KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 15 Awas Jatuh Cinta


Seluruh siswa-siswi kelas 12 IPS 3 tertuju Pada cewek yang duduk di meja bagian depan. siapa yang memanggilnya, emosinya sedikit memuncak.


" Ngapain lo ?"


" Nggak. Cuma ngetes aja. ternyata telinga lo masih berfungsi buat dengerin ucapan I love you dari bibir gue,"


Liona menatap Gerhana dengan sangat bosan, " Daripada lo ngomong nggak jelas begini mending lo bayar uang kas Gue Puas, lo seneng,"


" Nggak mau," jawab Gerhana santai. Cowok itu mendudukkan dirinya di kursi samping Liona


" Ngapain lo duduk di sini Pergi, hari ini udah banyak banget bikin gue emosi," usirnya


" Terserah gue dong Liona Sayang Emang ini meja lo ?" Liona memejamkan matanya mencoba meredamkan marahnya. Gerhana berdeham. " Lo tumben nggak marah-marah waktu gue nggak mau bayar uang kas ? Kenapa Liona Uang kas gue udah lo lunasin ya ? Liona melirik Gerhana sekilas tak ada niat secuil Pun ia menyahuti Pertanyaan Gerhana, " Liona, gue nanya lo ?"


Dug !"


Liona mendorong kursi yang diduduki oleh Gerhana hingga cowok itu terjungkal, " SAKIT NA ! rintihnya kencang


Bima yang melihat itu lantas tertawa kencang, " UDAHLAH GERHANA LEBIH BAIK LO PULANG AJA, DEH HARI ITU EMANG HARI KESIALAN LO UDAH DITAMPAR TIGA PULUH KALI SAMA MANTAN LO, SEKARANG DIDORONG SAMA PUJAAN HATI HAHAHA,"


Gerhana langsung melotot tajam ke arah Bima, kemudian kembali menatap Liona yang turut menatapnya dengan jengkel.


" Gue ngomel-ngomel sampe mulut gue berbusa pun, emangnya lo bakal uang kas ? Nggak, kan ?" ucap Liona


" Kalau gue lunasin semuanya, nanti kita nggak deket lagi Nggak ada yang gangguin lo lagi dan nggak ada yang gue rayu lagi, " ujar Gerhana menggoda.


" Wah ! Nggak usah gengsi, Na Gue yakin sebelumnya lo sampe terpana sama ketampanan gue, kan ?" tanya Gerhana Percaya diri


" Percaya diri banget sih lo !" Maki Liona, " Nyesel banget gue sekelas sama lo. Tau gini lebih baik gue ambil kelas IPA aja," lanjutnya


Gerhana menyandarkan Pinggangnya di meja samping Liona," Lo sekarang nyesal Pernah kenal gue, tapi lo nanti bakal nyesel gue nggak ada di samping lo lagi," lanjutnya.


Liona tertawa. " Gue nggak bakal nyesel sama sekali, jutsru gue seneng dan gue harap ...... " Liona menatap Gerhana dengan serius " Lo nanti bakal nangis hanya karena satu cewek !" setelah mengatakan itu. ia membalikkan badannya hendak melenggang Pergi. Namun tarikan di lengannya membuat ia kembali diam di tempat.


Gerhana menyudutkan tubuh Liona di meja. " Oh, ya ? Kalau gue berhasil nangisin satu cewek apa yang mau lo lakuin ? Gerhana menaikkan sebelah alisnya. Di Posisi seperti ini Jantung Liona berdebar lebih kencang Namun, ia mencoba terlihat biasa aja


Liona bersedekap dada dan menatap Gerhana seolah menantangnya. " Gue Bakalan ketawa Paling depan dan Paling kenceng kalau lo berhasil nangisin satu cewek hanya hanya Perkara cinta," ucapnya meledek diiringi senyuman mengejek


Gerhana tersenyum, tangannya terangkat untuk menyelipkan anak rambut Liona. Hal itu mampu membuat Liona terdiam di tempat dan seluruh siswa-siswi kelas 12 IPS 3 bersorak melihatnya


" Awas Nanti lo jatuh cinta sama gue," bisik Gerhana


" OMG ! jerit Bima


Gerhana memajukan wajahnya lebih dekat dan berisik lagi, " Dan satu lagi Kalau ternyata nanti yang gue tangisin itu lo, gimana,"


...•••••...