Kala Bos Menggoda

Kala Bos Menggoda
Bagian 65 • Penyatuan


Bagian 65


Demi kelancaran pertunangan dirinya dengan Haura--dia hanya harus meyakinkan kakek dan neneknya. Keduanya memutuskan untuk pergi ke mansion keluarga Walsh hanya untuk meminta restu pada Callie dah Edward--untuk meyakinkan keduanya jika hubungan Alden dan Haura benar adanya. Bukan sebatas hanya hubungan kekasih kontrak yang sebelumnya mereka telah lalukan. Keduanya di dudukkan di ruang tengah, dengan callie dan Edward duduk berhadapan dengan Alden dan Haura, seolah sepasang kakek dan nenek itu ingin melakukan penyelidikan pada keduanya apakah hubungan mereka benar adanya. Callie dan Edward hanya ingin cucu mereka tidak lagi macam-macam dan benar-benar menjalani hubungan ini dengan serius.


"Apakah ini hubungan yang sesungguhnya?" Wanita tua itu menyipitkan kedua matanya seolah tengah melucuti Alden dan Haura, dan siap menghujani keduanya dengan puluhan pertanyaan yang seolah mengganggu pikiran mereka berdua.


"Aku tidak pernah seserius ini, Nenek."


"Kami harap juga begitu, ini bukan tentang karena kami selalu memintamu untuk segera menikah, tapi memang ini sesuai keinginanmu, Al," timpal Edward yang sejak tadi mendengarkan Callie dan Alden nampak adu argumen.


Sejak tadi Haura memang memilih untuk tetap diam dan itu semua adalah permintaan Alden yang memang minta dirinya tidak menimpali apa pun yang mereka bicarakan.


"Bagaimana menurutmu, Haura?" Wanita itu kini melemparkan pertanyaan pada kekasih Alden dengan ekspresi sangat serius.


Mata Haura langsung menyambar wajah Alden, berharap pria itu mengizinkan dirinya membuka suara, hanya untuk menyakinkan pasangan senja itu jika dirinya memang sungguh-sungguh mencintai cucunya. Di luar dugaan Haura jika Alden memberi isyarat jika dia diizinkan membuka suara dan menyampaikan apa pun yang ada di pikirannya.


"Aku siap menerima pinangan Alden, nek," tandas wanita itu dengan rasa sopan santun yang tidak dibuat-buat.


Tapi yang terjadi adalah wanita itu terdiam seolah menimbang-nimbang pengakuan Haura, bagaimanapun juga dia ingin mengetes calon cucu menantunya apakah dia benar-benar mencintai cucunya.


"Kau yakin mencintai Alden apa adanya? Bukan karena harta yang cucuku miliki?" tanda wanita tua itu.


Meski ucapan callie sangat mencederai hati Haura. Namun, wanita itu menganggap hal itu sangat wajar terjadi--karena sebelumnya Alden dan dirinya adalah sepasang keasih palsu yang mungkin saja melukai hati mereka berdua ketika Edward dan Callie mengetahui kebenarannya.


"Aku menyukai Alden jauh sebelum kakek dan nenek bisa membayangkan sebeumnya, karena tanpa kalian tahu--kami sudah jatuh cinta saat kami sama-sama duduk di bangku sekolah."


Tentu saja Callie dan Edward sudah tahu kebenarannya lebih dulu dari pengakuan Josep sebelumnya, meski mereka berdua tidak tahu jika Haura juga memiliki perasaan yang sama sebelumnya.


Mata keriput itu nampak menyipit seolah tidak mempercayai perkataan Haura sebelumnya.


"Kapan kalian akan menikah?" Edward menimpali, seolah tidak sabar mendengar rencana Alden dan Haura.


Alden dan Haura salin adu pandang. "Kami akan mengadakan pertunangan dalam minggu ini."


Alden mengangguk mengamini apa yang diucapkan Callie.


"Tidak bisa!" Edward menggebrak meja tatapan matanya nyalang, seolah tidak suka dengan keputusan Alden yang akan bertunangan dengan Haura.


"Tapi, Kek! Aku sudah putuskan, aku tetap akan terus bersama dengan Haura walau kalian tidak menyukainya dan menentang cinta kita berdua.


"Tidak bisa!" Kini giliran Callie yang berteriak seolah tidak menyetujui keduanya.


Alden meraih tangan Haura, lalu menggenggam tangan wanita yang sangat ia cintai itu. "Tanpa restu dari kalian berdua, aku tetap akan menikah dengan Haura selepas kami bertunangan--bahkan aku akan melepaskan harta yang kumiliki demi hidup bersama wanita yang paling aku inginkan ini," tegas Alden.


"Kami tidak bisa!" teriak Callie sekali lagi. Suasana hening sesaat, dan Alden berbalik badan untuk membawa Haura pergi dari sana. "Kami tidak bisa membiarkanmu bertunangan, karena yang kami inginkan adalah melihat kalian berdua menikah."


Mata Alden dan Haura nampak saling bersirobok, seolah keduanya masih bingung dan belum yakin dengan pendengaran mereka.


"Kami ingin kalian berdua segera menikah dalam minggu ini," tandas Edward menegaskan ucapan istrinya.




**Maaf, Bestie. Baru bisa update. Semoga kalian tidak lupa alur, yak**.



**luv**,



**Novi Wu**