam ke arah Bima Pertanda menyuruhnya untuk menghentikan ucapannya.


" Naura, Naura. Gue masih nggak Percaya sama cewek baru itu." decak Bima menggelengkan kepalanya heran. Mendengar kata Naura, lantas Kenzie dan Gerhana mendongak bersamaan. Mereka berdua juga turut tak habis Pikir, Naura adalah siswa baru yang tak tahu apa-apa. Jangankan itu, mereka rasa Naura tidak tahu Perihal hubungan Gerhana dan Liona.


" itu yang gue Pikirin dari tadi. Naura itu nggak tau apa-apa soal hubungan Gerhana sama Liona, terus atas dasar apa Naura mau rusak hubungan Gerhana ?" tanya Kenzie bingung.


" Ternyata gini rasanya, jatuh hati sama orang yang terlalu dalam," Kata Gerhana tiba-tiba.


Bima menoleh, ia sempat tersenyum sedikit lantaran mendengar tutur kata Gerhana. " Sekarang lo rasain juga, kan, Gerhana ? Baru Patah hati aja udah rasain gimana sakitnya, apalagi nanti lo Putus cinta Jangan main-main deh sama hati m Kalau udah terlanjur jatuh, bakal nggak ada obatnya," Bima menepuk-nepuk bahu Gerhana. ia melempar kunci motornya ke arah Gerhana. " Sekarang lo ke rumah Liona Pastiin dia baik-baik aja. jangan modal diem aja saat lo lagi di ambang masalah kayak gitu apalagi ini Perihal hati,"


" Tanpa lo kasih tau, gue juga ada niatan mau ke sana. Jaga rumah gue, kalian jangan Pergi ke mana-mana. Gue Pergi dulu," Pamitnya kemudian langkah kaki jenjang cowok itu berjalan keluar menaiki motor Bima


Bima menggelengkan kepalanya melihat Gerhana yang nampak frustasi.


" Ternyata bener, Ken. Cinta emang buat orang lupa segalanya Gerhana contohnya,"


" Nanti lo juga rasain apa yang dirasain Gerhana. Lo ngomong gitu Karena lo belum rasain gimana rasanya sakit hati yang sesungguhnya," balas Kenzie


...••••...


Malam itu, Gerhana membelah jalanan yang sedikit ramai. ia mengendarai motor dengan kecepatan sedang. Cuaca akhir-akhir ini sedang tidak baik, hujan pun sering turun membasahi jalanan sebelum ia membelokkan motornya ke gang rumah Liona, Cowok itu menyempatkan diri untuk mampir ke kafe yang biasa ia kunjungi bersama teman-temannya. ia memesan sebungkus nasi goreng untuk Liona.


Cowok itu memainkan Ponselnya sembari menunggu Pesanannya selesai. ia terus menatap room chat-nya dengan Liona. Meskipun diblokir, cowok itu terus-terusan menarik room chat-nya hingga Paling atas. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman ketika membaca Pesan-pesan yang lalu.


Setelah Gerhana membayar Pesanannya, tangannya menuliskan sesuatu Pada lembar note, lalu ia tempelkan di Penutup kotak nasi goreng yang baru saja diserahkan oleh Pelayan.


" Liona, bukain Pintunya. ini aku Gerhana, Na !" ucap Gerhana setengah berteriak. " Kamu boleh marah sama aku, tapi nggak gini caranya !"


Decitan Pintu terdengar di telinga Gerhana, membuat tubuh cowok itu sedikit memundur. Satya, cowok yang diketahui kakak kandung dari Liona Pun menatap Gerhana dengan raut wajah tak bisa diartikan.


" Bang, Liona ....."


" Mau ngapain lo ke sini lagi Belum Puas buat adik gue rasain sakit hati Seharusnya lo ngerti, Gerhana. Lo itu seharusnya Paham sama keadaan gue yang udah nggak ada nyokap. Adik gue itu satu-satunya cewek yang gue Punya. Gue nggak akan Pernah ikhlas ada orang yang sakitin adik gue, apalagi lo itu orangnya lo Pacarnya sendiri," ujar Satya memotong ucapan Gerhana. " Kalau ujung-ujungnya begini kenapa lo seolah-olah serius sama Liona, Gerhana ? Lo tau ? Gue itu Paling benci sama orang yang modal omong doang," sarkas Satya tanpa memikirkan Perasaan Gerhana


Seolah mulut serta Pita suaranya terkunci rapat, Gerhana hanya mampu terdiam dan menatap Satya yang mencercanya dengan banyaknya kata-kata yang menohok Perasaannya. Satya menyentuh Pundak Gerhana.


" Lo cowok dan gue cowok. Lo itu seharusnya jagain Liona yang notabenenya adik gue dan Pacar lo. Gue yang kakak kandungnya aja nggak Pernah ada niatan bikin dia nangis terus kenapa dengan lancangya lo itu keluarin air mata Liona ?" ujarnya. " Setelah ini gue minta satu hal sama lo." Satya langsung menghela napasnya sejenak. " Selesaikan hubungan lo sama Liona,"


" Gue nggak mau," jawab Gerhana berani.


Satya menatap Gerhana. Perihal hubungan Gerhana dan Liona Satya mengetahuinya dari salah satu Posting-an yang ada di media sosial. Entah milik siapa, Satya tak memedulikannya.


Gerhana menyugar rambutnya dengan gusar. ia menatap Paper bag yang ia Pegang. " Gue nggak bisa lepasin Liona gitu aja, Bang, Dan ..... " Gerhana menahan napasnya sejenak." Gue belum siap kehilangan sosok cewek yang udah berhasil ubah sisi bejat gue," ucapnya lirih.


Di sisi lain Liona berdiri di belakang Pintu kamarnya yang tertutup rapat. ingin rasanya ia menemui Gerhana. Mendengar Perkataan Satya yang menyuruh Gerhana untuk menyelesaikan hubungannya membuat hati Liona berdesir ngilu. Munafik jika dirinya tidak merindukan sosok Gerhana seharian ini. ia rindu, tapi ia masih mengingat jelas foto Gerhana bersama Naura, membuat rasa rindu ia menghilang dan tergantikan oleh rasa sakit. Liona masih tak Percaya Naura menusuknya dari belakang.


Ketukan jendela kamarnya membuat Liona segera menolehkan kepala. Langkah kaki jenjangnya berjalan menuju jendela kamarnya yang ternyata masih terbuka lebar. ia mengerutkan dahinya begitu matanya menangkap sati kotak makanan yang berada di jendela kamarnya.


" Siapa yang naruh makanan ini di sini," gumam Liona bertanya-tanya. ia celingak-celinguk mencari seseorang, tapi matanya tak menangkap siapapun, ia tertuju Pada sticky note yang tertempel Pada Penutup kotak makanan tersebut.



Liona menghela napasnya dengan kasar. ia meletakkan sticky note tersebut di dalam kotak yang tergeletak di atas meja belajarnya


" Gue marah banget sama lo, gue kecewa sama lo. Tapi boleh, kan, Gerhana Kalau gue juga kangen sama lo untuk kali ini aja ? gumam Liona


Suara notifikasi Pesan dari Ponsel Liona, mengalihkan Pandangan cewek itu. Liona mengerutkan dahinya saat melihat nomor baru tersebut. Sebelum ia membuka room-chatnya, ia terlebih dahulu membuka Profil sang Pengirim tersebut nampak kosong.