
Jam sudah menunjukkan Pukul empat sore. Gerhana dan Bima selesai mengerjakan hukuman dari Pak Wawan. suasana halaman sekolah sepi Kini, mereka bertiga berada di Parkiran dan segera beranjak Pulang ke rumah masing-masing. Kenzie juga masih di sekolah ia menghabiskan waktunya belajar di Perpustakaan.
" Ayo Pulang, capek banget gue hari ini mau tidur !" Bima duduk di jok belakang motor Kenzie. merangkul Pinggang Kenzie dan menaruh dagunya dengan lemas di atas bahu cowok itu.
" Lo berdua belok ya, Jangan-jangan Gila lo, !" Gerhana memicingkan matanya curiga
" Mulut lo Perlu gue rukiyah dulu atau gue masukin sesajen, Gerhana," tanya Kenzie menatap Gerhana datar.
" Ampun bang Jago,"
Kenzie melirik Gerhana dengan malas . sebelum akhirnya motor ninja hitamnya melesat dengan kecepatan tinggi. membuat Bima hampir terjungkal ke belakang.
" GERHANA !" teriakkan cempreng itu mengalihkan Perhatian Gerhana. Cowok itu menolehkan kepalanya. " Lo mau Pulang ?" tanya Celine
" Lo kira gue naik motor gini mau ke mana ?" jawab Gerhana malas.
Celine tertawa kecil. ia memukul Pelan lengan cowok itu. " Lo sendirian kan Emm .... gue boleh nebeng nggak ?"
" Males. Naik angkot saja sana, ngapain lo mau nebeng ke gue ? Lo udah miskin," ejek Gerhana
" Jam segini mana ada angkot, taksi, atau ojek, Gerhana. Kalaupun ada gue nggak bakal minta anter lo," ucapnya dengan melas. Apalagi udah mendung gini."
Gerhana terdiam sebentar. kemudian ia melirik ke atas langit yang sangat gelap, Juga jam tangannya yang menunjukkan Pukul empat sore. Benar Juga, sangat jarang jam segini ada taksi dan angkutan umum yang lewat.
" HP lo mana ?" tanya Gerhana
" Mau buat apa ?"
" Hubungi taksi online," jawab Gerhana
Celine mengeluarkan Ponselnya di dalam tasnya. Namun belum Juga ia menggeser tombol lock screen Ponselnya tiba-tiba mati.
Gerhana yang melihat itu Pun berdecak malas. " Buruan naik,"
Celine mengerjapkan matanya berkali-kali. " ini serius,"
" Nggak naik gue tinggal. Gue itung sampe tiga lo nggak naik juga gue tinggal, " ujar Gerhana jutek, " Satu, dua, tig ......."
Buru-buru Celine naik ke atas jok motor Gerhana. ia Pulang sesore ini karena cewek itu dijatuhi hukuman membereskan Perpustakaan Wajar jika ia baru Pulang karena Perpustakaan SMA Garuda besar sekali.
Selama di Perjalanan. Gerhana tak membuka suara ia hanya memberikan jaketnya Pada Celine saat gerimis mulai turun. Selain itu Gerhana hanya diam tanpa ada niat mengajak Celine berbicara.
Gerhana memberhentikan motornya tepat di depan gang yang ditunjuk Celine
" Turun," suruhnya
Celine berdecak Pelan, Padahal lima Puluh meter lagi ia sudah sampai rumahnya. " Lo nanggung banget nganterinnya Tega bener lo anterin gue di depan gang,"
" Turun atau gue bawa muter ke sekolah dan gue ninggalin lo di sana," ancam Gerhana
Celine berdecak kesal dan turun dari atas motornya. " Jaket lo gue bawa Pulang ya, Nanti biar gue cuci dulu soalnya basah. Makasih udah anterin gue dan Pinjemin gue jaket di tengah jalan tadi," ucap Celine dibalas dengan Gerhana.
Setelah Celine Pergi, Gerhana mendongak menyaksikan rintikan hujan yang semakin deras. Buru-buru ia mengambil Ponselnya karena takut basah, tapi Perhatiannya beralih saat melihat banyaknya Pesan yang dikirim Liona. Cewek itu juga meneleponnya beberapa kali. Buru-buru ia melajukan motornya menuju tempat yang Liona sebut di dalam Pesan.
...•••••...
Berkali-kali Liona menelepon Gerhana, tapi cowok itu tak kunjung mengangkatnya. Berbagai spam ia kirimkan kepada Gerhana. tapi tak satu Pun juga Pesannya terbalas. Hujan sudah turun dengan derasnya membuat Liona terjebak di depan toko bunga yang tutup karena motornya lagi-lagi mogok.
" Gerhana lo di mana sih ? Angkat dong Telepon dari gue,!" ucap Liona berdecak kesal. Baterai Ponselnya tinggal dua Persen saja yang artinya sebentar lagi Ponselnya akan mati. Petir terus menyambar dari tadi membuat tubuh Liona sedikit tersentak.
Suara derum motor mengalihkan antensinya. Liona berdiri dari duduknya saat cowok itu turun dari atas motornya.
" Motor gue terus gimana," tanya Liona
" Motor lo taruh di sini aja. Nanti biar gue ambil," ucapnya
Liona mengangguk cewek itu segera menyambar tasnya dan naik di atas jok motor ninja berwarna hitam tersebut.
" Pegangan Kalo lo Jatuh nanti gue ngerasa bersalah banget !" ucap cowok itu sedikit berteriak
Selama di Perjalanan, tak ada satu Pun dari mereka yang membuka suara Liona yang sudah menunggu di depan toko bunga lumayan lama Pun semakin menggigil kedinginan. Merasa tak tahan dengan dinginnya Pada telapak tangan, Cewek itu memasukkan telapak tangannya ke dalam jaket hitam milik cowok yang sedang memboncengnya ini.
Cowok itu tersentak Pelan saat merasakan tangan Liona masuk ke dalam saku jaketnya
" Sebentar aja, tangan gue dingin banget gue nggak kuat !" Cowok itu mengangguk dan menatap Liona lewat kaca spion motornya.
Selama dua Puluh menit, ia membawa motor dengan kecepatan sedang ia tak ingin celaka dan tak ingin membuat cewek di belakangnya ini terluka Motor ninja hitam itu berhenti tepat di depan rumah Liona. Buru-buru cewek itu segera turun dari atas motor dan meneduh di teras rumahnya
" Kenzie makasih udah anterin gue Pulang. Gue nggak tau kalau lo nggak dateng tadi, mungkin gue Pulangnya bisa besok," ucap Liona diiringi kekehan kecilnya
Tadi, setelah Kenzie mengantar Pulang Bima ke rumahnya. tiba-tiba bunda Kenzie meminta untuk dibelikan martabak. Saat Perjalanan Pulang sehabis membeli makanan tersebut, tak sengaja Kenzie melihat Liona di depan toko bunga yang setiap hari ia lintasi menuju Perumahannya.
Kenzie mengangguk. " Iya Gerhana ke mana ?"
Liona menggeleng. " Nggak tau mungkin dia masih dihukum sama Bima,"
Kenzie mengerutkan dahinya bingung. Perasaan tadi sebelum Pulang. Kenzie sempat berbincang cukup lama dengan Gerhana. Lalu ke mana Perginya Cowok itu hingga tak memerdulikan kekasihnya sendiri ?
" Ya udah gue Pulang dulu, udah malem, Dan sorry tadi gue bawa motornya Pelan banget. Gue cuma takut aja lo kenapa-kenapa dan berujung gue yang disalahin sama Gerhana," ujar Kenzie
Liona mengangguk dan tersenyum kecil." Lo nggak mau mampir,"
" Gila aja lo, mampir di rumah cewek sahabatnya sendiri," decaknya.
" Nggak apa-apa kali, orang cuma temen juga," ucap Liona
Kenzie tertawa Pelan. tawa yang baru saja Liona lihat. Oh Tuhan kenapa Pesona Kenzie lebih besar daripada Pesona Gerhana ? Liona menggeleng. kemudian ia menepuk-nepuk Pipinya.
inget Na, lo udah ada Gerhana, Gerhana udah lebih dari cukup buat lo
" Ya udah Gue Pulang dulu,"
Liona membuyarkan semuanya kemudian mengangguk. Kemudian cewek itu memasuki rumahnya. Tubuhnya menggigil menahan dingin ia sangat bersyukur dan sangat berterima kasih Kepada Kenzie Jika tidak ada kenzie entah bagaimana nasibnya ?
...•••••...
Gerhana mengusap wajahnya dengan gusar. Di tempat toko bunga yang dimaksud Liona. tidak ada siapa-siapa. Hanya motor Liona saja ia takut kekasihnya itu kenapa-kenapa. Bahkan cowok itu menghubungi semua teman sekelasnya. Terakhir ia menghubungi Bima.
Gerhana menyugar rambutnya yang sedikit basah. " Lo di mana sih Na Gue udah bilang, Jangan Pernah buat gue Khawatir !" decaknya emosi. ia mencari kontak Liona lagi yang tadinya menunjuk offline kini menjadi aktif rupanya.
Gerhana sedikit menghela napasnya dengan lega. Artinya Liona baik-baik saja saat ini. Namun, tak lama dari itu Liona kembali mengirimkannya Pesan yang membuat Gerhana terdiam cukup lama.
...•••••...