
Alden melirik ke arah wanita yang tiba-tiba datang tanpa di undang tersebut.
"Kau sudah mengajukan pengunduran diri?!" Alden nampak berbicara santai menanggapi Angeline.
"Jangan mengubah topik pembicaraan kita Alden!" desak wanita itu, kini nada suaranya tinggi seolah Angeline tidak bisa mengontrol diri.
Josep yang mendengar Angeline langsung masuk untuk mengecek apa yang sedang terjadi, tapi pria itu diam mematung memerhatikan Alden dan Angeline yang sedang adu mulut.
"Kau harus tanggung jawab karena kau telah melecehkan aku ketika aku mabuk?"
Mata Josep terbelalak, jadi benar yang dilihat oleh Angeline semalam itu adalah Alden—bukan dirinya, hatinya semakin sakit ketika melihat itu semua.
"Melecehkan? Kapan? Di mana?" Alden beranjak berdiri, dan berjalan mendekati sahabatnya itu.
"Semalam, kau menjemputku di kelap malam, dan kau merenggut keperawananku!" teriak Angeline dengan air mata yang menetes keluar dari celah matanya. "Kau harus nikahi aku!" imbuhnya lagi.
Alden menarik pinggir bibirnya menciptakan senyuman ironi untuk wanita itu.
"Kau benar-benar tidak waras! Semalam aku—" belum sempat Alden meneruskan kalimatnya tiba-tiba sebuah suara memotong ucapan Alden.
"Semalam Alden melamarku, dan berakhir kami tidur bersama dan menghabiskan malam panjang kami di dalam kamar apartemenku." Haura masuk ke dalam ruangan Alden melewati Josep yang diam di ambang pintu. "Lebih spesifiknya adalah—Alden semalam hingga pagi, dia hanya bersamaku. Lalu, sekarang kau menuduh kekasihku telah memperdayaimu?"
Lidah Angeline kelu seketika, ia yakin jika yang semalam dirinya lihat adalah Alden—pria itu telah mengambil keuntungan di saat Angeline mabuk.
"Kau yakin jika itu kekasihku, An?!" Tegas Haura mempertanyakan apa yang diungkapkan wanita di hadapan Alden.
Alden sendiri hanya diam dan tersenyum bangga melihat kekasihnya yang begitu menggemaskan membela dirinya.
"A–aku yakin betul itu Alden, buka orang lain," elaknya, dengan suara terbata.
"Tidak perlu periksa kamera pengawas! Karena pria itu aku!" Josep membuka suara dan mengaku semua yang terjadi tadi malam. "Seorang karyawan kelap malam menghubungiku dan berkata kau sedang dalam keadaan mabuk, dan aku sebagai sahabat menjemputmu dan membawamu pulang, tapi ketika aku akan pulang kau—" Josep tidak melanjutkan ucapannya, dan menganggap semua orang tahu apa yang terjadi diantara mereka berdua.
"K–kau?" Angeline menatap ke arah Josep, lalu kembali menatap Alden. "Tapi aku yakin jika itu Alden."
"Karena otakmu dikuasai oleh Alden, jadi ketika kau bercinta bersamaku. Kau menyebut nama Alden, maka aku memilih meninggalkanmu malam itu."
Alden melingkarkan kedua tangan ke dadanya, seolah menanti klarifikasi Josep untuk dirinya.
"Jadi apa yang terjadi sebenarnya!?"
"Aku yang melakukan itu semua, Alden. Sebenarnya hati nuraniku tidak mau—tapi Angeline... dia, dia memaksaku melakukannya."
Angeline menutup mukanya dengan kedua tangan, karena malu bercampur sedih. Malu karena menuduh Alden, dan sedih karena dia tidak ada alasan lagi untuk meminta Alden bertanggung jawab dan menikahinya.
"Sekarang, kau benar-benar harus bertanggung jawab, Josep!" Alden nampak terlihat kesal, karena Angeline berhasil membuat paginya yang awalnya cerah berubah siram.
To be Continue~
Bestie~
Aku ada rekomendasi novel kece dan tentunya sudah end. karya Mommy_Ar. Cus Otw Bestie....