KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 26 Cemburu tanpa memiliki


. Apa cowok itu Pura-pura lupa ? Kejadian beberapa menit yang lalu membuat Liona malas menatap wajah Gerhana lagi.


" Nungguin apa ?"


" Nungguin apa ?" beo Gerhana." Lo lupa ...."


" Tanpa gue jawab . gue, " ucapnya


Gerhana menatap Liona dengan intens, cowok itu diam tak membuka suara lantaran. m Gerhana, lantas Liona segera menarik tangannya yang digenggam Liona.


Celine berdiri di hadapan Gerhana, " Gue Pulangnya bareng lo, ya ? Gue udah ditinggal temen gue,"


" Lo itu siapa gue sih ? Ada banyak taksi, angkot dan ojek Kenapa yang lo tuju gue,"


" Gue nggak berani naik taksi atau ojek sendirian."


" Lo Pikir gue Peduli," jawab Gerhana diiringi tawa kecilnya.


Liona menatap interaksi keduanya tanpa minat. Cewek itu menolehkan kepalanya lantaran merasakan bahunya ditepuk seseorang. " Nih, tas Lo sengaja gue ambillin tadi, kelas lo hampir aja dikunci sama Petugas keamanan tadi," Atta menyerahkan tas milik Liona, ia sedikit melirik ke arah Gerhana yang menatapnya dengan tajam," Ayo Pulang bareng gue. keburu hujan," ajak Atta. menarik Pergelangan tangan Liona. Matanya terus menatap Gerhana seolah meledek kalau Gerhana tidak bisa mendapatkan Liona.


Liona melirik Pergelangan tangannya. kemudian beralih menatap Gerhana yang juga menatapnya. " Tapi .... "


" Gerhana, lo mau kan, anterin gue Pulang ?" tanya Celine Pada Gerhana membuat ucapan Liona terpotong. Gerhana menolehkan kepalanya ke arah Celine yang menyentuh lengannya.


Atta berdecak malas." Ayo, Na." Cowok itu menarik Pergelangan tangan Liona untuk Pergi. Tak sedikitpun Gerhana melepaskan Pandangannya dari Punggung Liona yang kian menjauh. Cowok itu menolehkan kepalanya dan mendapati Celine yang terus memegang lengannya.


...•••••...


Baru saja Liona menginjakkan kakinya di rumahnya. Cewek itu langsung menuju kamar Kesayangannya. ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur tanpa mengganti seragam sekolahnya. Matanya menatap luar jendela ada tanaman Kesayangannya Pemberian Gerhana.


" Gue berhak Jatuh cinta nggak sih !"


" Semua orang itu berhak untuk jatuh cinta siapa manusia di bumi ini yang nggak berhak untuk jatuh cinta," sahut Satya seraya membawa makanan untuk adik kesayangannya. Liona menoleh cewek itu buru-buru mengubah Posisinya menjadi duduk. Mata lentiknya menatap Satya sebal. Kakak laki-laki Memang itu Punya kebiasaan khusus untuk tidak mengetuk Pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke kamarnya. " Tapi, konsekuensi lo dari jatuh cinta nanti, Lo rasain sendiri gimana sakitnya jatuh cinta ?" lanjutnya


Dan gue baru aja rasain itu Bang, Sakit emang Bang Padahal belum apa-apa, " batin Liona


" Nih, makan jangan karena Patah hati lo nggak nafsu makan jangan kurus gara-gara cinta," Satya menaruh satu Piring makanan dan satu gelas susu di atas meja belajar Liona, Sebelum Satya keluar dari kamar Liona, Cowok itu berkata," Jatuh cinta juga butuh asupan."


Liona berdecak. " iya lagian siapa sih, yang jatuh cinta ?" Langkah kaki kecil cewek itu berjalan menuju jendela kamarnya yang terbuka. Tangannya terulur dan membiarkan telapak tangannya basah karena air hujan. di luar matanya menatap dua tanaman dengan tulisan tinta Permanen G & L


Cewek itu menolehkan kepalanya. melihat ke luar kamar mendapati Satya serta Beberapa temen-temennya.


" Cie, Cie Liona Geandra sekarang udah gede ya Sekarang ! Udah ngerti sakit Hati sama jatuh hati toh !" Kirain nggak bakal doyan sama Kaum Adam kayak kita-kita, !" ledek Nino salah satu temen Satya, " Sini, Dek ! Sama Abang Nino aja, dijamin nggak bakal sakit hati deh, " ujar Nino seraya mengedipkan sebelah matanya


" Banyak omong lo, Nino," Sahut Liona kesal sambil menutup jendela kamarnya.


...•••••...