KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 43 Marah


Bima. ia menolehkan kepalanya dan mendapati Kenzie yang membereskan stik game-nya.


" Nyoka-Bokap lo belum Pulang


" Lo nggak diajak,"


. berangkat bersama Namun. Liona menolaknya. Cewek itu masih kesal dengan Gerhana. ia menghentikan langkahnya saat bahunya ditarik dengan kencang. Liona menoleh, mendapati Celine, Helen dan Kirana yang menatapnya.


" m yang delivery Pizza gue lumayan banyak makanya gue sering terlambat bangun," lanjutnya. Padahal bukan itu jawabannya. Liona bangun kesiangan gara-gara semalam ia sangat kesal dengan Gerhana hingga sulit tidur


m


Dengan Perasaan kesal. Mona menoyor kepala Liona, " Sekali-kali kek lo bisa diajak harmonisan sama sahabat,"


" Liona Geandra, udah belum bicaranya Kalau belum sini maju ngobrol-ngobrol di depan Bapak. biar Bapak bisa dengerin juga,"


Liona meneguk ludahnya. ia menoleh bersamaan dengan Mona kemudian menyengir menatap Pak Budi yang berdiri di depan Papan tulis.


"Hehehe, Pak Budi Apa kabar Pak ?" tanya Mona basa-basi


" Apa kabar, apa kabar ! Ribut terus kerjaannya Giliran diterangkan Planga- Plongo. Sekolah dibawa serius jangan bercandaan ! Kata Pak Budi


" Hidup itu harus seimbang Pak. Kalau hidup dibawa serius yang ada nambah beban Pikiran, Pak Mending senyumin aja. Yoi nggak Dion," sahut Kris kemudian ia menyenggol bahu Dion


" Yoi, Kris Apapun masalahnya senyumin aja,"


" Senyum-senyum Apa kamu Pikir senyum jelek kamu itu bisa meruntuhkan dunia ? Apa kamu itu bisa mengubah nilai merah kamu ini," Kata Pak Budi. ia menggelengkan kepalanya tak habis Pikir Dari dulu ia mengajar Matematika di sekolah ini, Pak Budi tidak Pernah mendapatkan kelas yang siswa-siswinya waras semua


...•••••...


Gerhana uring-uDengan Perasaan kesal. Mona menoyor kepala Liona, " Sekali-kali kek lo bisa diajak harmonisan sama sahabat,"


" Liona Geandra, udah belum bicaranya Kalau belum sini maju ngobrol-ngobrol di depan Bapak. biar Bapak bisa dengerin juga,"


Liona meneguk ludahnya. ia menoleh bersamaan dengan Mona kemudian menyengir menatap Pak Budi yang berdiri di depan Papan tulis.


"Hehehe, Pak Budi Apa kabar Pak ?" tanya Mona basa-basi


" Apa kabar, apa kabar ! Ribut terus kerjaannya Giliran diterangkan Planga- Plongo. Sekolah dibawa serius jangan bercandaan ! Kata Pak Budi


" Hidup itu harus seimbang Pak. Kalau hidup dibawa serius yang ada nambah beban Pikiran, Pak Mending senyumin aja. Yoi nggak Dion," sahut Kris kemudian ia menyenggol bahu Dion


" Yoi, Kris Apapun masalahnya senyumin aja,"


" Senyum-senyum Apa kamu Pikir senyum jelek kamu itu bisa meruntuhkan dunia ? Apa kamu itu bisa mengubah nilai merah kamu ini," Kata Pak Budi. ia menggelengkan kepalanya tak habis Pikir Dari dulu ia mengajar Matematika di sekolah ini, Pak Budi tidak Pernah mendapatkan kelas yang siswa-siswinya waras semua


Gerhana uring-uringan seorang diri di kantin Mak Jum. Seharian ini Liona mengabaikannya. Bahkan tadi Pagi saja Liona menolak untuk dijemput.


" Ngapa lo ? Marahan sama cewek lo ?" tanya Bima merasa tak bersalah


Gerhana menoleh tanpa minat menjawabnya. ia setiaringan seorang diri di kantin Mak Jum. Seharian ini Liona mengabaikannya. Bahkan tadi Pagi saja Liona menolak untuk dijemput.


" Ngapa lo ? Marahan sama cewek lo ?" tanya Bima merasa tak bersalah


Gerhana menoleh tanpa minat menjawabnya. ia setia menatap Ponselnya yang menunjukkan room chat-nya dengan Liona. Bima berdeham Pelan. sebisa mungkin ia menutupi semuanya. bahwa dirinya-lah Pelaku utama gagalnya kencan Gerhana dan Liona


" Gini ya, Bapak Gerhana yang terhormat cewek itu bakal sembuh marahnya kalau dibawa ke suatu tempat," usulnya.


" Ke mana," tanya Gerhana


" Kuburan," jawab Bima kesal. " Di tempat yang romantislah bego Heran gue sama lo Gerhana, Sekali-kali lo itu senengin Liona,"


Gerhana melempar tisu bekasnya ke arah Bima. " Cewek itu jangan suka diajak ke tempat yang begituan nanti kebiasaan dan minta lebih Liona aja gue ajak ke gubuk kita aja udah seneng banget,"


Mendengar kata gubuk. Bima dan Kenzie menoleh bersama. Kenzie memicingkan matanya menatap Gerhana curiga. Menyadari tatapan yang ditunjukkan Kenzie, Gerhana berkata


"Jangan suzoon lo Gue cuma nulis nama Liona di lembar kertas origami gue !"


Bima melempar sebuah Pisang goreng ke arah Gerhana. " Halah,"


" Kurang ajar lo Balikin Pisang gue," sentak Kenzie sambil mengambil Pisang gorengnya yang dilempar Bima


Bel Pulang sekolah baru saja berbunyi. menghamburkan siswa-siswi yang sedang bersantai


" AYO PULANG," ajak Bima


" Duluan aja Gue mau bujuk cewek gue dulu," ucap Gerhana


...•••••...