
" sedangkan si Bocil Dua juta saja tidak sampai
" Nih, " Pria itu terpaksa memberikan kunci motor butut kepada Gerhana.
" Emangnya kamu mau ke mana malem-malem kayak begini Mau main," tanya Cahaya
" Gerhana mau bujuk Liona, Ma. Dia marah gara-gara kencan kemarin malam gagal !" jawab Gerhana
" Emang kamu ajak ke mana ?" tanya Angkasa
Cowok itu melirik Papanya sebelum akhirnya berkata. " Ke Warkopnya Mang Udin kebetulan di sana ada menu baru spesial, Pecel sama sate Padang,"
Mendengar jawaban yang terlontar dari bibir Gerhana lantas kedua orang tua Gerhana serta Bulan berteriak kencang
" APA ? WARKOP ?
" Astaghfirullah, Gerhana, istighfar, banyak-banyak Papa cari uang buat kamu seneng-seneng. Tapi kamu malah kayak orang miskin begitu. Kalau gini caranya. Papa gulung tikar ajalah !" gerutu Angkasa
" Untung yang kamu Pacarin itu Liona coba kalau cewek lain ? Cewek mana yang mau-mau aja makan di tempat begituan ?" ujar Papa menata Gerhana tak habis Pikir.
" Pantesan aja Kak Liona marah besar, Bang. Orang cuma lo ajak ke warkop Mang Udin mana acaranya digagalin lagi m Ngotak dikit, Bang Kencan dipenuhi bapak-bapak kompleks gimana rasanya ? sahut Bulan ikut geram
Gerhana berdecak kesal. " ini namanya kesederhanaan Yang artinya Liona itu tulus sama Gerhana dan nggak matre."
" ITU LO-NYA AJA PELIT !" teriak Bulan
...••••...
Gerhana berdiri di depan rumah Bima, Di tangan cowok itu, ada satu ember air yang ia ambil di kran di Pekarangan rumah Bima
" BIMA KELUAR LO !" teriaknya. " BIMA GUE BAKAR JUGA, NIH RUMAH LO KELUAR SINI LO !"
" Lo kenapa sih, Kodok Ganggu orang mimpi buruk aja lo !" Gue tadi habis ketemu sama Bidadari Lagi OMG PANGERAN KODOK, DINGIN, BEGO !" ujar Bima, diakhiri Pekikan kencang lantaran Gerhana mengguyur tubuhnya dengan air satu ember
" Rasain lo ! Sekarang tanggungjawab !" ucap Gerhana ngegas
" OMG ! OMG ! OMG ! BIMA MASIH SUKA DONAT BIMA NGGAK DOYAN PISANG,"
" Tanggung jawab lo udah bikin Liona marah. Lo, kan, yang udah bales chat dari Liona dan gagalin rencana gue sama Liona ? Ngaku aja lo,"
Bima mengerjapkan matanya berkali-kali. Dari mana Gerhana bisa tahu akan tingkah usilnya ? Cowok itu berdeham singkat, lalu menatap Gerhana takut-takut.
" A-anu gue kira l-lo itu terganggu jadi y-ya udah gue balesin dan gagalin acara lo," alihnya
" Terganggu ?" Gerhana berkacak Pinggang. " Yang ada lo ganggu hubungan gue sama Liona. Gue nggak mau tau lo harus sungkem sama Liona di depan anak-anak kelas kita,"
" OMG SUNGKEM !" Gerhana menjitak kepala Bima lantaran cowok itu berteriak lebih kencang dari biasanya
" Sungkem atau gue bikin lo babak belur sekarang ?" tanya Gerhana cowok itu mengusap-usap tangannya yang terkepal kuat
Bima meneguk ludahnya susah Payah. Matanya menangkap otot-otot tangan Gerhana yang tercetak jelas. Meskipun tubuh Bima lebih besar daripada Gerhana. tapi kekuatan Gerhana lebih kuat. Bima mengangguk cepat
" i-iya gue besok minta maaf sama Liona,"
" Gue tunggu ! Awas aja kalau lo besok nggak berangkat Lo gue ....... " Gerhana menunjuk Bima kemudian menunjuk dirinya. " Kita end," Setelah mengatakan itu, Gerhana Pergi
" Huuu ! Dasar Pangeran kodok ! maki Bima. ia menggigil tubuhnya yang basah kuyup akibat ulah Gerhana
...•••••...