
n setelah mengantar laundry ke Mak Cik bibir Liona tak memudar tersenyum. Entahlah, akhir-akhir ini ia sering tersenyum seperti orang gian k. Loh, motor gue ini kenapa lagi sih," Penggalan lirik yang Liona nyanyikan terpotong lantaran motornya tiba-tiba mogok. " Lama-lama gue jual juga, nih motor. " ia celingak-celinguk ke kana dan ke kiri. Tidak ada bengkel di sekitar sini. Mau ke bengkel om Adul Pun masih sangat jaulakson motor dari arah belakang membuat cewek ini membalikkan badannya.Motornya, Kenapa ? Mogok lagi ?" Liona mengangguk sebagai jawabLiona menoleh, menadengan alis yang terangkat sebelah. " Motornya di sini aja dulu, jangan lupa dikunci Biar Kenzie sama Bima yang ngambil ke sini nanti," ucap Gerhana. Tadi, Gerhana memang berniat ke rumah Liona, Pas sekali ia bertemu Liona di Perjalanan menuju cewek ona nampak terdiam sejenak. ia hanya takut motornya dicuri Meskipun butut, Liona tetap menyayanginya.
" Ya udah, tapi jangan lama-lama Takut diambil orang motornya,"iya, iya, ayo naik," ucapnya lalu menarik tangan Liona membantu cewek itu naik ke atas motornya. Kemudian motor Gerhana melesat dengan kecepatan sedang. Gerhana menarik tangan Liona untuk melingkar di Perutnya. ia tersenyum melihat Liona dari kaca spionnya, cewek itu menyandarkan kepalanya Pada bahu Gerhamu hari ini nganggur kan ?" tanya Gerhana. ia membuka kaca helmnya dan sedikit menoleh melirik Liona yang menaruh dagunya di atas bahunyaenapa emang ?" tanya LionaMau ajak kamu ke rumah aku kan kamu blum Pernah ke rumah aku lmengangguk, lalu berkata. " Ayoah itu, Gerhana kembali fokus ke jalanan, selama dua Puluh menit menempuh Perjalanan, akhirnya keduanya sampai rumah dengan nuansa mewah itu, Kadanr. Apa dirinya itu Pantas bersanding dengan seorang Gerhana ? ibaratkan Ge sedangkan Liona serbuk marimas. Namun, ia beruntung memiliki Gerhana. Cewek itu selalu bahagia di samping Gerhana, meskipun sekali atau dua kali kerap dibuat kesalAyo masuk," Gerhana meraih Pergelangan tangan Liona, membuat lamunan Liona buyarama sama Papa mana, Lan ?" tanya Gerhana Pada Bulan. adik keduanya. Bulan duduk lesehan di atas keramik sembari memakan makanan ringanan mendongak. " Nggak tau gue, Bang Keluar kayaknya tadi sama Bintang Paling Pergi ke rumah nenek,a lo nggak ikut sekalian ? Beban lo kalau di rumah !" ucap Gerhana. yang beban !" balas bulan tak terima. Matanya tertuju Pada cewek di samping Gerhana. ia mendekati Liona dan menatap Liona dari atas sampai bawah kemudian tawa Bulan meledak begitu saja membuat Liona bingung. Kenapa Bulan menertawakannya Apakah ada yang salah u cewek lo, Bang ?" tanya Bulan sembari menahan tawan
Melihat tawa Bulan yang seolah merendahkan Liona, lantas Gerhana menatap Bulan. " Lan !" sentak Gerhana. Namun sepertinya Bulan tidak takut sama sekali dengan bentakan Gerhana. ia malah memukul lengan Gerhana dengan kuat sambil tertawa kencaoi BanNgaca, Bang, Ngaca Modelan kayak Penghuni neraka gini masa pacaran sama modelan Penghuni surga sih, Bang ? ledek Bulan.ana melotot tak terima. ia mengambil bantal sofa dan hendak melempar ke arah Bulan. Namun, Bulan buru-buru memasuki kamarnya sebelum abangnya benar-benar menyiksanya LO !" teriak Gerhmenggelengkan kepalanya. hampir saja ia sakit hati dengan ucapan Bulan. Cewek itu kini duduk di atas sofa. ia tersentak Pelan merasakan Pahanya yang seperti ditimpa sesuatu yang sedikit berat Liona merunduk, mendapati Gerhana yang merebahkan kepalanya di atas Pahakamu beneran nggak ada ?" tanya Liona, celingak-celinguk mencari keberadaan orangtua Germenarik dagu Liona. " Jangan dicari, mereka nggak ada di rumah. Paling lagi di rumah kakek sama nenek," uca lega saat mendengar tutur kata Gerhana. ia belum siap saja untuk bertemu dengan mereka. Liona masih merasa canggungKamu mau Kuliah di mana ?" na merunduk, lalu menyandarkan tubuhnya Pada sandaran sofa Membiarkan tangannya terus dimainkan Gerha kamu tiba-tiba nanya aku mau kuliah di manamenggeleng. " Nggak apa-apa Nanya aja. ungkin deket sini aja. Nggak mungkin aku kuliah jauh-jauh sedangkan ada ayah di rumah. Tapi nggak tau nanti," jawab Lionaalau aku kuliah di luar negeri boleh kan ?" Pertanyaan yang terlontar dari bibir Gerhana membuat Liona menegakkan tubuhnya dengan refleksenapa harus diluar negeri ?" tanya Lionggak apa-apa Pengen cari suasana baru aja, boleh !" Gerhana bertanya sekali lagi. Liona menatap Gerhana dengan intens. Cowok itu Pun menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban yang terlontar dari bibir kekasihnya n berat hati, Liona mengangguk." iya selagi buat kamu ngejar Pendidikan kenapa harus aku larang," ucap Lionaarang aku, Na." Liona menaikkan sebelah alisnya. " Larang aku buat kuliah di luar negeri," suruh Gerhana
...••••...