KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
BAB 7 Terpaksa


" bukan Soplak," Sahut Liona tidak terima.


Gerhana melepaskan helmnya serta jaketnya. Dan tak lupa ia menstandarkan motornya dengan hati-hati.


" gue nikahin," ucap Gerhana diakhiri dengan suara Pelan.


Mau tidak mau, demi ia sampai rumah. Liona memilih Nebeng Untuk nebeng Gerhana. Musuh sekaligus Pangeran kodok yang harus ia waspadai.


" Gue beneran nebeng sama lo. Anterin gue sampe rumah, Awas aja kalo lo bawa gue di dalam hutan," Liona menunjuk Gerhana Pada kaca spion cowok itu.


Gerhana menggidikkan bahunya," Paling juga gue bawa lo ke dalam hotel,"


...••••...


Perlahan demi Perlahan menikmati guyuran air hujan, dan menikmati angin kencang yang hampir menjatuhkan dua insan yang tengah naik motor butut.


Tiga Puluh menit, bayangkan Sudah tiga Puluh menit Gerhana tak juga sampai di rumah Liona. Karena Bocil Cemburu dengan Gerhana karena membonceng Cewek.


" Hei Gerhana, bisa cepetan dikit gak ? Liona menepuk bahu Gerhana.


" ini udah cepet,"


" Cepet apanya ? Kayak keong kayak gini Buruan Gerhana, gue di rumah juga belum masak. Kasihan abang gue nanti mati kelaparan," ujar LionaMau tidak mau, demi ia sampai rumah. Liona memilih Nebeng Untuk nebeng Gerhana. Musuh sekaligus Pangeran kodok yang harus ia waspadai.


" Gue beneran nebeng sama lo. Anterin gue sampe rumah, Awas aja kalo lo bawa gue di dalam hutan," Liona menunjuk Gerhana Pada kaca spion cowok itu.


Gerhana menggidikkan bahunya," Paling juga gue bawa lo ke dalam hotel,"


••••


Perlahan demi Perlahan menikmati guyuran air hujan, dan menikmati angin kencang yang hampir menjatuhkan dua insan yang tengah naik motor butut.


Tiga Puluh menit, bayangkan Sudah tiga Puluh menit Gerhana tak juga sampai di rumah Liona. Karena Bocil Cemburu dengan Gerhana karena membonceng Cewek.


" Hei Gerhana, bisa cepetan dikit gak ? Liona menepuk bahu Gerhana.


" ini udah cepet,"


" Cepet apanya ? Kayak keong kayak gini Buruan Gerhana, gue di rumah juga belum masak. Kasihan abang gue nanti mati kelaparan," ujar Liona


" Dia itu lagi cemburu Liona Makannya gak mau, " ucap Gerhana sembari menepuk kepala motornya


" Gak usah bercanda deh Gerhana, Cepetan. " Dengan gemas Liona memukul kepala Gerhana yang terbalut helm full face.


" Dia itu lagi cemburu Liona Makannya gak mau, " ucap Gerhana sembari menepuk kepala motornya


" Gak usah bercanda deh Gerhana, Cepetan. " Dengan gemas Liona memukul kepala Gerhana yang terbalut helm full face.


" ini udah yang Paling cepet. Motor kayak gini kalo dibawa ngebut yang ada malah ngeden. Udah ditumpangi juga gak tau diri banget lo,"


Liona mendengus sebal. Kalau kayak begini caranya bisa satu tahun ia sampai rumah.


" Belok Mana rumah lo ? Tanya Gerhana sedikit mengeraskan suaranya


" Belok kiri ada Plang Jl Kuntil Anak itu nama Gang rumah gue," ucap Liona mengarahkan


What ! Jalan kuntil anak Gerhana nampak termenung. Jangan-jangan Liona ini manusia jadi-jadian. Cewek yang sebenernya Kuntilanak yang menyamar jadi Kuntilanak.


" Berhenti Gerhana !"


Gerhana mengerem motornya dengan mendadak membuat tubuh Liona refleks memeluk tubuh Gerhana.


" Cie, Cie ada yang Peluk gue ini," gumam Liona.


" Mau modus lo ya," Liona mendorong tubuh Gerhana dengan kencang kemudian cewek itu turun dari atas motor Gerhana


Sedangkan Gerhana, Cowok itu masih memikirkan hal-hal mistis tadi. Antara Liona itu manusia apa titisan Kuntilanak.


Gerhana menatap kaki Liona, " Kakinya nempel di tanah."


" Ngapain lo masih ada di sini,"


Suara Cempreng itu membuat Gerhana gelagapan. Mata elangnya menatap Perumahan Liona yang tampak sangat sederhana.


" Gue gak ditawarin mampir gitu,"


" Ogah ! Udah Pulang sana, " usir Liona.


Gerhana membuka helmnya,


" Bener-bener lo ya Perempuan gak tau diri Udah ngatain Bocil lelet, udah dianterin juga gak bilang terima kasih sama gue,"


" Yaudah Makasih ya Gerhana Udah kan Mau apa lagi Buruan Pulang,"


" LIONA BURUAN MASUK !"


" Ayah gue galak, Gerhana kemana-mana ayah gue itu selalu bawa golok. Lo kalo ditebas bisa Panjang urusannya Jadi lo buruan Pulang," Liona mendorong body belakang motor Gerhana