Kala Bos Menggoda

Kala Bos Menggoda
Bagian 38 • Karena Kau Bukan Haura!


Rahang Alden mengetat, pandangannya benar-benar menakutkan. Dia sunggung tidak menyangka jika Angeline berani mengadukan hubungannya pada kakek dan neneknya.


"Kalau memang Haura adalah janda. Aku tidak masalah. Bukankah kakek dan nenek tidak pernah mempermasalahkan tentang status siapa wanita yang akan aku nikahi?" Alden memutar badan, berjalan menuju ke kursinya. "Mau kalian menolak atau tidak, aku tetap akan menikah dengan Haura!" desis pria itu, tatapannya nyalang melirik ke arah Angeline. "Josep, antarkan kakek dan nenekku pulang!" Perintah Alden.


sang cucu tidak memberi Callie dan Edward untuk kembali mengelak atau mengomentari apa pun ucapan Alden.


"Baik, Bos!" Josep menundukkan badan, memberi hormat pada Alden. Lalu mempersilakan Edward dan Callie untuk segera keluar dari ruangan Alden.


Saat Angeline akan ikut keluar bersama dengan Edward dan Callie, tiba-tiba Alden memintanya untuk tetap tinggal.


"Angeline. Kau akan tetap tinggal di sini. Karena aku ingin bicara empat mata denganmu!" perintah Alden, dengan nada dingin.


Angeline terdiam mematung dan berbalik badan. Jantungnya benar-benar berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya. Dalam hatinya bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan Alden pada dirinya.


~•~


Alden beranjak berdiri ketika sudah memastikan kakek dan neneknya pergi menjauh dari ruangannya, pria dua puluh tujuh tahun itu berjalan mendekati wanita cantik yang berdiri mematung tepat di depan mejanya.


"Kau puas?" Ekspresi wajah yang tidak bisa terbaca oleh Angeline membuat gadis itu semakin merinding ketakutan.


"Puas soal apa?" Wanita itu menjawab ragu, meskipun sebenarnya dia tahu apa yang dimaksud oleh Alden.


"Puas karena telah mempengaruhi kakek dan nenekku!" Alden meraih tangan Angeline dan menarik masuk mendekat pada tubuhnya. "Apakah kau mencintaiku?!" Alden kembali melempar pertanyaan yang menohok untuk Angeline. Gadis itu jelas-jelas mengelak dengan menggeleng cepat.


"Pembohong!" seru Alden.


"Ya... aku bohong! Ya... aku mencintaimu! Itu alasannya aku sangat tidak suka dengan Haura, bahkan saat pertama kali dia melamar pekerjaan, aku sudah menaruh curiga jika kau tertarik padanya, hingga kau ingin mewawancarainya secara langsung!" teriak Angeline, dia benar-benar gusar, tidak tahu harus berbuat apa. "Aku... Aku... Lebih baik dari wanita itu! Lalu apa yang kau lihat darinya!"


"Karena dia bukan kau!" teriak Alden tak kalah melengking. "Aku sudah mencintainya sejak dulu, sejak masa aku remaja, dia adalah wanita yang aku inginkan mendampingi sisa hidupku," lirih Alden kemudian.


"Aku juga bisa, aku bisa menjadi seperti dia—jika kau mau."


Alden menarik napas panjang, ia mengacak-acak rambutnya karena benar-benar frustasi dengan Angeline yang selalu mencari masalah sejak Haura masuk dalam hidup Alden.


"Tidak bisa! Kau dan dia orang yang berbeda, An. Aku hanya ingin dia, bukan kau." Alden menjawab tegas dengan nada penuh penekanan. "Aku tidak akan memaksamu untuk bekerja di sini lagi. Toh, kau sudah memiliki pekerjaan tetap menjadi seorang model papan atas, jadi silakan ajukan surat pengunduran dirimu, An!" Alden mengangkat tangan menuju ke arah pintu, dan mempersilakan Angeline untuk keluar dari ruangannya.


"Kau tidak bisa berbuat seperti ini kepadaku, Alden!"


"Aku bisa! Karena aku bos di sini! Sekarang silakan kau pergi, dan tinggalkan aku sendiri!" desis pria itu memaksa sang sahabat untuk keluar dari ruangannya.


Saat dia akan turun melewati lift, Angeline berpapasan dengan Haura yang tengah membawa map merah yang sepertinya sebuah laporan untuk ia bawa ke ruangan Alden. Melihat Angeline menangis seperti itu membuat Haura sangat khawatir.


"Nona, Anda kenapa?" Haura mencoba memegang pundak Angeline, tapi wanita itu dengan cepat menampik tangan Haura dengan kasar.


"Tidak tahu diri! Kaum sepertimu tidak berhak menyentuh tubuhku!"


To be Continue~


Hai Bestie, mohon maaf kemarin libur update 😁


Sambil nunggu Kala Bos Menggoda update aku ada rekomendasi Novel keren dari Othor Oniya.



"Aku menemukanmu, Si Culun pemilik ranjang terhangat."


Dusan Atlemose atau lebih akrab disapa Usan, Usan adalah seorang cassanova yang sangat suka berburu wanita-wanita yang mampu menghangatkan ranjangnya. Namun, dari sekian banyak wanita yang dicobanya, hanya satu yang dia cap sebagai wanita pemilik ranjang terhangat yang benar-benar dapat membuatnya merasa begitu puas. Wanita itu adalah Gadis Culun yang pernah dibelinya di sebuah pelelangan ilegal.


Cukup lama Usan mencari keberadaan wanita langka baginya itu. Tiga tahun berlalu, siapa sangka wanita itu datang dengan sendirinya dan menjadi partner kerjanya. Dengan kelicikannya, Usan ingin menjerat Desainer Seksi bernama Dasha Drace dalam jangka waktu yang lama, Usan akan menjadikan Asha sebagai wanita penghangat ranjangnya.


"Kamu tidak akan mampu menjeratku, Tuan. Akulah yang akan menjeratmu."


Usan tak tahu, bahwa gadis culun yang dikenalnya dulu, sudah berubah menjadi rubah betina yang sulit dikalahkan. Ya, Asha kembali setelah berhasil mengubah takdirnya, dia kembali untuk membalaskan dendamnya.


Akankah Usan berhasil menjerat Asha ke ranjangnya? Atau malah Asha yang akan berbalik menjeratnya? Saling menjerat, akankah keduanya saling Terjerat?




Like, komen kalian adalah semangat untukku, Bestie. jangan lupa Vote juga, ya.


luv,


Novi Wu