
Dengan kaki yang menjuntai ke bawah Gerhana menutup kedua matanya dengan lengannya. Kini, mereka bertiga tengah berada di warkop mang Udin tempat Gerhana menongkrong bersama teman-temannya.
" Atta sekarang nggak masuk sekolah. Katanya gara-gara lo tinju kemarin, " ujar Kenzie. " Lo ada masalah apa masa dia Gerhana? Waktu lo tinju dia tanpa sebab. kemarin lo berantem sama dia nggak tau kenapa. Apa karena Liona ? tebak Kenzie
" OMG ! TUH, KAN ! PASTI GERHANA ADA HUBUNGAN SAMA LIONA DIA AJA KEMARIN SENSI BANGET WAKTU ATTA NYAMPERIN LIONA !"
" Pengeng telinga gue, bangsat dengerin lo, !" Gerhana memukul Pundak Bima dengan topi sekolahnya. " Gue nggak ada masalah sama dia, cuma gue nggak suka aja sama cara Atta kemarin," ujar Gerhana
" Alasannya ?" tanya kenzie
Gerhana melirik kenzie dan tersenyum mengejek. " Mau tau banget lo sama urusan orang tua,"
" MANG UDIN BELI BENTENG SEJAK KAPAN DI SINI ADA ORANG GANTENG,"
" MANG OLEH BELI LONTONG SAMBAL TERASI HEH, BENCONG NGAPAIN LO KE SINI, " balas Bima sembari menunjuk Momoy dengan gagang sapu milik Mang Udin
" Aduh ! Saya teh jadi malu, cyin Momoy disuruh Om adul beli rokok tauya di sini ada cowok-cowok manja," ucap Momoy diiringi gerakan kemayunya. Banci bernama Momoy itu sangat suka dengan gengnya Gerhana. Apalagi dengan Gerhana. Momoy mendudukkan dirinya di samping Gerhana.
" Siap-siap aja lo Pergi ke Amerika setelah ini, Moy ?" gumam Bima
" Aduuuh ! Akang Goblin kasep Pisan ! Gantengnya buat Momoy terjeduk, terjungkal, meninggoy !" ucap Momoy. ia menusuk-nusuk Pipi Gerhana yang sudah was-was
" Goblan, Goblin Nama dia itu Gerhana !" Bima menoyor kepala Momoy
" WOI !" teriak Gerhana, " Ngapain sih, lo ?!" ia menatap tajam ke arah Momoy yang tersenyum tanpa dosa
" RASAIN LO !" teriak Bima tepat di telinga Momoy
" Mas Bima nggak usah ikut campur urusan Momoy, ya ! ini Urusan keluarga Urusan Momoy dan suami Momoy, iya, kan, kang ? Momoy mengedipkan matanya genit ke arah Gerhana.
Gerhana bergidik ngeri, " Amit-amit jabang bencong nggakPergi nggak lo dari sini, " usirnya, Momoy memayungkan bibirnya kesal.
" Dih, nggak usah segala diimut-imutin deh lo ! Lo tau hewan suka makan Pisang ? Bukannya imut malah mirip monyet lo ?" kata Bima
Momoy melirik Bima kemudian Kenzie. " Berarti Akang Kenzie mirip monyet juga dong ? Akang kenzie kan juga suka makan Pisang,"
" Pulang sana lo Moy, Lo sekarang ada jatah mangkal di lampu merah Cari duit yang banyak sana dah lo !" ujar Gerhana Momoy. " Pergi atau gue lempar Pake sepatu," ancam Gerhana.
Momoy terus berceloteh tidak jelas tanpa menyadari Gerhana yang melepas satu sepatunya. " Lo sesekali emang kudu rasain sepatu gue Lo Pergi atau sepatu gue masuk ke mulut lo ? Hah ? Gerhana menodong Momoy dengan sepatunya.
" Go-Goblin Ja-jangan sakitin Mo-Mom ....."
" PERGI NGGAK LO !"
Gerhana memakai sepatunya kembali, " Sekali lagi itu bencong muncul di hadapan gue, bukan sepatu yang gue lempar. Tapi duit !"
" OMG BERCANDANYA ORANG KAYA EMANG NGERI YA, GERHANA MAU DONG GUE DILEMPAR PAKE DUIT !"
" Kalau buat lo, gue lempar Pake golok. Udah, ayo ke sekolah. Ada hal Penting yang harus gue umumin," ajak Gerhana
...•••••...
Gerombolan siswa-siswi berlarian menuju Mading SMA Garuda. Kata Mona hari ada sesuatu yang sangat Penting, yaitu kegiatan Gerhana setiap tahunnya vote Pria tertampan satu sekolah.
Liona terheran-heran. Kenapa Liona baru tahu sekarang ? Salah satu teman Liona bernama Maya tertawa kecil. " Lo, kan selalu bodo amat sama berita apa pun yang berhubungan dengan Gerhana dulu,"
" iya, sih ? ucap Liona. Cewek itu terus menatap mading yang dipenuhi banyaknya siswa-siswi SMA Garuda. " ini yang gelar semuanya Gerhana dari awal,"
" Bukan tapi Pacar-pacarnya Gerhana Katanya biar gantengnya Gerhana nggak ada yang ngalahin Ya sampe sekarang deh, selama tahun voting nggak jelas gini tetap berjalan dengan lancar Untung guru-guru nggak ada yang mempermasalahkan ini," ujar Mata. Mendengar itu Liona menggelengkan kepalanya," Nah tuh Gerhana, " Maya menunjuk Gerhana yang baru saja datang bersama kedua temannya. Liona mengikuti arah Tunjuk Maya.
" POKOKNYA BUAT KALIAN SEMUA JANGAN LUPA PILIH GERHANA NOMOR SATU PILIH GERHANA LOVERS ! teriak Bima seraya mengangkat tinggi-tinggi tangannya. ia merobek foto Atta, " APA INI SEJAK KAPAN FOTO ATTA ADA DI SINI PASTI DIANTARA KALIAN SEMUA ADA YANG LAGI JATUH CINTA SAMA ATTA KAN NGGAK ADA YANG NGALAHIN PANGERAN KOD .... " Bima menghentikan ucapannya saat Gerhana menendang kakinya Bima berdeham. " Ma-maksud gue Gerhana,"
" HIDUP GERHANA LOVERS, " seru siswa-siswi yang mengerubungi mading Di antara mereka adalah Pacar-pacar Gerhana yang turut ikut dalam voting ini.
Kenzie menatap malas ke arah dua sahabatnya. Kenapa mereka sangat Percaya diri ? kenzie berjalan dan duduk di kursi depan kelas 12 IPA 1 membiarkan dua sahabatnya berbuat semaunya
Gerhana tersenyum bangga saat ia melihat Poster dirinya yang tertempel di Papan mading. ia membalikkan badannya, siswa-siswi yang mula-mula mengerubunginya pun memundurkan kakinya beberapa langkah. Gerhana menatap semua dengan bergilir. Gak satu pun dari mereka yang Gerhana kenali. Dan banyaknya siswa-siswi SMA Garuda, Gerhana hanya mengenali anak-anak kelasnya.
Gerhana mengambil toa yang Bima Pegang. " SATU DARI SEKIAN BANYAKNYA PACAR GUE MULAI DETIK INI, HARI INI DAN SIANG INI, KALIAN BUKAN LAGI PACAR GUE," teriak Gerhana
" APA ! Pekik Cewek-cewek secara bersamaan.
" Ge-Gerhana kita di sini mau Adain vote kayak tahun lalu, bukan kayak gini !" ucap salah satu siswi dengan nametag Rani
" Gue udah nggak Perlu voting-voting beginian lagi Ngerti Semua dengerin gue ! Nggak selamanya kalian jadi Pacar gue, kan ? Nggak mungkin juga kan, gue nikahin lo semua. Manusia berhak memilih untuk masa depannya yang lebih cerah ?" ucap Gerhana, " Dan tentunya bukan lo-lo semua yang gue Pilih !" Gerhana menunjuk siswa-siswi yang berdiri di hadapannya
Rani maju beberapa langkah, " Lo Pasti udah dapet cewek baru, kan ? Nggak mungkin lo Putusin kita-kita semua tanpa alasan yang nggak jelas kayak gini Gerhana, " Gerhana langsung mengangguk dengan santai, " Siapa," tanya Rani dengan alis berkerut bingung
Mereka semua menoleh kaget saat yang ditunjuk Gerhana adalah Liona. Tak hanya mereka saja, Bima dan kenzie Pun sama kagetnya
Gerhana tersenyum saat menatap Liona yang siap mengeluarkan amarahnya.
" LO GILA ! Pekik Liona. ia tidak ingin menjadi buronan Pacar-pacar Gerhana. ia yakin Gerhana hanya main-main saja dengan ucapannya agar bisa terlepas dari Pacar-pacarnya.
...••••...