
" kepala Gerhana. Lantas Gerhana m cewek aja yang m 12 IPS 2
" Gerhana, kalah, kan lo ? ledek Dion kepada Gerhana
" Nggak usah sombong lo, Didit Hari kita bukan lagi teman !" balas Gerhana tak malu kalah.
" Didit, Didit ! Nama Gue Dion !" ucap Dion kesal.
" Bodo amat !"
Suara Peluit berbunyi keras, menandakan Pertandingan kembali dimulai. Sorakan-sorakan yang mendukung kedua tim tersebut terdengar sangat heboh. Gerhana menerobos merebut bola yang Dion kuasai.
" GERHANA, OPER !" teriak Bima sembari melambaikan tangannya. Gerhana Pun mengopernya ke arah Bima. Lama saling berebut bola antar tim, akhirnya Peluit kemenangan ditiup keras menandakan tim Gerhana memenangkan Permainan ini.
Napas Gerhana tersengal-sengal, keringat cowok itu bercucuran hingga membasahi rambut tebalnya. Gerhana menyugar rambutnya membuat beberapa siswa-siswi terpesona. Gerhana berdiri di hadapan Dion dan mengangkat jempolnya, kemudian membalik jempolnya di depan wajah Dion sebelum ia dan kedua sahabatnya melenggang Pergi.
" Songong lo, Pangeran kodok !" maki Dion.
" KALAH LO ! DASAR ODONG-ODONG !" balas Gerhana dari kejauhan Kini, ia menyandarkan tubuhnya di dinding belakang kelas 10 sambil mengipasi wajahnya dengan sobekan kardus yang ia temukan, " Lo berdua harus berterima kasih sama gue. Kalau bukan karena gue tim kita kalah,"
Bima mencibikkan bibirnya kesal,
" Menang atau nggak sama aja Orang yang kita lawan temen kelas kita sendiri !"
Gerhana menoleh, kemudian menampar Pipi Bima dengan sobekan kardus yang ia Pegang
" Lo sih, Na ! Gara-gara lo gue telat, kan liat Pertandingan futsal anak kelas kita !" kesal seorang cewek tak jauh dari tempat Gerhana berada.
" Lah ? Kok gue ?
" iyalah ! Siapa lagi !"
Gerhana menoleh saat mendengar suara cewek yang tak asing di telinganya. Lelah yang Gerhana rasakan tiba-tiba hilang saat melihat Liona.
" SUKA DOANG, DIPACARIN KAGAK !"
Gerhana tak memerdulikan Bima, langkah kaki cowok itu menghampiri Liona yang tengah berbicara dengan Mona. Liona menoleh saat Gerhana berdiri di hadapannya, kemudian ia memalingkan wajahnya kenapa dadanya berdebar sangat kencang ?
Liona melipat kedua tangannya di depan dada. " Perasaan sama aja Main futsal atau nggak, nggak bakal ada yang berubah," Liona menatap Gerhana dengan tatapan meledek," Malah tambah lepek,"
" HAHAHA ! SADAR DIRI GERHANA ADA SAATNYA LO JELEK DI MATA YANG TELITI ! teriak Bima menertawai Gerhana.
Gerhana menoleh. " DIEM LO !"
" WOI ! MINGGIR !"
Liona mendongak, ia melebarkan bola matanya saat melihat bola futsal yang melayang ke arahnya. Liona mengangkat kedua tangannya untuk menutupi kepalanya. Namun setelah itu, ia tak merasakan apa pun di kepalanya. jutsru yang Liona rasakan adalah sesuatu yang sedikit keras di hadapannya.
" WOi ! Hati-hati lo kalau main Futsal," Gerhana menunjuk sekumpulan siswa yang berdiri di tengah lapangan. Gerhana menunduk, mengusap kepala Liona." Lo nggak apa-apa kan ?"
Liona mendongak, objek Pertama yang ia lihat adalah wajah tegas Gerhana. keduanya diam sesaat mereka tak sadar jika tengah disaksikan oleh banyak orang. Para jajaran Pacar Gerhana yang menyaksikan itu mematung di tempat. ini adalah hari Patah hati bagi Pacar-pacar Gerhana.
" OMG ! Pekik Bima sembari menangkup Pipinya sendiri. " OMG ! OMG ! OMG SEBENTAR LAGI COUPLE KITA KAN BERLAYAR,"
Liona gelapan, lantas cewek itu mendorong tubuh Gerhana yang memeluknya. Gerhana menggaruk tengkuknya dengan canggung.
" CIELAH ! LO BISA SALTING JUGA SEUMUR-UMUR GUE KENAL LO, GUE BELUM PERNAH LIAT LO SALTING !" kata Bima meledek Gerhana
Gerhana melotot ke arah Bima. " Diem nggak lo ? Bima yang melihat itu lantas tertawa terbahak-bahak, disusul dengan kenzie yang terkekeh kecil.
" OMG KENZIE TERTAWA ? Teriak Bima
Gerhana menatap Liona, " Lo- Lo nggak apa-apa ?"
Liona mengangguk dengan canggung. ia merasa ada yang aneh Pada dirinya. Kenapa ia mendadak jadi canggung seperti ini saat di dekat Gerhana ? ini bukan seperti dirinya. " Nggak. Gue nggak apa-apa. Ma-makasih, " Cewek itu membalikkan badannya hendak melangkah Pergi, tapi tarikan Pada tangannya membuat ia kembali ke tempat.
Gerhana sedikit membungkukkan badannya. ia menyelipkan anak rambut Liona kemudian berbisik
" Sama-sama, Bu Bendahara kesayangan gue,"
...•••••...