
Setelah makan malam, Gerhana berjalan dengan lesu ke arah kasur king size-nya. ia menghempas tubuhnya telentang di atas kasur dan menyelipkan telapak tangannya di belakang kepala. Kalimat Penolakan dari bibir Liona masih terngiang-ngiang di memori otaknya. Cowok itu merasakan desiran ngilu Pada hatinya melihat Liona memutuskan untuk Pulang bersama Atta
" Lama-lama gue bom juga si Atta, " gumam Gerhana
Jemari kekar Cowok itu mengambil Ponselnya yang tergeletak di samping bantalnya. Kemudian ia melihat spam Cha yang ia kirimkan kepada Liona.
" Apa gue ke rumah Liona aja, ya," gumam Gerhana Kemudian cowok itu menggelengkan kepalanya Kuat. " Lo Pake Pelet jenis apa sih Na gue bisa luluh gini sama lo ?" teriaknya frustasi.
...•••••...
Wajah Gerhana nampak murung. Tidak biasanya cowok itu bad mood. Biasanya juga ia membuat orang bad mood setengah mati.
" Kenapa lo ? tanya Bima
" Lagi Patah hati Tuh, kemarin gue liat dia habis ..... " Dengan cepat Gerhana membekap mulut lemes Kenzie sebelum cowok kalem tersebut membeberkan semuanya.
" Diem lo Kenzie ! Ngintip gue lo, ya ? tuduh Gerhana.
Bima mengangguk-anggukkan kepalanya menatap room chat dengan teman dari kelas sebelah. " O-oh ! Jadi Pangeran kodok lagi Patah hati sama Liona," Ucap Bima. mengalihkan atensi Gerhana," MAMPUS LO KENA JUGA KAN, LO KARMANYA RASAIN LO," teriak Bima Puas," Karma itu Bang ! Makannya jangan suka mainin hati cewek Karma dari doa-doa Para wanita pada manjur dah Hati-hati lo," ujar Bima.
" Kenapa bisa kandas lo Baru juga PDKT-an udah gagal duluan," tanya kenzie
Gerhana langsung menyandarkan bahunya. " Biasalah ada Pembinor sama Pelakor di antara gue sama Liona. Siapa lagi kalau Atta dan Celin ... "
" GERHANA, Gerhana TUH LIONA TUH !" Pekik Bima histeris mengundang Beberapa Perhatian Pengunjung warung kopi
Refleks, Gerhana menolehkan kepalanya dengan cepat.
" Mana,"
Bima menunjuk wajah Gerhana dengan tatapan memicingnya
" Cie ! Langsung gercep !" satu tampolan keras langsung mendarat tepat di atas kepalanya, " Sakit, KODOK !" rintih Bima
...•••••...
Cewek dengan hiasan Penjepit rambut motif kupu-kupu berjalan di koridor kelas 12. Matanya menatap dua insan yang berdiri di depan kelasnya
Liona mengangguk. " Ada kendala di rumah."
Gerhana mendorong tubuh Celine di depannya. ia tak mengerti kenapa cewek itu masih saja terus mengganggunya.
" Kenapa chat gue kemarin nggak lo bales Tadi malem gue liat WhatsApp lo on Sengaja jauhin gue,"
Liona menghela napasnya Pelan." Gue nggak ada alasan buat jauhin lo. Gerhana jadi lo jangan berpikiran gue jauhin lo hanya karena ......" Liona melirik Celine sekilas kemudian ia melanjutkan kalimatnya. " Hanya karena kejadian kemarin,"
" Na, ayo Katanya mau minjem buku Sejarah ? Buku gue ada di Lab ayo sekalian ke sana. Lo juga mau kumpulin ke guru sejarah, kan ?" Sama gue juga suruh ngumpulin," ujar Atta
Gerhana langsung berkacak Pinggang dengan malas.
" Kenapa tiap gue mau memperbaiki semuanya malah ada Atta monyong yang muncul,"
" Atta ! Pergi nggak lo ? Nggak Kapok lo sama Kelakuan lo Nggak Kapok Udah babak belur di tangan gue ? Mau tambahin lagi," Gerhana menggulung lengan seragamnya, " Heran gue sama lo Hobi banget kayaknya bikin masalah,"
Atta menoleh," Gue sama Liona mau ke ruang guru, apa itu jadi masalah buat lo," ia terkekeh Pelan." Gue heran sama lo, Gerhana Semua yang gue lakuin kayaknya salah di mata lo,"
" Karena kelakuan lo itu selalu salah," jawab Gerhana.
Atta melirik Gerhana sekilas kemudian tangannya menarik tangan Liona. Cewek itu tak memberontak sama sekali.
Suara siulan dari bibir Bima terdengar berisik di telinga Gerhana Cowok gas tersebut baru saja menginjakkan kakinya di depan kelas Bima memundurkan langkahnya saat melewati Gerhana.
" Wuih kayak bakalan ada Calon-calon sad boy nih ! ledek Bima Pada Gerhana," CIE-CIE Roman-romanya ada yang lagi Cemburu Nih,"
" Setan lo !" Maki Gerhana terkejut.
Bima berdeham. Sebelum cowok itu memasuki kelas, ia menyempatkan diri meledek
" Gerhana enak nggak cemburu tanpa memiliki,"
...•••••...