KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 33 Cantiknya Gerhana


Bukan hal yang biasa lagi bagi mereka, apalagi ini akhir bulan saatnya cewek yang sifatnya sebelas dua belas seperti ibu-ibu Indonesia tersebut menagih uang kas.


" Uang kas Buruan Bayar ini Udah Akhir bulan Jangan sampe


berjalan menghampiri cewek cantik itu. Ilham mengambil buku kas yang dipegang Liona. " Lo semua tolonglah kerja samanya Gue selaku bendahara dua juga capek apalagi Liona."


" Caper banget lo, Sat !" gumam Gerhana kesal. Apalagi . kemudian bersandar Pada bahu Bima. " Lo denger Kayak ada yang ngomong nggak sih Bim Kuping sama mata gue Panas nih,"


" Gerhana," Panggil Ilham. Gerhana menoleh kemudian menaikkan sebelah alisnya, " Uang kas lo ,"


Liona menatap Gerhana dengan sinis. Jangan dikira Gerhana itu kekasihnya. ia tidak bisa tegas. Liona mengambil buku yang dipegang Ilham dan memukul lengan Gerhana.


" Sakit, Na !" rintih Gerhana. mengusap-usap lengannya yang terasa Panas. " Tega bener sama Pacar."


" Makannya buruan bayar ! Hampir satu juta uang kas kamu numpuk di sini, mau nunggu kapan bayarnya Mau nungguin sampe satu juta baru mau lunasin," Kata Liona garang.


Gerhana mengorek telinganya yang tiba-tiba terasa gatal. " Aduuuh kuping gue gatal ! Bim, garukin dong !" ucapnya Pada Bima.


" GUE GARUK TELINGA LO PAKE CANGKUL !" sentak Bima.


" Buruan bayar, Gerhana Kamu mau mau bayar kapan ? ini udah semester dua. Apa kamu nunggu satu juta dulu baru bayar ?"


Gerhana menjentikkan jarinya. " itu tau Pinter banget Pacar gue Genepin satu juta dulu baru gue bayar. " Liona melotot. ia mengangkat tangannya hendak menjitak kepala Gerhana, sebelum Gerhana mengambil sebuah kartu dari dompetnya. " Nih, gue. bayar !" Gerhana menyerahkan satu buah ATM kepada Liona


" OMG SINI PANGERAN KODOK OTAK KAU YANG GUE GESEK BANGSAT LO BIKIN GUE DARAH TINGGI TERUS KERJAANNYA !" geram Bima. Dalam satu waktu, ia menggosok kepala Gerhana dengan telapak tangannya," Gemes gue sama lo anjing !" Gerhana menendang Pantat Bima hingga cowok itu tersungkur menabrak meja. " Sakit Kodok, " rintih Bima setengah merengek.


Liona menaruh buku kasnya dengan kesal hingga. mengalihkan atensi Gerhana. " Kalian bisa nggak sih ? Tepat waktu bayar ....."


" Panggilan kepada siswa yang bernama Gerhana Rigel Buwana dan Bima Pradika. Untuk segera ke ruang guru sekarang Juga Terima kasih,"


Seluruh mata tertuju ke arah Gerhana dan Bima. Gerhana menoleh menatap Liona. " Masih mau nagih ?" ia menaik-turunkan alisnya menggoda Liona.


Liona mengangkat tinggi-tinggi bukunya. hendak melayangkan satu Pukulan untuk cowok itu sebelum Gerhana memiringkan wajahnya dan melayangkan satu kecupan Pipi Liona. Hal itu membuat seisi kelas berteriak heboh.


" GERHANA ! WAH, KACAU NIH, ANAK !" decak Kenzie


Liona mematung di tempat. Beberapa kali Gerhana melambaikan tangannya di depan wajah Liona, tapi ia masih belum sadar dari keterkejutannya. Gerhana menahan senyumnya, menundukkan kepala menyejajarkan tubuhnya dengan tubuh Liona. ia menjentikkan jarinya membuat cewek itu mengerjapkan matanya berkali-kali.


" Cantiknya Gerhana masih mau marah-marah ?" Gerhana langsung tersenyum saat melihat wajah Liona yang menurutnya sangat menggemaskan itu. ia menepuk-nepuk Pucuk kepala Liona. " Lo di kelas aja ya Sayang Jangan ke mana-mana Suamimu ini mau menyelesaikan masalah," Gerhana menepuk Pelan Pipi Liona. " Nggak usah dipikirin. Nanti uang kasnya gue bayar Tapi Pake Cinta,"


" HUUU, BACOT LO BENCONG BAYAR UANG KAS LO TUH YANG DARI KELAS 10 !" teriak Kris


" GERHANA ! TUNGGUIN GUE ! teriak Bima yang sedang memakai sepatunya, kemudian menyusul Gerhana untuk memenuhi Panggilan


...•••••...