KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 45 Permintaan maaf


m dari jendela kamarnya, membuyarkan lamunan Liona. ia sangat tahu siapa yang mengetuk jendela kamarnya.


" Mau ngapain ke sini ?" tanya Liona l. Diam-diam, Gerhana melirik Liona yang duduk di atas kasur. ia tidak tahu harus mulai dari mana.


" Na," Panggilnya. Liona nampak mengacuhkannya dan memilih l Kalau ada janji sama kamu. Tapi yang bales Pesan kamu buat gagalin semuanya itu bukan aku Na, tapi Bima," jelasnya


" Bima," gumam Liona


Gerhana mengangguk. " iya, Jangan marah lagi, ya, Aku nggak betah Na,"


" Tapi seenggaknya kamu itu kasih kabar dulu kemarin. Kamu di mana kamu lagi ngapain, biar aku nggak nungguin kamu sampe malem Kamu kemarin di mana ?" tanyanya


" iya, maaf. Aku kemarin di rumah Kenzie." jawab Gerhana


" Ngapain aja,"


" Main game,"


Liona mengembuskan napasnya berat. Pantas saja Gerhana lupa semuanya. Percayalah ketika cowok sudah berkumpul dengan temannya dan asyik dengan dunia mereka, Prioritasnya Pasti akan dilupakan


" Sekarang kamu Pulang," usir Liona


" Na, aku ..... "


" Pulang Gerhana,"


Gerhana beranjak kemudian menarik lengan Liona menuntunnya untuk berdiri. Gerhana menatap Liona dengan teliti.


" Jangan marah lagi ya Cowok Playboy ini Sayang sama kamu." Gerhana memeluk Liona," Sekecil apapun masalahnya Jangan Pernah mau diajak Pulang sama cowok lain Na," ucap Gerhana. ia melepaskan Pelukannya dan membungkukkan badannya menatap wajah cantik di hadapannya. " kamu itu milik aku Terutama ini," Gerhana menepuk dada Liona," Hati ini milik aku,"


" Aku Pulang dulu," Gerhana menyerahkan satu Paper bag kepada Liona. " ini buat kamu,"


" LIONA BUKAIN PINTUNYA, NAK INI AYAH !"


Liona dan Gerhana refleks menoleh. begitu mendengar suara bariton dari luar rumah Liona, sudah Pukul sebelas malam itu Pasti ayah yang baru Pulang dari meronda.


" Gerhana ! Buruan keluar, nanti ketahuan !" Liona mendorong tubuh Gerhana. " I-IYA, YAH, PINTUNYA NGGAK LIONA KUNCI KOK, " teriak Liona. Buru-buru Liona berjalan menutup rapat Pintu kamarnya dan mengunci agar ayahnya tidak melihat Gerhana


Liona mengembuskan napasnya. ia membalikkan badannya dan celingak-celinguk mencari keberadaan Gerhana.


" Cepet banget keluarnya," gumamnya


" Liona !" Cewek itu menoleh. Di luar jendela kamarnya yang belum tertutup. Gerhana memunculkan kepalanya


" Ada apa lagi ? Buruan Pulang, Gerhana nanti kamu .... "


" Sini dulu. " Suruh Gerhana memotong ucapan Liona. Langkah kaki cewek itu menghampiri Gerhana." Nunduk dikit." suruh Gerhana. Cowok itu berpegangan Pada Pembatas jendela kamar Liona tangannya bergerak menarik kepala Liona untuk menunduk. Lalu, tanpa Permisi cowok itu mencium kedua Pipi Liona serta keningnya cukup lama. " Aku Lupa kalau belum dapet ini seharian," ucapnya. " Aku Pulang dulu ya Selamat malam kesayangan Gerhana," Gerhana sempat tertawa melihat wajah terkejut Liona sebelum Pergi


Liona masih belum sadar akan terkejutnya jantungnya berdetak kencang serta senyum di bibirnya mengembang. ia meraba-raba Pipinya yang terasa hangat. Andaikan saja masih siang mungkin Liona akan berteriak sangat kencang.


" Gerhana, gue makin jatuh cinta sama lo," gumamnya tanpa sadar.


Liona duduk di kursi belajarnya. Manik mata cantik itu tertuju Pada Paper bag warna coklat dengan tulisan Menu baru spesial Mang Udin Tangan cewek itu tertarik untuk membukanya, bibirnya terkatup menahan senyum saat melihat sticky note di dalam Paper bag tersebut



...•••••...