
Mobil Alden terus melaju meninggakan kota Tadpole menuju sebuah danau bernama Svizzera. Danau indah yang memiliki hamparan taman bunga di kaki gunung Svizzera. Butuh waktu satu setengah jam untuk sampai ke sana jika di tempuh dari kota Tadpole.
"Kita akan ke mana, Alden?" tanya Haura, matanya menatap ke jalanan, yang begitu indah—dari jauh sebuah danau dengan air yang berwarna biru memanjakan mata membuat Haura terkesima. "Danau Svizzera? Aku sejak dulu ingin ke mari," seloroh Haura penuh semangat.
"Apakah kau belum pernah ke mari?" Sesekali Alden melirik ke arah wajah Haura yang begitu membuat Alden selalu terpesona akan kecantikan Haura.
Haura menggeleng pelan.
"Kasihan." Pria itu mengelus surai sang kekasih karena merasa hidup Haura sangat hampa ketika masih menjadi istri Theo. Karena memang hal itulah yang terjadi, Haura hanya bisa pergi ke pusat perbelanjaan dan kembali lagi ke rumah hanya itu saja yang Theo lakukan untuk mengajak istrinya menghabiskan akhir pekan. "Kini aku akan mewujudkan semua keinginanmu, dan bahkan mimpi-mimpimu yang belum pernah terwujud.
Haura meremas tas yang sejak tadi ia pangku, dia tidak menyangka jika kali ini ia benar-benar berada di samping lelaki yang tepat. Tentu saja semoga Alden tidak akan pernah mengecewakan Haura, ia sangat Trauma ketika Theo dulu membuatnya terluka.
Mobil sedan hitam itu berhenti di tempat parkir yang di depannya langsung menunjukan keindahan danau Svizzera. Haura melihat kapal-kapal wisata kecil yang terparkir dan ada beberapa yang tengah berlayar di tengah danau. Wanita itu begitu takjub dengan keindahan tempat ini.
"Ayo!" Alden membuka pintu mobil, mempersilakan wanita yang ia cintai itu keluar. Haura meraih tangan hangat itu, tangan hangat yang selalu menolongnya ketika dirinya terpuruk.
Alden menggandeng tangan Haura yang masih sesekali memperhatikan hamparan hijau gunung Svizzera yang begitu memanjakan netranya.
Mereka berdua masuk ke dalam restoran yang nampak sepi, dengan nuansa garden yang terdapat banyak tumbuhan di dalam restoran tersebut. Warna-warni bunga dan daun membuat Haura benar-benar merasa tenang dan damai. Sudah berapa lama dia tidak menyaksikan pemandangan ini.
Seorang pelayanan membawa makanan yang ternyata sudah dipesan oleh Alden sebelumnya Raclette makanan yang terbuat dari bahan dasar keju dan daging yang tentunya sangat membuat perut Haura terasa lapar, raclette dapat disantap bersama dengan kentang rebus, bawang, dan acar, tak lupa susu almond yang menambah menu sehat sarapan keduanya.
Kejutan di mulai, ketika semua pelayan restoran itu berdiri di depan keduanya tampak berjajar rapi—dengan seorang pelayan wanita membawa sebuket bunga yang indah ditangannya. Si pelayan menyerahkan bunga itu pada Haura, membuat wajah Haura memerah karena mendapat kejutan yang luar biasa dari sang kekasih.
Saat mereka masing-masing orang mengangkat sebuah kertas dengan ejaan huruf yang bisa dibaca oleh Haura bertuliskan kalimat 'Will You Merry me'
membuat ekspresi wajah Haura yang sebelumnya nampak sumringah kini berbalik seratus delapan puluh derajat menjadi terkejut, dan bahkan terlihat tidak suka. Wanita itu nampak terdiam, lalu beranjak pergi saat Alden mulai berlutut di depannya dengan membuka cincin berlian.
Tanpa disangka Haura menjauh, dia benar-benar pergi meninggalkan Alden, yang masih tidak percaya dengan sikap Haura, dia sudah merencanakan lamaran ini untuk wanita yang sudah lama dia cintai akan tetapi Haura malah pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata apa pun.
To Be Continue~