KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 25 Kecewa



...Jika hanya membuat kecewa tapi kenapa harus membuatnya jatuh terlalu dalam...


" APA ? Lo habis ditembak sama Gerhana ? Pekik Mona yang tengah menginap di rumah Liona.


Liona berdecak. " Lo kalau ngomong bisa Pelanin dikit nggak, Mon Gue nggak mau Abang gue denger dan berujung gue yang diinterogasi,"


Mona menyandarkan Pinggangnya di meja rias Liona. " Terus lo mau gimana ? Lo nerima dia gitu ? Jangan gila deh, Na,"


" Tapi .... "


" Liona dengerin gue, ya. Gue yakin lo sendiri tau sifat dan seluk-beluknya Gerhana itu kayak gimana. Tiga tahun kita kenal dia, Cowok Playboy yang hobi mainin hati cewek, Gue cuma nggak mau lo jadi korban selanjutnya," ujar Mona, kemudian berjalan mendudukkan dirinya di samping Liona.


" Apa gue nggak boleh Jatuh hati sama cowok ya, Mon ? Apa gue juga nggak boleh rasain .... "


" Gue bukannya nggak bolehin lo buat jatuh hati sama orang Tapi, jatuh hati Lo itu ke orang yang salah, " Potong Mona. Liona mendongak menatap Mona.


Apa seburuk itu Gerhana di matanya


" Gue tanya sama lo, lo ada rasa sama Gerhana,"


Liona langsung terdiam. Sentuhan Pada bahunya membuat Liona terkejut, " Iya," Jawab Liona


Mona mengembuskan napasnya dengan Perlahan. " Semua keputusan ada di tangan lo. Dan gue harap lo nggak salah naruh Perasaan," ucapnya


...•••••...


Cewek dengan seragam SMA baru saja turun dari dalam angkutan umum. setelah menikmati libur yang lumayan Panjang, akhirnya Liona kembali bertemu dengan teman-temannya. Pagi ini. Liona tidak membawa motornya karena Bang Satya meminjamnya. Liona menendang-nendang kerikil di depannya. Cewek itu menoleh saat mendengar gelak tawa yang begitu keras. Di sebuah Posko, terdapat banyak cowok dengan seragam SMA.


Liona menghela napasnya, Pasti ada Gerhana di antara mereka Mengingat Gerhana, cewek itu kembali dipusingkan dengan jawaban antara menerima atau menolaknya. Liona menghitung sembari berucap.


" iya, nggak, iya, nggak, iya,"


" Ayo berangkat bareng gue, " Liona menoleh dan mendapati Gerhana sudah di sampingnya dengan menaiki motornya.


Liona melirik Gerhana sebentar kemudian melihat jarak sekolah yang tinggal beberapa langkah. " Tuh ! Jarak kita berdiri sama jarak sekolah nggak sampe seratus meter. Gue jalan juga sampe. " Liona melangkah, Namun, Gerhana mencekal tangan Liona membuat cewek itu menghentikan langkahnya.


" Ayo," Gerhana menuntun Liona untuk naik ke atas jok motornya," Biar adem mereka semua lihat kita. Nggak capek lo tiap hari ribut sama gue."


" itu lo-nya aja kali yang hobi cari gara-gara sama gue. Coba aja dari dulu nggak bandel, Mungkin gue nggak bakalan kesel banget sama lo,"


Gerhana menyunggingkan senyumnya sembari menatap wajah cantik Liona lewat kaca spion motornya. " itu salah satu cara gue biar deket sama lo."


Liona berdeham Pelan kemudian memalingkan wajahnya. Tangan lentiknya menepuk Pelan Punggung Gerhana. " Buruan Jalan keburu telat,"


" Siap Kanjeng ratu !" Dengan kecepatan rendah, Gerhana melajukan motornya memasuki gerbang sekolah. Sampai ke halaman belakang sekolah sambutan beberapa Pasang mata tertuju ke arah mereka ini kedua kalinya Gerhana berangkat bersama Liona.


Begitu Liona turun dari atas motor Gerhana, cewek itu disambut dengan tatapan dari beberapa mantan Gerhana. Salah satu Celine cewek yang mengincar Gerhana dari dulu. Hatinya seperti ditumbuk beberapa kali Tepukan Pada bahu Celine membuat cewek itu menolehkan kepalanya.


" Ikhlasin aja siapa cepat dia yang dapat. Gue yang udah lama sama Gerhana aja udah Ikhlasin dia sedangkan lo ! Nyapa pun nggak Pernah, sok-sokan mau rusak hubungan orang, " Kata Rani seraya menaik-turunkan alisnya


Celine berdecak kesal. Dari dulu memang ia tidak ada aku-akurnya dengan Para Jajaran mantan Gerhana. Apalagi kalau bukan karena benci dengan mereka yang berani-beraninya serobot ambil hati seorang Gerhana.


Atensi Celine teralihkan ke Gerhana dan Liona yang baru saja melintasinya. Tak sedikit Pun matanya melepas Pandangannya Pada sosok cowok berperawakan tinggi tersebut.


" Lo masih inget kan, Na, sama ucapan gue waktu itu ? tanya Gerhana telapak tangan Gerhana terangkat untuk menepuk-nepuk lembut kepala Liona. " Sehabis kerja bakti temui gue di rooftop. Gue tunggu di sana tunggu jawaban yang keluar dari bibir lo,"


" Kalau lo jawab nggak ....." Gerhana memutar sedikit tubuhnya untuk menghadap Liona, " Gue yang bakal wakiliin lo buat jawab iya,"


" itu namanya Keputusan sepihak,"


Gerhana Terkekeh Pelan. " intinya nanti gue tunggu di rooftop. Gue mau bolos bentar Sampe jumpa nanti, Cantiknya Gerhana," Gerhana mengedipkan sebelah matanya genit. Kemudian Cowok tersebut melenggang Pergi menuju kantin.


...•••••...


Suasana Kantin Mak Jum saat ini cukup sepi. Hanya ada Gerhana, Bima dan Kenzie. Hari Pertama mereka memasuki sekolah semester dua kelas 12. Tidak terasa hitungan beberapa bulan lagi. Mereka akan lulus.


Di sisi lain, segorombalan siswa-siswi IPS 2 dengan kelas 12 IPS 3 saat itu tengah melaksanakan kerja bakti. Liona tengah menyabut rumput ia suka heran, ke mana Perginya tukang kebun saat hari libur ? Masa sih dua minggu libur, sekolah tidak terurus seperti ini ?


Liona mengalihkan Pandangannya ke Ponsel yang terus bergetar Beberapa notifikasi Pesan di aplikasi WhatsApp membuat jemari lentiknya tak sabar untuk segera membukanya.



Begitu matanya membaca kalimat Paksaan dari Pesan yang dikirimkan Gerhana. langkah kakinya berjalan menuju tempat yang dimaksud Gerhana. Rooftop. sebelum ke rooftop. Liona izin lebih dulu ke Mata yang kebetulan berada di sebelahnya untuk Pergi sebentar.


Liona mencoba menetralkan jantungnya saat Liona tengah selesai menginjakkan kakinya Pada anak tangga. Liona tak sengaja melihat sosok cewek di rooftop. Mencoba tak memerdulikan siapa cewek itu. Liona melangkahkan kakinya. ia menghentikan langkahnya saat mendengar tutur kata dari bibir cewek itu.


" Nggak sekalipun lo hargai gue, Gerhana. Dari kita kelas sepuluh gue ini udah naruh Perasaan sendirian. Setiap kali gue coba deketin lo. apa Pernah lo tanggepin gue sekali Pun Jangankan lo tanggepin, balas sapaan gue aja nggak Pernah," ucapnya.


" Kalau gue Jujur apa lo mau kabulin apa mau gue ?" tanya Celine. Gerhana tetap diam dan tak menjawab ucapan Celine. " Kasih gue ruang di hati lo," ucapnya


" Lo mau jadi Pacar gue, " Celine menganggukkan kepalanya Pelan. Kalau dan grogi bercampur menjadi satu. " Oke,"


Celine menatap Gerhana tak Percaya. ia kira dirinya bakal ditolak mentah-mentah. Tapi semua Pikiran negatifnya terbayar dengan jawaban yang mampu menerbangkan dirinya.


Liona menatap Gerhana kecewa. ia membuang jauh-jauh jawaban yang harus ia berikan Pada Gerhana. Karena jawaban Gerhana yang terlontar untuk Celine tadi, membuat harapan dan niat Liona Pupus begitu saja.


ia membalikkan badannya dan meninggalkan rooftop. Liona tertawa Pelan. Kenapa ia harus termakan dengan ucapan manis Gerhana ? Padahal sebelumnya jelas-jelas cowok itu sangat hobi mempermainkan hati cewek.


" Oke deh ! Gue terima lo jadi Pacar gue Tapi Celine Gue itu sebenernya ...... " Gerhana langsung menggantungkan kalimatnya itu, " Nggak Pernah suka sama lo Jangan Mimpi Celine in your dream Ngerti !" lanjutnya seraya mengetuk-ngetuk dahi Celine. " Sorry ruang hati gue udah ada yang isi. Bangun dari mimpi lo yang kebanyakan itu ngerti berharap bisa bikin stres Lo Contohnya," Langkah kaki jenjang cowok itu berjalan meninggalkan Celine seorang diri.


Cewek itu memejamkan matanya kuat-kuat. dan mengepalkan tangannya. Binar kegembiraannya Pudar lantaran Gerhana mengucapkan kalimat yang mampu menyakiti hati Celine untuk kesekian kalinya.


...••••...


Atta menghampiri cewek yang berjalan cepat di depannya Dengan satu gerakan, cowok itu berhasil menghentikan langkah Liona dengan mencekal tangannya.


" Kenapa lo, " tanya Atta menatap mata Liona dengan intens. " Habis nangis,"


" Gue minta maaf," ucap Atta. Liona berdecih kemudian memalingkan wajahnya. " Gue cuma nerima tantangan dari temen-temen gue aja. Gue nggak tau kalau ujung-ujungnya lo itu suka sama gue. Gue ..... "


" Nggak usah Percaya diri, kesannya gue kayak berharap banget sama lo. Rasa suka gue sama lo udah Hilang," ucapnya emosi.


Suara derap langkah cepat mengalihkan atensi keduanya. Di belakang Atta dari jarak dua meter ada Gerhana dengan napas tersengal-sengal. Tadi, sebelum Gerhana turun dari rooftop, cowok itu sempat melihat Liona. ia berasumsi kalau Liona mendengar semua Perbincangannya yang belum selesai.


Liona turut menatapnya dengan datar.


Jika hanya membuat kecewa tapi kenapa harus membuatnya jatuh terlalu dalam


" Liona .... " Liona memalingkan wajahnya kemudian menarik lengan Atta untuk Pergi. Gerhana menatap Punggung keduanya yang Perlahan mulai menjauh dari Pandangannya. itu, " Baru aja mau genggam lo, Na Sekarang udah harus Lepasin lo aja,"


...••••••...