KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 61 Terbongkar


Suasana lorong Sekolah SMA Garuda terlihat sangat ramai. Namun, ramainya siswa-siswi tak menjanjikan ramainya kondisi lorong kelas 12. Tak ada suara bising yang biasanya. Banyak orang yang memilih diam sembari membaca berita yang tertempel di mading. Berita tentang Gerhana yang jatuh dari lantai dua yang masih menggemparkan sekolah itu.


" Gila ! Berita ini sampe tembus rating satu berita trending kalangan SMA. Parah !" decak salah siswa saat membaca berita dari akun lambe turah sekolah sebelah.


Liona yang baru saja datang, menoleh dengan bingung saat melihat suasana yang tiba-tiba sangat berbeda. Bima dan Kenzie yang duduk di kelas 12 IPS 2 Pun seperti tidak semangat sama sekali. kelas 12 IPS 2 seperti kelas tanpa Penghuni, tidak ada suara berisik yang menghiasi kelas itu lagi.


Bahu Liona terdorong mundur saat cewek itu hendak memasuki kelasnya. ia menoleh dan mendapati Celine yang menatapnya dari atas sampai bawah.


" Lo itu seharusnya jangan jadi sok jagoan ! Lo tau akibatnya sekarang kan akibat ulah ini Gerhana sekarang melawan maut !" sarkas Celine. Siswa-siswi yang sedang sibuk membaca kabar di mading, refleks menoleh saat mendengar suara Celine yang begitu sangat lantang," Coba aja lo nggak sok jagoan Pasti Gerhana nggak kayak gini sekarang,"


" Sebutan apa lagi, Celine, yang Pantes gue juluki buat lo ? Perempuan murahan Atau seorang Pembunuh !" ujar Liona tenang." Setelah lo manfaatin kelemahan orang lain buat menangin obsesi Gila lo ini, sekarang lo masih belum Puas Bahkan lo hampir hilangin nyawa orang lain ! Kadang gue heran sama lo. Lo itu sebenernya manusia apa bukan Kelakuan lo lebih Parah dari iblis !"


" LO YANG HARUS JAGA MULUT LO SENDIRI !" sahut Liona membentak.


" Na, udah, Na. " Bima menarik bahu Liona untuk mundur. " Jangan ladenin manusia kayak dia. Buang-buang waktu berharga lo, Na. Ayo masuk kelas aja."


Namun tarikan Pada tangan Liona yang Bima lakukan, nampaknya tak berdampak apa pun. Cewek itu masih berdiri dengan napas memburu.


" Apa Perlu gue beberin semuanya tentang Percakapan lo sama Naura kemarin ?"


" Lo jangan macem-macem !" sentak Helen.


Liona menoleh. " Dan lo jangan ikut campur !"


" Liona, gue mohon, ayo masuk." Liona menggeleng, menolak ajakan Bima


" Biar aku aja yang bilang ke semua orang." Semuanya menoleh ke arah sumber suara. Naura, cewek itu baru saja keluar dari dalam kelas bersama dengan Mona. Naura berdiri di hadapan Celine. ia menatap banyaknya siswa-siswi yang berkerumun menunggu Naura membuka suara.


" Dia," Naura menunjuk Celine. " Yang suruh aku buat hancurin hubungan Liona dan Gerhana. Dia manfaatin kelemahan aku buat menangin obsesi dia," Naura menatap Celine dengan lama. " Secara nggak langsung dia yang hampir bunuh Gerhana," ujarnya." Soal foto itu, aku disuruh sama Celine. Dia yang kasih minuman alkohol itu ke Gerhana, dia cewek bermasker yang nyamar sebagai bartender." Naura melirik Celine. " Dia yang foto Gerhana dan aku secara diam-diam,"


Celine mengepalkan tangannya kuat, ia ingin melawan Naura. Namun Helen dan Kirana mencegahnya.


Semua terkejut dengan Penuturan Celine. Mona yang berada di samping Kenzie pun menutup mulutnya tak Percaya. Ternyata semuanya salah sangka, mereka Pikir dalang dari semuanya adalah Naura sendiri.


" Tapi lo Kenapa mau disuruh sama dia, Celine ?" tanya Mona


Naura mengerjapkan matanya berkali-kali saat air matanya hendak menetes.


" M-maaf aku terpaksa,"


" Tapi kenapa, Naura ?" desak Liona dengan suara lirih.


" Hidup aku ada sama Celine, Na."


" Maksud lo apa ?" tanya Kenzie, tapi Naura tak menjawabnya. Kenzie membalikkan badan Naura. " Naura, gue tanya sama lo."


Naura langsung memalingkan wajahnya.


" A-aku divonis gagal ginjal. Semuanya ditanggung sama keluarga Celine. Biaya Penanganan, cuci darah. Keluarga Celine yang nolong aku. Dan ...."


" Dan kalau lo nggak ikuti apa mau Celine, lo bakal diancam gitu ? semua biaya Pengobatan lo bakal dicabut ?iya ?" Potong Kenzie menebak. ia mengusap wajahnya dengan gusar lalu menatap Celine. " Ada ya, cewek berengsek kayak lo ?"


" Terutama lo Naura jadikan Penyakit lo, sebagai alasan kenapa gue harus lepasin Gerhana kemarin ? iya, Naura, ?" tanya Liona dengan raut wajah tak bisa diartikan. Samar-samar, Naura menganggukkan kepalanya. " Kenapa lo nggak bilang dari kemarin-kemarin, Naura Kenapa lo biarin nama lo jelek di sini ? Dan kenapa lo biarin hubungan gue sama Gerhana rusak, lalu sekarang ....." Liona tertawa Pelan," Bahkan Gerhana hampir ninggalin kita semua," ucapnya dengan kelu


" Ma-maaf," Cicit Naura.


Liona tak menghiraukan kata maaf Naura. ia kembali terfokus kepada Celine yang membisu. " Sekarang gue tanya sama lo Celine Setelah lo lakuin itu semua, apa yang lo dapetin ? Nggak ada, kan ? Yang ada lo rugiin orang lain, Kalau lo suka sama Gerhana kalau lo sayang sama Gerhana, seharusnya lo nggak bikin dia celaka," ujar Liona dengan suara bergetar.


Celine masih terdiam. Helen dan Kirana Pun sama halnya. Tak ada yang berani membuka suaranya.


Tubuh Liona, Mona serta Bima tergeser lantaran beberapa siswi menerobos di antaranya. Fatah, Rani, dan beberapa teman Farah lainnya berdiri tepat di hadapan Celine.


" Jadi ini, wajah sebenernya yang udah bikin aib SMA kita hampir hilangin nyawa temen kita ? Farah mengusap-usap Pipi Celine. ia tersenyum kecil. Kemudian, Farah menampar kuat Pipi Celine hingga cewek itu berdesis. Hal itu tentu saja membuat beberapa siswa-siswi lainnya terkejut.


Farah terkekeh sinis. " Sakit ? Lo sadar nggak karena Perbuatan lo sendiri ulah rugiin beberapa orang di sini ? Liona, Gerhana, Naura terutama keluarga Gerhana sendiri. Liat, Celine ! Karena ulah lo, Gerhana melawan maut sendirian di rumah sakit !" cecarnya. " ini yang namanya cinta ? ini yang namanya suka ? ini bukan perasaan, tapi obsesi lo yang terlalu tinggi Harus gue apain lo sadar ?" tanya Farah menatap nyalang ke arah Celine. Cewek itu menghentikan langkah salah satu siswi yang hendak melintasinya. ia mengambil satu mangkuk soto yang berada di atas nampan yang siswi itu bawa.


" Sorry, Celine, tangan gue gatel buat nggak main tangan sama lo," Farah mengguyur kepala Celine dengan semangkuk soto yang masih panas.


Cewek itu diguyur dengan semangkuk soto tersebut terpekik kepanasan saat kuahnya tak sengaja mengenai wajahnya.


" Kurang lengkap kalau belum dikasih jus, biar seger !" Mona menyusul mengguyur kepala Celine dengan satu gelas jus jeruk milik siswi tersebut. " Enak, banget, kan, Celine ? Kemarin kita semua emang diem aja saat lo berbuat semaunya. Bully sana-sini dan sok Paling berkuasa. Sekarang lo liat ? Bahkan satu sekolah Pun benci sama wajah lo !" sarkas Mona menunjuk wajah Celine.


Datangnya salah satu Petugas kebersihan, mengalihkan antensi seluruh siswa yang berkerumun. Petugas itu sempat mengomel saat melihat lantai yang sudah dipel bersih ini kotor dengan kuah soto dan noda jus jeruk.


" ini ada apa ? ini Kenapa lantainya bisa kotor lagi begini," omel sang Petugas kebersihan seraya meletakkan salah satu ember berisikan air Pel.


Mona menunduk, lalu mendongak menatap sang Petugas kebersihan.


" Bapak nggak Perlu repot-repot bersihin lantai ini. Nanti biar saya dan anak kelas saya yang bersihin. Saya Pake air Pelnya sebentar," Mona mengangkat satu ember berisikan air Pel tersebut. ia mengode Farah untuk menarik dagu Celine agar mendongak


...••••...