
Cowok yang sedari tadi duduk di kursi halte Pun menatap tanah yang basah. ia mengambil earphone-nya dan memakainya. Lagu yang berjudul semata karenamu pun membuat Gerhana terpejam Penggalan lirik tersebut mampu menghipnotisnya. Cowok itu membuka matanya saat merasakan kakinya tersenggol oleh seseorang ia menoleh dan mendapati cewek duduk di sampingnya.
" Liona," ucap Gerhana.
Liona langsung menoleh dan tersenyum. " Kamu lagi nunggu jemputan."
Gerhana melepas earphone-nya Cowok itu menggeleng. " Gue lagi nunggu taksi lewat."
" Motor kamu."
" Gue belum boleh pergi bahwa kendaraan sendiri." jawab Gerhana
Gemericik air hujan yang terdengar berisik, membuat siswa-siswi yang tadinya berdiri di depan halte lantas memundurkan tubuhnya Hujan turun sangat deras. membuat banyaknya siswa-siswi SMA Garuda terjebak di sekolah
Liona yang melihat itu Pun tersenyum. Melihat hujan seperti seperti ini mengingatkannya dengan masa di mana ia Pulang jalan kaki bersama Gerhana.
" Gerhana," Panggil Liona. " Pulang jalan kaki, mau ? Sama aku kok. Kamu ingat jalan rumah kamu, kan ?" tanya Liona sedikit kikuk. Apa pertanyaan ini terlihat sangat bodoh ?
Gerhana tak menjawab, ia terus menatap Liona menunggu cewek itu melanjutkan Perkataannya.
" Gerhana, s-sorry ...... " Liona sedikit mencondongkan tubuhnya dan menempelkan Punggung tangannya Pada dahi Gerhana. " Oke aman Ayo !" Liona menarik tangan Gerhana
Cowok itu berdiri dari duduknya, sebelum kakinya terseret dalam tarikan Paksa dari tangan cewek itu. Gerhana berucap.
" ini serius,"
" Dua Rius Malah ! Ayo keburu Hujannya reda, " Kata Liona dengan antusias
Belum juga Gerhana mengucapkan kalimat Persetujuan, cewek itu menariknya dengan tidak sabaran menuju tengah-tengah derasnya hujan. Liona tersenyum melihat tak ada Penolakan dari bibir Gerhana. ia takut jika Gerhana mengusirnya atau bahkan menolaknya seperti kemarin. Namun dugaannya salah, Gerhana sepertinya menikmati hujan.
Liona mendongak. " Kamu kalau dingin bilang, ya ?"
" Nggak dingin."
Liona tersenyum mendengarnya. ia sengaja membawa Gerhana di tengah-tengah hujan seperti ini. berharap Gerhana mengingatnya sedikit demi sedikit. Gerhana mendongak membiarkan wajahnya ditetesi oleh air hujan.
"Gerhana apa Aku boleh ungkapin semuanya ?" tanya Liona. Gerhana mengangguk Liona menarik napasnya dalam lalu mengembuskan kasar. ia menendang Pelan kerikil-kerikil kecil yang ia lewati. " Aku kangen kamu," ucap Liona, " Boleh, kan,"
" Lo ...... "
" Tolong jangan tanya aku siapa dan apa yang terjadi sama kamu, kamu nggak bakal ngerti sekalipun aku bilang semuanya. Aku cuma mohon sama kamu, dengerin aku sampe aku selesai bicara,"ujar Liona memotong ucapan Gerhana
" Maaf gara-gara aku semuanya jadi kayak gini. Maaf juga aku cewek yang nggak tau diri Perihal hati. Kalau dari awal aku Percaya sama kamu. mungkin kamu nggak bakal kayak gini," ucap Liona menahan Perih Pada hatinya," Aku kangen Gerhananya Liona yang selalu buat aku ketawa yang selalu buat aku selalu tersenyum dan yang selalu hapus air mata aku saat aku terluka. Bukan buat aku nangis begini,"
Liona menitikkan air mata. Gerhana menyadari itu semua karena air mata Liona menetes bersamaan dengan tetesan air hujan yang membasahi wajah cantiknya.
" Dulu ada yang hapus air mata aku tapi sekarang ...... " Liona terkekeh hambar dan menggelengkan kepalanya. " Nggak ada tangan yang hapus air mataku lagi." Liona menoleh menatap Gerhana yang juga menatapnya dengan intens lalu cewek itu kembali memutuskan kontak matanya
Melihat manik mata sendu itu membuat hati Gerhana berdesir ngilu. tidak tahu apa Penyebabnya, ia juga tidak mengerti apa yang diucapkan Liona. Tapi ia merasa ucapan cewek itu seolah-olah untuknya, Namun ia tak tahu apa kesalahannya hingga Liona menangis.
" Kamu kapan Pulih ? Kamu nggak mau ajak aku ke gubuk itu lagi Nggak mau datang ke rumah aku lewat jendela lagi ? Liona menjeda ucapannya. " Kamu nggak mau Peluk aku lagi ?"
Gerhana menghentikan langkahnya saat Pertanyaan yang dilontarkan dari bibir Liona membuat dadanya sesak.
" Gue buat kesalahan apa sama lo sampe lo nangis begini ? Bilang, Bilang apa kesalahan gue ? suruhnya sedikit mendesak
Liona menggeleng. " Kamu nggak salah. " Cewek itu berdiri di hadapan Gerhana matanya menatap langsung dengan jelas mata Gerhana. Tatapan yang dulu selalu menghipnotisnya, saat ini manik mata itu selalu berhasil membuatnya menangis.
Perlahan tangan Liona terangkat meremas Pelan lengan Gerhana. Dengan kepala menunduk, cewek itu menyandarkan kepalanya Pada bidang Gerhana.
Cowok itu tersentak Pelan. Jantungnya berdebar sangat kencang Gerhana meneguk ludahnya saat mendengar satu isakan lolos dari bibir Liona.
" G-Gerhana," lirihnya. " Aku boleh berharap kalau semuanya ini cuma bohongan ? Kalau iya, tolong hentikan hukuman ini sampe sini aja. A-aku nggak bisa," ucapnya terisak Pilu. Cewek itu tak bisa menahannya. Berdekatan dengan Gerhana saat kondisi seperti ini membuat Liona tak tahan untuk menumpahkan tangisnya." Tolong jangan buat aku menderita lagi Gerhana. " Liona mengambil Pasokan saat dadanya terasa sangat sesak. " Kemarin aku egois suruh kamu Pergi. Tapi boleh aku egois sekali lagi buat kamu kembali lagi ? Buat aku Hari ini dan selamanya ?"
Gerhana diam. ia tak bisa mencerna semua ucapan Liona dengan baik. Kepalanya berdenyut saat ia mencoba untuk mengingat-ingat semuanya
Liona langsung mendongak, memundurkan sedikit tubuhnya. Matanya menatap sendu manik mata kosong di hadapannya. " Hari ini aku emang berjuang buat kamu Gerhana bertahan walaupun kamu sering Usir aku Tapi, aku nggak tau hari esok," Cewek itu memalingkan wajahnya." Mungkin aku udah nyerah," ia kembali menatap Gerhana, tersenyum dengan tulus membuktikan bahwa dirinya tidak apa-apa. " Cepat sembuh selalu nungguin kamu datang temui aku lagi,"
Liona membalikkan badan hendak Pergi tapi tarikan Pada tangannya membuat Liona menghadap Gerhana.
" Lo bisa kalau ngomong dengan jelas ? Bilang semuanya. Lo siapa gue ? Kenapa lo kayak gini sama gue," tanya Gerhana
" Kalau aku bilang aku ini Pacar Kamu Apa kamu Percaya," Liona menggeleng dan mengulang ucapannya. " Kalau aku bilang aku mantan Pacar kamu apa kamu Percaya. " tanya Liona. " Apa kamu Percaya kalau aku adalah orang yang kamu Perjuangkan kemarin Apa kamu Percaya kalau aku orang yang kamu lindungi dari maut Dan apa kamu Percaya kalau aku adalah orang yang kamu tangisi kemarin ?" ujar Liona dengan nada yang berkaca-kaca.
Gerhana berpikir sejenak, lalu menggeleng samar. " Nggak. Gue nggak Percaya,"
Liona terkekeh getir mendengar jawaban Gerhana. " Jangan itu lagi, ya, Biarin kamu Pulih dengan sendirinya dan biarin kamu tau seiring berjalannya waktu. " Cewek itu mendongak saat air hujan tidak lagi mengguyurnya. Hujan turun dengan deras tadi, sudah mereda Kini, hanya tersisa gerimis-gerimis kecil serta langit hitam saja.
" Aku Pulang duluan. Kamu langsung istirahat kalau udah sampe rumah. Jangan lupa belajar buat ujian besok. " ucapnya seraya tersenyum tipis. " Aku Pulang Lekas membaik kesayangan Liona," ucapnya. cewek itu pun membalikkan badannya dan Pergi meninggalkan Gerhana